Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 6



malam menjelang, Indra yang sudah selesai dengan pekerjaanya memutuskan untuk langsung pulang ke rumah tepat waktu.


Setibanya di rumah, indra yang lelah merebahkan tubuhnya dengan ponsel yang sudah di genggam nya.


Dia tersenyum Melihat layar ponsel itu, ada pesan dari gadis berisiknya. tanpa pikir panjang indra langsung mendial nomor itu untuk menghubungi Fitry.


"Hallo.." suara fitry yang lembut menyapa indra dari sebrang sana.


"Belum Tidur..??" tanya indra. dengan suara berat nya yang selalu membuat hati Fitry berdetak tidak karuan setiap mendengarnya.


"Belum!" jawab singkat fitry.


"weekend gua jemput, sekarang cepat tidur, selamat malam." titah indra penuh penekanan.


belum sempat fitry menjawab, sudah terdengar bunyi 'Tuuutt..!!' tanda panggilan berakhir.


"Dasaarrr manusia gak ada akhlak, belum di jawab sudah di matikan telponnya." gerutu fitry kesal.


setelah obrolan singkat bersama indra usai, dia memutuskan untuk tidur, dengan pertanyaan di kepalanya "emang mau kemana?" gumam fitry yang nampak berfikir akan di ajak kemana oleh indra. Tak lama kemudian ia pun mulai memjamkan matanya.


Begitu juga indra yang berada di tempat berbeda. tersenyum dan segera memejamkan mata nya karna sudah lelah, setelah mengobrol singkat dengan gadis berisiknya.


.


.


Setelah beberapa hari terlewati, akhirnya weekend sudah tiba. Fitry yang nampak bingung di depan lemari pakaian harus memakai pakaian apa, akhirnya pilihan jatuh pada baju casual karena dia pikir akan jalan-jalan biasa.


Dengan memakai setelan jins dan kaos berwarna putih polos, tidak lupa sepatu dengan warna yang senada dengan celan jins yang dia kenakan.Dengan rambut kepang kecil di kedua sisi rambut, kini Fitry terlihat cantik alami dengan polesan bedak yang tipis dan sedikit lipglos. "Perfect...!" ucap nya setelah selesai berdandan.



Yaaah... Kira-kira begini lah penampakanya fitry hartawan! Hihihi😁


-Di tempat Lain, Indra yang sudah siap akan menjemput Fitry pun terlihat Tampan dengan tampilannya saat ini.


sama seperti Fitry, Dia pun mengenakan pakaian casual dengan setelan jins dan kaos lengan panjang berwarna merah yang di gulung ke atas, dengan sepatu yang senada dengan warna kaosnya. sepertinya mereka memang memiliki kemistri yang cocok. Apa mereka memang berjodoh? -hanya author lah yang tahu hihihi...😂



Dan beginilah penampakann Anthonius Indra Manek.


setelah Indra sampai di kediaman Fitry, ia mengetuk pintu rumah mewah tersebut. Ibu Eny yang mendengar ada yang mengetuk pintu langsung membukakan pintu tersebut. Betapa terkejutnya Ibu Eny ketika melihat calon mantu yang selalu di ceritakan putri manja nya itu.


"Eh, calon mantu, masuk, silahkan duduk! Biar Ibu panggilin fitry ya. Tunggu sebentar."


"Terimakasih tante." jawab indra dengan senyum manisnya.


"jangan panggil tante, panggil Ibu aja." sahut ibu eny. Lalu melenggang kedalam rumah untuk memanggil sang putri.


Indra yang duduk di ruang tamu bergulat dengan pikirannya sendiri. "Calon mantu?" indra tersenyum menggelengkan kepalnya mengingat panggilan sang Ibu untuk nya.


setelah beberapa saat, Fitry keluar dari tempat persembunyiannya. Dia melangkah mendekat ke arah pria yang sudah menunggunnya dengan senyum yang mengembang. Sepertinya dia sudah nampak tak sabar ingin pergi dengan pujaan hatinya.


