
Ayah Yudi sudah mendapatkan titik terang saat ini. Ayah Yudi baru saja dapat kabar dari pihak kepolisian, bahwa GPS mengarah pada sebuah Hotel mewah yang ada di pusat kora amerika.
Ya, polisi meretas HP milik fitry. Untung saja Hp itu masih berada di dalam tas milik Fitry, namun Hp dan tas itu tertinggal di dalam mobil penculik tadi, dan mobil itu ada di area parkir di Hotel itu.
"Baik, kita bertemu langsung di lokasi pak, terimakasih!" jawab Ayah yudi dan langsung mematikan sambungn telpon itu.
"Ayo Bu, polisi sudah berhasil melacak keberadaan fitry.!" titah Ayah yudi yang langsung di angguki cepat oleh ibu eny.
Ayah Yudi menarik pesal gas dengan kasar, dia melajukan mobilnya menuju Hotel yang sudah di intruksikan oleh polisi.
kini Ayah Yudi telah sampai di Hotel itu. Ayah yudi langsung berlari masuk ke dalam hotel menuju resepsionis.
"Permisi miss, Apa ada gadis bernama Fitry Hartawan memesan kamar di hotel ini,?" tanya ayah yudi dengan nafas memburu.
"Sorry Mr. Tidak ada yang memasan atas nama gadis tersebut." jawab resepsionis itu.
Kini polisi yang akan melakukan penggeledahan di setiap kamar.
"Maaf miss, disini ada tindak kejahatan, kami harus mencari gadia yang sedang di sandra oleh tersangka. Kami mohon ijin untuk melakukan penggeledahan sekarang." ucap polisi itu dengan nada menekan.
Seluruh anggota polisi di kerahkan, dan mulai mengecek satu persatu kamar yang ada di hotel tersebut. Ayah yudi juga ikut mencari, hingga pencarian itu terhenti di kamar nomor 098.
untuk menghindari tersangka kabur, maka pencarian menggunakan alat sadap suara. Ada banyak suara aneh di hotel itu, entah apa yang mereka lakukan didalam sana.
Hingga alat sadap suara itu mendengarkan suara seorang gadis sedang menangis dan menyerukan nama david.
Ayah Yudi tersentak. Dia membelalakan matanya. Dan langsung berlari kembali ke arah resepsionis untuk meminta kuci kamar nomor 098.
Setelah Ayah Yudi mendapatkan kunci, ia di temani beberapa anggota polisi untuk menangkap pelaku kejahatan.
BRUUAAKKK!! Suara pintu terbuka dengan keras.
dua orang yang ada di dalam sana terkaget mendengar suara gebrakan pintu.
"Fitry, David..!" ucap ayah yudi mendekat pada putrinya.
sedangkan David, dia mengumpat di tempatnya, karena saat ini polisi sudah menahan pergerakan pria itu. "****..!!" umpat david dengan wajah murka.
"Apa yang terjadi?" tanya ayah yudi pada fitry sambil melepaskan tali dari tangan putrinya.
Ayah yudi menatap tajam David. Dia mengurai pelukan nya pada putrinya dan kembali menatap wajah sang putri sendu. Dia menghapus air mata yang jatuh membasahi pipi putrinya tersebut.
Setelah di rasa fitry sudah tenang, Ayah Yudi beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah David.
PLAAAKKK...!!
Ayah Yudi menpar pipi david dengan keras. Kini david menundukan wajahnya malu.
"Bawa dia Pak," titah Ayah Yudi pada polisi.
"Baik!" dengan cepat, polisi membawa david keluar dari kamar hotel itu dan membawanya menuju kantor polisi.
Ibu Eny yang sedari tadi berada di ambang pintu, karena Shok melihat kejadian di dalam kamar itu akhirnya Ibu eny memutuskan untuk menunggu di luar.
Kini ibu eny masuk ke kamar itu setelah semua polisi pergi dari kamar hotel.
"Fitry..." seru ibu memanggil putrinya.
"Ibuu... Aku takut... Hisk hiks," ucap fitry seraya memeluk ibu eny erat.
Ibu eny mengelus kepala putrinya lembut.
"Sudah, jangan menangis... Kita pulang ya?" ajak ibu eny pada putrinya. Fitry mengangguk pelan.
Ayah Yudi segera menggendong putrinya keluar dari kamar Hotel menuju mobil mereka.
Setelah semua ada di dalam mobil, ayah yudi langsung melajukan mobilnya untuk pulang terlebih dahulu. Sebelum mengurus masalah david.
beberapa menit kemudian...
setelah sampai di apartemen, Ayah yudi langsung menggendong putrinya masuk ke dalam rumah.
Kini fitry sudah selesai membersihkan badan. Dan duduk di tepi ranjang kamarnya.
Ayah Yudi yang menunggu putrinya sedari tadi, akhirnya mendekat pada gadia itu dan kembali memeluknya erat.
Ibu eny juga mendekat pada suami dan juga putrinya. Dia duduk di samping kiri fitry sedangkan ayah duduk disamping kanan fitry.