Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 28



Setelah beberapa Minggu berlalu.


Indra kini sedang berada di kamar nya dan sedang melakukan panggilan Video dengan kekasihnya.


Malam ini indra akan memberi kabar gembira pada Fitry kekasihnya. Ya, 3 minggu menjadi Manager, indra melakukan pekerjaanya dengan sangat baik.


Setelah Pak Bayu sembuh dari sakitnya, kini Pak Bayu sudah bisa kembali bekerja lagi dengan posisi manager pemasaran seperti dulu lagi.


Seperti janji Direktur Jason, Indra akan langsung menjadi Wakil direktur di perusahaan tempat dia bekerja. Dan mulai besok pagi dia akan menjalani tugasnya sebagai wakil direktur.


"Heiii Honey..." sapa Fitry dari Amerika.


"Heiii Doben, lama tidak melihat wajah mu, aku jadi semakin merindukan mu cintaku.." gombal indra pada fitry.


"Aku tidak percaya dengan kata-kata mu Honey..." jawab Fitry dengan terkekeh pelan menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Tidak, kau sungguh sangat cantik Doben. Bagaimana kabar semua orang disana?"


"Semua nya baik Honey.. Dan aku juga sudah bisa berdiri sendiri sekarang, ya meskipun belum mampu untuk melangkahkan kaki ku, namun ini adalah kemajuan yang pesat kata dokter. Dokter bilang, jika sudah bisa berdiri dengan baik, aku akan segera bisa berjalan kembali." ucap Fitry dengan senyum bahagia. Ya, 3 bulan lebih fitry menjalani terapi dan kini dia sudah mulai bisa berdiri sendiri tanpa bantuan.


"Puji Tuhan, aku senang mendengarnya Doben. Aku juga ingin memberitahukan kabar gembira pada mu cintaku." balas indra tak kalah antusias.


"Benarkah? Apa itu Honey?" tanya fitry dengan wajah berbinar.


"Aku sudah di tetapkan sebagai Wakil direktur di perusahaan tempat ku bekerja." ucap Indra dengan penekanan di setiap kata.


"Masyaallah... Honey, ini kabar yang sangat menggembirakan untuk Ku, Tuhan begitu baik pada Mu Honey, akhirnya kamu bisa sampai di titik ini dari hasik kerja keras mu sendiri, Congrats Honey..." fitry berucap dengan tangis haru.


"Terimakasih Doben, ini juga berkat Kau cintaku. Kau adalah Suport System terbaik yang aku punya. Dan kau adalah mood maker saat aku lelah." balas indra dengan senyuman manis di wajahnya.


"Kamu juga suport system bagi ku Honey. Kamu pria terbaik yang pernah ku temui selama hidup ku. stay with me, never leave me.." seru fitry pada indra.


"yes, i will... i promise..." janji indra pada gadis tercintanya.


Setelah melakukan panggilan video, mereka memutuskan untuk kembali pada aktivitas masing-masing.


Indra akan beristirahat dan tidur malam ini.


Ibu Eny yang sudah siap untuk mengantar putrinya terapi langsung mendorong kursi roda putrinya.


"Ready?" tanya ibu eny pada putrinya.


"always Ready Bu.!" balas fitry dengan senyum sumringah.


"ciiieee... Yang baru di telpon Ayang," goda ibu eny pada fitry sambil mencolek dagu putrinya.


"Aiiisshh... Ibu," gumam fitry tersenyum malu-malu.


"bagaimana kabar indra?" tanya ibu sambil terus mendorong kursi roda menuju tempat parkir.


"kabar baik ibu, Kini Indra sudah menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan tempat dia bekerja." jawab fitry yang kini sudah berada dalam mobil.


Ibu eny duduk disamping nya. Dan supir melajukan mobil membelah jalan raya menuju rumah sakit.


"Benarkah? Wah, calon mantuku seorang wakil direktur." ucap ibu dengan wajah berbinar.


"Ibu... Masih lama kami menikah, bertunangan saja belum, sudah panggil indra calon mantu." gerutu fitry pada ibu eny.


"Biarkan saja, ibu suka dengan pria itu, dia begitu baik dan memiliki prinsip hidup yang kuat. Andai ibu masih muda dan belum menikah, ibu akan merebut indra dari mu. Hehehe.." ucap ibu eny yang terus menghoda putrinya.


"Iiiiihhh Ibu Genit..." fitry mencubit gemas pipi ibu eny.


"Biarinn... Kalau ibu tidak genit, Ayah mu tidak akan jatuh cinta pada ibu. Hehehe..." tawa kekeh ibu eny.


fitry menggelengkan kepalanya pelan sambil menatap wajah ibu dengan senyum lembut.


"Ibu... Doakan hubungan ku dengan indra berjalan dengan lancar, dan tak ada lagi pengahalang untuk kami bersatu." ucap fitry pada ibu eny memeluk wanita paruh baya itu.


"Pasti sayang, tanpa kamu minta, ibu selalu mendoakan untuk kebahagiaan mu. cobaan tidak akan pernah berhenti menguji hubungan kalian Sayang, bertahanlah saat cobaan itu menerpa hubungan kalian. Karena semakin banyak cobaan maka akan semakin kuat pula pondasi cinta kalian. jika kalian bisa melewati cobaan itu dengan baik, saat kalian menikah nanti, kalian akan lebih mudah mengatasi masalah hidup yang datang silih berganti. dan yakinlah bahwa di setiap cobaan ada kebahagiaan yang menanti. Hidup tak selamanya sedih dan tak selamanya bahagia, mereka datang silih berganti di waktu yang tak terduga. Maka siapkan mental mu saat kesedihan menerpa dan jangan terlalu senang saat kebahagiaan menghampiri. Dua hal itu tidak akan kekal sayang. Namun doa ibu akan selalu mengiringi langkah mu." jelas ibu tanpa melepas pelukannya pada putrinya.


Fitry tersenyum paham akan penuturan sang ibu. Dia mengurai pelukannya, menatap wajah ibunya yang sudah tidak muda lagi.


Akan ada banyak Hal menunggu kita di kehidupan mendatang, entah bahagia atau kesediha kita harus menerima dan menjalani dua hal itu dengan baik.