"heii.. Mau langsung cabut?" tanya fitry pada indra.


Indra hanya mengangguk mengiyakan.


"Ibu.. Aku pergi dulu yah," pamit fitry pada ibu eny, tidak lupa salim dan mencium pipi sang ibu.


"Ibu, ijin untuk bawa fitry nya sebentar." pamit indra pula pada ibu eny.


"Iyaa.. Kembalikan Putri manja ibu tepat waktu ya. Dan maaf jika putri ibu menyusahkan. Kalian hati-hati ya..?" sahut ibu eny dengan senyum ramah.


.


.


Mereka yang menaiki motor matic indra, akhirnya pergi melajukan kendaraan itu menuju Mall.


hanya ngedate biasa, karena status mereka yang belum resmi pacaran.


Setelah sampai di Mall, indra melepaskan helm yang di kenakan fitry. Melihat perlakuan sweet indra, fitry hanya menikmati dengan senyum yang tak luntur di bibirnya.


Mereka segera masuk dan memilih untuk bermain di arep permainan. Dengan gelak tawa di sela mereka bercanda ria. seperti dua anak kecil yang terlihat asik dengan dunianya. Indra yang gemas dengan tingkah laku fitry selalu mengacak puncak rambut gadis itu.


Tak hanya itu, indra yang selalu menggandeng tangan fitry kemanapun pergerakan gadis itu melangkah pergi ia selalu mengikutinya. Seolah takut gadis itu akan menghilang.


Fitry yang memang sudah jatuh hati pada pria itu yang selalu memperlakukan nya dengan manis tidak keberatan sama sekali.


tanpa mereka sadari ada pasang mata yang melihat mereka dari jauh. Menatap tajam mereka seolah ingin memisahkan mereka berdua.


Ya, orang itu adalah Dinda. Dinda yang melihat mereka dari kejauhan merasakan panas dalam hatinya karena terbakar api cemburu. Dinda yang diam-diam menaruh hati pada Indra sejak dulu merasa iri dengan fitry, orang yang baru dikenal oleh indra. Fitry sudah berhasil merebut hati indra dengan cepat. Sedangkan dia yang sudah banyak berkorban hanya di anggap sahabat.


Dinda yang tidak rela melihat kebahagiaan mereka, tersenyum licik ketika memiliki suatu rencana yang ada di dalam otaknya.


.


.


Usai bermain, mereka yang lapar akhirnya memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu.


mereka sampai di salah satu resto yang ada di mall tersebut.


Kini Perut mereka sudah kenyang, namun acara ngedate mereka belum usai, kini mereka sudah berada di dalam Bioskop menonton film Horor.


Sebelumnya indra sudah melarang untuk tidak menonton film horor, tapi karena paksaan dari gadis berisiknya, akhirnya dia mengalah dan ikut saja apa kata gadis itu.


dan selama menonton, fitry yang takut namun sok pemberani itu akhirnya menyerah. Dia yang dari awal film itu mulai hingga akhir, hanya menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher indra dengan memeluk pria itu kuat. Memejamkan matanya rapat-rapat.


indra yang melihat tingkah gadis berisik itu pun hanya tersenyum menggelengkan kepalanya pelan. Tak di pungkiri jantung indra yang berdegup kencang memporak porandakan hatinya. Namun dia tetap stay cool di depan gadis berisik itu.


.


.


tak terasa hari sudah sore. Mereka memutuskan untuk segera pulang tepat waktu seperti kata Ibu eny.


Indra mengantarkan sampai gerbang Rumah Fitry, karena malam hampir tiba, ia ingin segera pulang dan beristirahat. tak lupa dia menitip salam pada ibu eny.


"Thank's for today. I'm so happy" ucap fitry tersenyum manis pada indra yang sudah turun dari motor matic itu.


indra pun membalas senyuman itu, dengan gemas mencubit salah satu pipi gembul gadis berisik itu.


