Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 15



Setelah pertemuannya dengan Fitry di Rumah Sakit waktu itu, kini David menepati janjinya untuk bermain ke Apartemen Fitry hari ini.


David sudah tiba di depan pintu apartemen.


Niinngg Nuungg....(Bunyi suara Bel)


Ibu Eny mendengar suara bunyi bel, ia lagsung beranjak dari tempat duduknya bersama fitry. mereka tadi menonton film bersama.


Cekleekk... (Pintu terbuka)


"David, ayoo silahkan masuk" titah ibu eny.


"terimakasih tante, ini buat tante, david tadi beli untuk mami, jadi sekalian juga buat tante." ucap david ramah.


"Kau ini, maaf jadi merepotkan mu david. Terimakasih ya? Biar ibu panggil fitry dulu"


"Oh, tidak perlu tante, biar david aja yang samperin fitry. Fitry nya di mana tante?" tolal david yang ingin langsung menemui gadis incarannya.


"Fitry ada di kamar nonton film tadi." sabut ibu eny.


"Baiklah biar david kesana." jawab david senyum


"okey, ibu buatkan minum ya."


David hanya mengangguk dan langsung pergi ke kamar fitry yang ada di lantai 2. Ya, apartemen yang di miliki ayah Yudi memiliki 2 lantai di dalamnya.


.


.


Tookk..! Took...! david mengetuk pintu.


"masuk Vid.." ucap fitry tanpa menoleh ke arah david.


"Ngumpet mulu di kamar." david berjalan mendekati fitry lalu mengacak rambut gadis itu.


"Aiiiihh... Rambut ku berantakan dodol, kan jadi jelek aku sekarang." rengek fitry kesal.


"Ha ha ha ha... Jelek mah jelek aja. Eh, jalan yuk... Kita keliling kota amerika." ucap david antusias.


"kamu gak liat kalo aku ini lumpuh, kau sedang meledek ku ya?" sungut fitry makin kesal.


"Emang kenapa kalau kamu lumpuh? Aku kan bisa bantu kamu. Jangan risau.. Kalau kamu mau, aku akan menggendong mu keliling kota amerika." balas david tersenyum.


"Baiklah, aku juga bosan di apartemen terus. Sebulan lebih disini tapi aku belum jalan-jalan sekalipun." jawab fitry menyetujui tawaran david.


"Okey, aku akan keluar. Bersiaplah.. Jika butuh bantuan panggil saja aku. Aku akan menunggu mu di depan pintu." ucap david langsung beranjak dari duduknya. Dia berjalan menuju pintu, tak lupa mengacak rambut fitry lagi.


David hanya tertawa meninggalkan gadis itu.


.


.


Setelah fitry selesai megganti bajunya, kini fitry sudah siap untuk jalan-jalan bersama david.


"Aku sudah selesai. Ayok berangkat." ucap fitry yang kini berada di pintu kamarnya.


"Baiklah, ayo pergi." sahut david dan ia langsung mendorong kursi roda fitry.


setalah sampai di bawah mereka berpamitan pada Ibu Eny dan langsung pergi meninggalkan apartemen.


.


.


Kini mereka sudah ada di salah satu mall yang berada di amerika. dan david mengajak fitry untuk mengelilingi mall tersebut. Shopping, tentu saja mereka akan melakukannya.


David membelikan banyak sekali barang untuk fitry. Hingga keranjang belanjaan penuh terisi. jangan tanyakan bagaimana david mendorongnya. David meminta pelayan mall untuk mendorong keranjang belanjaan mereka dan david tetap setia mendorong kursi roda fitry.


kini mereka telah sampai di tempat kasir. David mengeluarkan black cardnya. Dan memberikan pada petugas kasir.


"Vid, aku lapar!" ucap fitry pada david.


"Baiklah, ayo kita makan." jawab indra tersenyum.


setelah lelah berbelanja mereka memutuskan untuk mengisi perut mereka di resto yang ada di dalam mall tersebut.


"Kau ingin makan apa?" tanya david


"Aku mau pasta sama chiken chees, dan jus mangga satu." ucap fitry pada david.


"okey," david pun langsung menyampaikan pesanannya pada pelayan resto memakai bahasa inggris.


Bukan fitry tidak bisa berbahasa inggris, hanya saja dia merasa aneh jika harus berbicara pada orang asing, apa lagi mereka menatap dirinya dengan tatapan Kasihan. Fitry tidak suka, seolah dirinya adalah orang yang paling menyedihkan di dunia ini.


Setelah pesanan sampai, merek menyantap hidangan itu dengan lahap.


Hari yang melelahkan untuk fitry karen seharian duduk di atas kursi roda. Namun dia senang karena akhirnya bisa keluar jalan-jalan menikmati indahnya kota amerika.


Fitry yang sudah di antar pulang oleh david, langsung membaringkan tubuhnya perlahan.


Di ingin menelpon kekasihnya Indra dan menceritakan bahwa dia bertemu dengan kawan lamanya. Namun fitry yang sudah mengantuk, akhirnya ketiduran tidak jadi menelpon Indra.