Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 33



Pagi sudah datang, matahari menyingsing, cahayanya menembus sela-sela jendela kamar Fitry.


Gadis itu sudah bangun, dan langsung mandi untuk menemui kekasihnya. Hari ini adalah Weekend, dia akan mengirimkan pesan pada indra terlebih dahulu untuk menemuinya ke di sebuah Mall pada pukul 10.00 pagi.


DATANGLAH KE MALL PLAZA PUKUL 10.00 DI BIOSKOP


Centang dua biru.


Tandanya indra sudah membaca pesan darinya.


Dia bergegas ke kamar mandi, tak lupa ia matikan HP nya agar indra tidak bisa menghubunginya sampai jam 10.00 nanti.


Fitry tersenyum bahagia, lalu cepat-cepat bersiap agar tidak terlambat.


.


.


_Di tempat Indra.


Tiinngg...!!! Bunyi pesan masuk dari HP Indra.


Dia sedang sarapan pagi bersama dengan Ayah Danu dan Mama Santi. Mendengar ada pesan masuk, indra langsung membuka HP nya.


DATANGLAH KE MALL PLAZA PUKUL 10.00 DI BIOSKOP.


Indra tersenyum membaca pesan dari kekasihnya.


"Apa Dia Sudah pulang?" gumam indra dalam hati.


Dia mencoba menghubungi kekasihnya itu, namun tidak Aktif. Indra bingung dengan apa maksud dari pesan itu.


Ayah Danu melihat putranya bingung "Kenapa Nak?"


"Ah, tidak ayah, indra mendepat pesan dari Fitry, dia menyuruh datang ke mall, tapi sebelumnya dia tidak mengabari ku. apa dia sudah pulang atau belum.?" jawab indra


"Datang saja, pasti ada sesuatu disana, tidak mungkin fitry menyuruh mu kesana kalau tidak ada yang penting." sahut mama santi dan di angguki Ayah Danu


"Baiklah.. Indra akan kesana." jawab indra tersenyum.


.


.


_Pukul 10.00


Indra sudah sampai di Mall dan dia langsung menuju bioskop. Dia bingung kenapa bioskop sepi sekali. Akhrinya dia bertanya pada petugas yang ada disana.


"Mas, kenapa bioskop sepi?" tanya indra.


"Apa Tuan yang bernama Indra?" petugan bertanya pada Indra.


"Iya, Mas kok tahu nama saya?" tanya indra lagi, dia bingung.


"Mari ikut Saya Tuan." titah petugas Bioskop. Bukan nya menjawab dia malah menyuruh indra mengikutinya.


Indra sangat bingung sekarang. Setelah masuk kedalam Ruangan bioskop, Indra duduk di kursi barisan nomor 5.


Sesaat kemudian, film terjeda. Datang seorang gadis membawa sebucket bunga mawar merah dan kue ulang tahun berukuran kecil dan ada lilin yang menyala di atas kue tart itu, datang menghampiri Indra sambil menyanyikan lagu Ulang tahun.


"Happy Birtday to you


Happy Birthday to you


Happy Birthday, Happy Birthday


Happy Birthday.... Honey...."


Indra tersenyum melihat gadis itu. Gadis yang sangat di rindukannya. Dia beranjak dari duduknya dan langsung memeluk gadis itu erat.


"I Miss you Doben. I miss you.." ucap indra bahagia. Dia menangis terharu.


"Make a wish dulu honey.." ucap Fitry pada indra.


Indra pun melepaskan pelukan itu, dia menatap fitry dengan lembut.


"Aku tidak ingat jika aku berulang tahun hari ini." jawab indra dengan sedikit terkekeh pelan.


"Ini tanggal 28 Oktober Honey... Tuan Muda terlalu sibuk. Hehehe... Aku juga sengaja tidak mengabari mu tentang kepulangan ku. Ayok tiup lilinya dulu." balas fitry tersenyum.


"Dasarr Nakall... Baiklah..." indra memejamkan mata dengan tangan yang di genggam, dia memanjatkan doa dalam hati. Setelah selesai berdoa, dia meniup lilin itu.


"Happy birthday Honey, semoga apa yang kamu harapkan segera terwujud." ucap fitry memberi selamat dan mengecup pipi sang pacar.


"Terimakasih Doben, kau benar-benar sudah bisa berjalan cintaku. dan kau juga semakin cantik." balas indra sambil mengambil bucket bunga dan kue ulang tahun dari fitry.


Indra meletakan nya di sembarang tempat. Dia mengajak gadis itu untuk duduk disampingnya dan melanjutkan menonton film sambil menikmati kebersamaan.


mereka kembali berpelukan. Sungguh mereka benar-benar rindu.


"Kau menyewa bioskop ini Doben? Hanya untuk memberiku kejutan?" tanya indra yang di angguki fitry pelan.


"Terimakasih..." ucap indra sambil meraih tengkuk leher Fitry, mendekatkan wajahnya pada wajah fitry.


Indra menempelkan benda kenyal miliknya ke bibir ranum milik sang kekasih.


Fitry memejamkan mata menikmati sentuhan bibir indra.


Kali ini tak hanya menempel, Indra mulai melum*at dan menyes*p bibir kekasihnya. Fitry pun membalas ciuman itu. Dia membuka sedikit bibirnya memberi akses untuk indra memperdalam ciumannya.


Indra tak menyia-nyiakan kesempatan Itu, dia mulai menjulurkan lidahnya menerobos masuk mengabsen seluruh permukaan bibir kekasihnya.


Decapan demi decapan memenuhi ruangan bioskop. Indra melepas pagutannya sesaat untuk mengambil nafas. lalu melanjutkan ciuman panas itu kembali.


Rindu yang membuncah, kini telah menemukan obatnya. seperti tidak rela melepas ciuman itu. Indra terus saja melakukannya. Setelah puas berciuman, Indra menatap gadisnya tersenyum, dia membantunya membereskan lipstik kekasihnya yang berantakan karena ulahnya.


Setelah itu dia memeluk gadis itu erat.


"sekali lagi, trimakasih Doben. Trimaksih untuk semuanya." ucap indra yang saat ini sedang menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher sang kekasih.


"Kembali kasih Honey.. Terimakasih telah setia menunggu ku kembali." jawab fitry tak kalah erat memeluk indra.