"Masuklah.. Jangan lupa istirahat. Nanti malam Gua telpon." ucap indra pada fitry lalu melajukan motornya menuju kediamannya.


Hari yang menyenangkan bagi mereka berdua,bisa menghabiskan waktu bersama.


.


.


Sudah beberapa minggu berlalu mereka saling mengenal. Dan mereka selalu berkomunikasi untuk saling memberi kabar, dan bahkan memberitahukan segala aktivitas yang mereka jalani setiap waktu.


jangan lupakan dinda yang selalu hadir di tengah-tengah mereka. Dinda yang tak pernah kehabisan cara untuk terus menempel pada indra selalu berhasil membuat Fitry Kesal melihat mereka yang selalu bersama. CEMBURU, jelas saja dia merasa cemburu. Namun dia selalu menepis rasa cemburu itu karena status nya dengan indra belum pacaran.


Indra yang tau akan kecemburuan gadis berisik itu, tak memberikan respon apa pun. Di balik ketidak peduliannya terhadap perasaan fitry, diam-diam ia merencanakan sesuatu untuk mengungkapkan perasaannya pada gadis itu tepat setelah mereka saling mengenal selama 2 bulan.


Namun rencana itu telah di ketahui oleg Dinda.


dinda tersenyum smrik dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


Hingga hari itu tiba, 2 bulan bersama akhirnya indra memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya Hari ini.


Indra menghubungi fitry untuk memintanya ke suatu tempat yaitu taman yang pernah mereka datangi waktu awal mereka jalan. Ya, di tempat ayunan yang dulu pernah mereka duduki bersama.


dengan satu bucket bunga di tangan kanan dan juga beberapa batang coklat kacang favorit fitry di tangan kirinya, dia berdiri menanti kedatangan gadis berisiknya itu. Perasaanya tidak karuan saat ini. Keringat dingin membasahi pelipis wajah tampan nya itu.


Fitry buru-buru datang ke taman itu setelah menerima pesan dari indra. Karena di dalam pesan itu tertulis bahwa dia akan memberi tahukan suatu hal pada fitry.


Dinda yang sudah tau rencana indra akan menyatakan perasaannya pada fitry, diam-diam berada disana lebih dulu.


dia menyusun rencana untuk menggagalkan mereka.


Dinda yang melihat fitry sudah datang dari jarak jauh. Dinda langsung mendekat ke arah indra dan membuat drama seolah dia yang di pilih oleh indra untuk menjadi kekasihnya. Dinda tiba-tiba memeluk indra ketika fitry sudah semakin mendekat. Dengan posisi fitry yang berada di belakang indra, dia tidak tau jika gadis berisiknya sudah datang. Indra yang bingung melihat tingkah Dinda pun, mencoba melepaskan pelukannya.


Namun fitry yang sudah melihat kejadian tak terduga itu pun langsung membalik tubuhnya berlari sekuat mungkin menjauh dari pemandangan menyakitkan itu.


Dengan perasaan hancur, sakit dan kecewa fitry terus berlari. Dia menyeka Pipinya yang basah kerna air mata yang jatuh tanpa henti.


Hingga terdengar suara


Brraaakkk...! Bruuuuukk...!!


Terdengar suara decitan rem mobil yang menabrak sorang gadis yang berlari tanpa melihat jalanan yang di laluinya. Gadis itu terpental cukup jauh. Darah segar mengalir dari kepalanya.


Orang-orang yang mendengar suara tabrakan itu langsung berlari ke arah tempat kejadian.


Indra yang mendengar suara kecelakaan yang sangat keras, ikut berlari memastikan seseorang yang mengalami kecelakaan itu bukan gadis berisiknya.


Melepaskan pelukan dinda yang sedari tadi memeluknya. Dan meninggalkan gadis itu sendirian.


Setelah sampai di tempat kejadian Indra membelah kerumunan orang-orang.


Deg!!!


Indra membeku melihat seseorang yang tergeletak di aspal itu.