Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 56



_Di Rumah Sakit, tepatnya di Poli Kandungan.


Indra dan Fitry sudah berada di dalam Ruangan Dokter kandungan, saat ini Dokter sedang memeriksa Fitry.


"Baby Twins sangat sehat Tuan, Nyonya... Berat tubuh mereka sudah 1 kilo." jelas dokter menerangkan.


"Puji Tuhan, lalu apa sudah terlihat jenis kelamin baby twins Dok?" tanya Indra.


"Sudah Tuan, satu baby boy, satu baby girl." jawab dokter dengan tersenyum ramah.


"Honey... aku sangat bahagia, baby boy kita pasti akan setampan Daddy nya." ucap fitry yang sedari tadi menggenggam tangan suaminya.


"Dan Baby girl kita pasti secantik Mommy nya." sahut indra, sembari mencium dahi dan juga tangan istrinya.


Setelah selesai melakukan USG, calon orang tua itu selalu melakukan konsultasi ini dan itu, mengingat kelahiran baby twins yang semakin dekat.


"Dok, Saya ingin sekali bisa melahirkan secara normal, kira-kira apa yang bisa saya lakukan agar mempermudah proses melahirkan normal?" tanya fitry.


"Nyonya bisa melakukan senam ibu hamil setiap hari, dan Tuan juga bisa menemani anda saat bersenam untuk menjalin kemistri antara orang tua dan juga calon bayi. Dan saat sudah memasuki trismester ke 3, Tuan bisa membantu membuka jalan Baby untuk lahir dengan sering-sering menjenguk baby twins." jelas dokter panjang lebar.


Entahlah, Author pun bingung apa maksud dokter.😂


Indra langsung tersenyum genit pada istrinya saat dokter menyuruh untuk sering-sering menjenguj baby twins.


Fitry yang melihat ekspresi mesum suaminya, memutar bola matanya malas.


.


.


Setelah chek up, Indra dan Fitry mampir ke mall untuk sekedar jalan-jalan. Awalnya indra menolak, karena takut bumil kecapean. Tapi istrinya itu merengek dan memaksa ingin ke mall.


Beberapa benit berlalu, kini mereka sudah tiba di mall tempat mereka dulu ngedate pertama kali.


Fitry berjalan mendahului suaminya karena sudah tidak sabar ingin masuk dan bermain di area Game Zone


Setibanya mereka di area Game Zone, Mereka langsung bermain seperti dua anak kecil.


Mereka hanya bermain permainan yang ringan dan tidak membahayakan ibu hamil itu.


"Apa kau masih ingat tempat ini Honey?" tanya fitry di sela-sela bermain.


"Tentu saja, ini tempat pertama kali kita ngedate. iya kan cinta?" tutur indra.


fitry mengangguk cepat, dia senang karena suaminya masih ingat semua hal tentang kisah mereka.


"Kau tau Doben, aku jatuh cinta pada mu saat pertama kali kita bertemu. Waktu kamu menabrak ku waktu itu. Aku kira, kita tidak bisa bersama karena status sosial kita berbeda. Aku menepis perasaan ku saat itu, namun saat kita sering bersama dan sering berkomunikasi, rasa ingin memiliki mu jadi semakin menggebu. pada saat itu pula aku berjanji bahwa aku akan bekerja keras hingga aku sukses dan pantas untuk bersanding dengan mu." ucap indra pada istrinya.


"Dan kau telah berhasil membuktikan janji itu." jawab fitry tersenyum pada suaminya.


"Ya, aku tak pernah menyangka jika saat ini kita telah bersama, bahkan kita akan menjadi orang tua beberapa bulan lagi." timpal indra.


"Aku Bahagia Honey... Terimakasih sudah memilih ku untuk menemani mu dari dulu hingga saat ini." ucap fitry mengelus pipi suaminya.


"Aku juga sangat bahagia karena kamu mau menjadi istri ku, terimakasih sudah menemani ku berproses dari NOL hinga saat ini dan selama-lamanya." indra memeluk istrinya dan mencium dahi sang istri.


"Rasa cinta ku pada mu semakin bertambah setiap harinya, bahkan aku takut jika tuhan memisahkan kita. aku selalu meminta pada Tuhan, Untuk mengambil nyawa ku sehari sebelu Tuhan ambil nyawa kamu. Karena aku tidak akan sanggup jika kamu meninggalkan ku lebih dulu honey, aku takut hidup tanpa kamu. Aku tidak mau." ucap fitry sambi terisak di dalam pelukan suaminya.


"Sshhhuutt... Jangan bicara seperti itu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, dan aku juga takut jika harus kehilangan mu lebih dulu, aku juga tidak ingin hidup sendiri tanpa mu. Kau separuh nyawa ku Doben, aku akan mati jika kau mati, dan aku akan tetap hidup jika kau berada disisi ku. Berjanjilah kita akan menua bersama dan hidup bersama kembali di kehidupan selanjutnya." balas indra semakin membuat suasana semakin haru.


Moment jalan-jalan berganti dengan moment sedih.


"Kita makan Es krim Yuk?" ajak indra pada istrinya yang masih terisak.


Fitry mengangguk pelan. mereka berjalan dengan terus berpelukan. Fitry masih setia menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


mereka tiba di stand penjual Es krim, Indra langsung memesan Es krim kacang favorit istrinya.


Setelah pesanan datang, mereka langsung menyantap es krim itu hingga tandas tak bersisa. Es krim memang pengubah mood, Istrinya yang tadi menangis sekarang sudah lebih baik. Dan mereka memutuskan untuk pulang.