Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 10



Setelah kondisi Fitry membaik, kini fitry sudah di perbolehkan untuk pulang, Melanjutkan pengobatan dengan berobat jalan. Setiap minggu ia akan melakukan fisio terapi agar kakinya bisa kembali berjalan, karena hanya itu yang bisa dilakukan saat ini.


Indra pun tak pernah absen menjaga gadis itu, karena Ayah Yudi turun tangan untuk urusan study indra. Ayah Yudi adalah orang berpengaruh di kota ini, ia disegani oleh banyak orang, maka bukan perkara sulit bagi ayah yudi untuk meminta pihak kampus agar indra bisa melakukan aktivitas belajarnya melalui Daring. Karena tidak mungkin jika indra menjaga fitry pada malam hari, apa lagi menginap di kediaman Hartawan.


Indra selalu merawat fitry dengan baik. awalnya memang fitry selalu menolak kebaikan indra karena masih sakit hati akan kejadian di taman beberapa waktu lalu. Namun kini dia mengerti, jika Pria itu mencintainya tulus. Terlihat saat fitry sengaja menumpahkan makanan dengan mendorong piring di tangan indra hingga terjatuh, tapi indra sabar menghadapi sikapnya. dia tak pernah menyerah untuk membujuk meminum obat karena fitry yang tidak mau meminum obatnya. Hingga hari ini pun indra selalu setia mendorong kursi rodanya untuk sekedar berjalan-jalan keliling halaman rumah.


"Doben, apa kamu sudah lelah duduk dan ingin beristirahat?" tanya indra pada fitry dengan posisi berjongkok dihadapan gadis itu sembari menggenggam tangan nya.


Fitry hanya menggeleng pelan.


"Apa aku boleh menanyakan sesuatu?" ucap fitry pada pria di hadapannya.


Indra mengangguk mengiyakan "tentu saja boleh Cintaku."


"Kenapa kamu selalu memanggilku DOBEN,? Memang apa maksudnya?" tanya fitry penasaran.


indra tersenyum mendengar pertanyaan itu.


"Doben artinya adalah Kekasih, Aku sering mendengar Ayah memanggil Mama dengan kata itu. Kata ayah, panggilan Doben biasa di ucapkan orang-orangTimur, dan ayah asli orang Timur." jelas indra sembari mengacak pucuk rambut gadis itu.


fitry pun tersenyum lembut melihat penjelasan indra. Dia merasa sangat di cintai oleh pria itu.


"kenapa kamu ingin bersama ku? aku bahkan tidak bisa berjalan dan malah membuat mu susah. Ini tidak adil untuk Mu, kau berhak bahagia dengan gadis yang sempurna. Aku ikhlas jika kamu memilih gadis lain sebagai kekasih mu." fitry menitikan air mata ketika mengucapkan kata itu. Mulutnya bergetar.


"Sshhuuttt... jangan menangis, aku tidak suka melihat air matamu, kamu terlihat jelek sekali ketika menangis Doben," ucap indra tersenyum.


"Aku mencintai mu tulus cintaku, aku sudah berjanji pada diriku sendiri dan pada Tuhan, aku akan selalu menjaga Mu dan selalu berada disamping mu bagaimana pun keadaan kamu. Aku akan menjadi Mata ketika kau tak bisa nelihat, aku akan menjadi tangan ketika kau tak mampu meraba, aku akan menjadi kaki ketika kau tak mampu berjalan, Dan aku akan terus mencintai mu sampai kapan pun, bahkan jika kau menolak hadirku, aku akan tetap berada disisi mu. Jangan khawtirkan aku, lekas lah sembuh dan hidup lah bersama ku selmanya. Aku mencintai mu Doben," jelas indra penuh penekanan.


mereka bedua hanyut dalam suasana romantis pagi ini. Indra meraih tengkuk gadis yang ada di hadapannya itu, mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir nya dengan lembut.


Fitry menerima ciuman halus itu, memejamkan matanya menikmati ciuman indra.


hanya menempel tidak lebih. Karena indra pria yang selalu menjunjung tinggi kehormatan wanita. Itu sebabnya dia menjaga semua wanita yang ada di hidupnya.


setelah ciuman itu lepas, fitry menundukan wajahnya malu. Hatinya berdegup kencang seolah ingin meloncat keluar.


berbeda dengan indra, pria itu merasa lucu melihat fitry salah tingkah. Dia langsung menarik tubuh gadis itu membawanya kedalam pelukanya, mengecup puncak kepalanya sayang.


"kau sangat menggemaskan doben,!"


Fitry menyembunyikan wajahnya di dada bidang indra. Menghirup aroma maskulin yang khas pada tubuh pria itu.


"Ayo kita masuk, kamu harus istirahat!" ucap indra setelah melepas pelukannya.


Dia mendorong kursi roda fitry masuk ke dalam rumah. Sambil mengajak gadis itu bercanda.