Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 1



Disuatu Pagi seperti biasa, ibu yang sudah bolak-balik ke kamar Fitry tak habis fikir terhadap anak perempuan satu-satunya yang sangat sulit untuk di bangunkan, akhirnya mengambil segayung air dari kamar mandi dan langsung memercikan pada anak perawannya itu,


Criikk, criikkk


"Haapp, haapp, aku tenggelam... Tolong..!!" dengan mulut yang mangap-mangap seperti ikan, fitry yg belum bangun dari tidurnya seperti merasa tenggelam.


"Banguunnn..... kau ini anak perawan macam apa,??? mau jadi manusia apa kau ini?" teriak Ibu Eny pada anak perawannya.


"Ibu tega sekali pada ku!" Fitry yang baru sadar dari tidurnya langsung ngomel hingga bibirnya mengerucut.


"tega kau bilang? Kau tau ini sudah jam berapa?" kata ibu sambil memberikan jam weker yang ada di atas nakas dekat tempat tidur fitry.


" Ini sudah jam 7.00 Fitry Hartawan, apa kau tidak ingin pergi ke kampus? Hah..??" ibu Eny yang masi saja mengomel.


Fitry yang terkejut langsung Berlari ke kamar mandi tanpa menghiraukan ibunya yang masih di dalam kamarnya dan juga gauyng yang masi di pegang oleh nya.


"Ibuu.... Gayung nya mana???" teriak Fitry dari dalam kamar mandi.


"hah?? Gayung?" ibu eny yang nampak berfikir melihat tangannya. "Astagaa... Kenapa gayung nya ada di tangan ku? kapan aku mengambilnya?" gumam ibu eny sambil berjalan ke arah kamar mandi.


"niihh... Gayung nya," ibu Eny mengetok pintu kamar mandi dan mnyodorkan gayung pada Fitry.


"Aaahh, ibu kau lama sekali, aku bisa telat." omel Fitry dalam kamar mandi.


Ibu Eny yang ada di depan kamar mandi hanya menggelengkan kepalanya, "Dasar..." gumam Ibu Eny langsung pergi dari kamar Fitry dan menuju Meja makan untuk kembali melanjutkan Sarapan Pagi bersama Ayah Yudi Hartawan.


.


.


Fitry keluar dari kamar dengan berlari kecil menuruni tangga, menyapa Ayah dan jg Ibu nya yang sudah menunggunya sedari tadi untuk sarapan.


"Morning Ayah, Ibu..." Fitri yang menyapa ayah dan ibunya sembari mengecup pipi ayah dan ibunya.


"Fitry, kamu itu Perempuan satu-satunya anak Ayah, yang akan menjadi Penerus di perusahaan Ayah, kamu harus berubah nak.. kamu harus lebih disiplin. Bangun lebih awal, jangan hangout terus, main sampai tidak ingat waktu, dan selalu mengesampingkan urusan belajar." ucap ayah Yudi pada Fitry yang hanya fokus mamemakan sarapannya.


"Fitry....."ibu Eny yang meneriaki Fitry karna terlihat tidak memdengarkan Ayahnya.


Fitry yang merasa nama nya di panggil langsung menatap ayahnya "Iya Ayah... Aku akan mencoba untuk jadi Anak baik seperti yang ayah inginkan." Fitry berkata dengan senyum terbaiknya.


"Baiklah... Ayah pegang kata-kata Mu." ayah yang langsung berdiri dari duduknya dan berpamitan pada Istri tercintanya dan anak kesayangannya, "Ayah Berangkat dulu ya Bu," sembari mengecup kening istri tercintanya. Tak lupa juga mengecup anak manja satu-satunya. "Ayah Pergi Dulu yah sayang,"


"Hati-hati Yah..." ucap kedua perempuan cantik kesayangan ayah.


"kau tidak ke kampus,?"ibu yang melihat anak nya masi santai duduk di menikmati makanannya. Fitry yang tersadar sudah terlambat langsung berlari menuju garasi mobil, sembari berteriak "Ibu.... Aku berangkat." tak lupa mengambil kunci mobil yang terletak di atas meja tempat khusus kunci, kunci rumah dan pintu yang ada di dalam rumah.


Seperti biasa dia yang lupa salim pada ibunya langsung putar balik kembali kemeja makan untuk salim pada ibunya dan mencium pipi ibunya. "Bye ibu..." sambil berlari ke arah garasi lagi.