Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 49



satu jam berlalu, fitry mencebik kesal melihat suaminya.


Indra pun tertawa melihat sang istri, dia tersenyum puas melihat istrinya kesal.


"Aku sudah lapar, turun yuk?" pinta indra pada istrinya. Dia mengulurkan tangannya dan di sambut oleh sang istri.


Setelah di meja makan, Indra melihat meja penuh dengan masakan istrinya, dia tersenyum tak sabar ingin mencicipi makanan buatan sang istri.


Indra duduk dan menatap istrinya yang sedang melayani nya. Pemandangan yang sangat indah pagi ini.


"makanlah..." ucap fitry sambil meletakan piring di hadapan suaminya.


"Terimakasih istriku..." balas indra dengan senyuman.


Fitry yang sudah lapar sedari tadi juga ikut duduk dan langsung menyantap makanan yang dia buat sendiri.


"Eummm.... Rasanya Enak Doben, kau pintar sekali memasak, beruntung sekali aku memiliki istri seperti mu. Sudah cantik, lembut, baik, pintar masak lagi." indra memuji masakan istrinya.


Bukan kaleng-kaleng, meskipun hanya nasi goreng, namun rasanya sungguh lezat.


"Apa suami ku suka?" tanya fitry.


"Tentu saja, bahkan aku ingin selalu makan masakan kamu. Jika kamu tidak keberatan memasak." ucap indra sumringah.


"Baiklah... Aku akan memasak untuk suami ku." timpal Fitry dengan antusias.


Indra mengacak puncak kepala sang istri. Dia merasa sangat bahagia saat ini.


.


.


Setelah selesai makan, bibi sudah tiba di kediaman Indra. dia di minta indra untuk membantu istrinya packing.


"Selamat pagi Tuan, dan Nyonya Indra." sapa bibi pada pemilik rumah.


"Pagi bi.. bibi langsung naik saja ke kamar, bantu istri saya untuk packing, kami akan pergi ke bali untuk satu minggu kedepan. Bibi tetap datang kesini setiap hari ya." titah indra pada bibi.


"Baik Tuan, mari nyonya." jawab bibi dan langsung mengikuti sang nyonya.


.


.


beberapa menit setelah berkemas, kini Fitry dan indra sudah siap menuju bandara.


"Bi.. Jaga rumah ya, kunci semua pintu pastikan rumah aman. Minta pak satpam untuk selalu standby disini. Kami pergi dulu bi.." ucap Fitry sambil mengulas senyum pada bibi.


"Baik nyonya, hati-hati di jalan." balas bibi dengan senyum ramah.


Indra dan Fitry menaiki taksi untuk menuju bandara, karena memang belum punya supir dan Indra juga belum membutuhkan jasa supir untuk saat ini.


20 menit berlalu... Kini Indra dan Fitry tiba di bandara untuk menempuh perjalanan ke pulau dewata bali.


Tak butuh waktu lama, mereka telah tiba di sana. Fitry sangat antusias sekali. Sudah lama dia tidak pergi berlibur. Meskipun anak tunggal dari seorang sultan, namun dirinya jarang sekali melakukan liburan apa lagi Ayah Yudi yang sangat sibuk. Tidak pernah memiliki waktu untuk sekedar jalan-jalan ke agro wisata terdekat.


saat ini mereka sedang menaiki taksi menuju villa. Indra sengaja menyewa villa untuk tempat mereka beristirahat.


beberapa saat kemudian... Indra dan Fitry sudah sampai di villa minimalis namun sangat indah. mereka langsung menuju kamar yang ada di villa itu.


Villa itu hanya memiliki satu kamar tidur yang sangat luas, satu kamar mandi lengkap, ruang tamu dan juga dapur.


Villa itu langsung menghadap hamparan pantai yang Indah. saat membuka Gorden kamar, mereka akan langsung melihat Pasir putih dan Laut yang membentang. Sangat cocok untuk pasangan pengantin baru yang ingin honey moon.


"Kau menyukainya istriku?" tanya indra sambil memeluk sang istri dari belakang dan menyandarkan dagu nya di bahu sang istri.


Fitry mengangguk dan tersenyum melihat suaminya dari samping.


"mau jalan-jalan sekarang?" tanya indra lagi.


"iyah aku mau honey." jawab fitry membalik tubuhnya langsung memeluk sang suami.


"Baiklah... Let's Go..." ucap indra menggandeng tangan istrinya.


Mereka berjalan menyusuri pantai, sambil mengobrol ringan dan bercanda ria. Mereka tertawa bersama.


Hingga akhinya Fitry sengaja mencubit pipi suaminya dengan sangat kencang dan berlari sambil meledek sang suami.


"Bleeee.... Ayo kejar dan tangkap aku honey..." teriak fitry yang terus berlari.


"Dobenn... kau benar-benar nakall, awas saja aku akan menghukum mu." teriak indra yang saat ini sedang mengejar sang isti.


Fitry berlari sekuat mungkin, namun langkah kakinya kecil, berbeda dengan suaminya yang langkah kakinya lebih besar. Dengan cepat Indra menangkap tubuh nya.


Haaapppp..!!! "Dapat kaauu...." seru indra saat menangkap istrinya.


"Ah kau curang honey, langkah kaki mu lebih lebar dari ku." ucap fitry dalam pelukan sang suami.


"itu derita kamu Doben, bersiaplah menerima hukuman dari ku nanti malam." timpal indra dengan senyum smrik.


"Siapa Takut,!" sahut fitry menantang suaminya.


"Okey.." jawab indra singkat.


"Honey... Laparr..." ucap fitry sambil memegang perutnya.


"Ayo kita makan.." ucap indra melepas pelukannya dan menggandeng tangan sang istri.


"Aku tidak mau berjalan honey.." tolak fitry menahan langkah kaki suaminya.


"okey aku akan menggendong mu cintaku."


Saat indra akan menggendong istrinya ala bridal style, fitry langsung menolak.


"Tidak mau honey, aku ingin di gendong di belakang saja." tolak fitry dengan merengek.


Indra menghembuskan nafas nya pelan. Lalu dia berjongkok meminta sang istri naik ke punggungnya.


"Naiklah Doben," titah indra.


"Yeeaaayy Assiikkk..." fitry bersorak pelan dan bertepuk tangan kecil. Lalu dia naik ke punggung suaminya.


Indra tersenyum melihat tingkah istrinya. hingga menggelengkan kepalanya pelan.