
_Di kampus
Mereka yang sudah tiba di kampus langsung turun dari mobil.
"Indraa...." panggil seorang gadis dari arah parkiran yang cukup jauh dari mereka.
Indra yang merasa dirinya di sebut langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Heii, Din.." indra menyapa gadis yang memanggil namanya tadi setelah gadis itu berada di hadapan nya.
"Kamu mau masuk kelas? boleh bareng?" tanya Gadis itu pada indra.
"Ooh.. Tentu saja,!" jawab indra dengan ramah.
Fitry yang merasa di abaikan langsung berdehem keras, "Ekkkhheemmm...!"
indra yang lupa dengan keberadaan fitry langsung sadar.
"Oohh ya.. Kenalin ini Dinda teman sekelas gua, dan Dinda ini Fitry temen gua juga namun beda fakultas." jelas indra pada kedua gadis cantik itu.
"Dinda..." sapa dinda mengulurkan tangan pada Fitry.
"Fitry..." fitry menyambut uluran tangan dari dinda dengan senyum.
"Yauda gua ke kelas dulu sama Dinda, Dan setelah kelas usai, Lu harus anterin gua ke tempat kerja, sesuai kesepakan kita." jelas indra pada Fitry yang masih berdiri di samping mobilnya.
"Siaapp Komandan..!" ucap fitry mengiyakan.
Indra dan Dinda akhirnya berjalan lebih dulu meninggalkan Fitry sendiri. tak lama kemudian Fitry juga segera menuju kelasnya.
.
.
.
_Jam 12.00 kelas pun usai,
Fitry yang sudah standby di tempat parkir menunggu Indra yang belum keluar dari kelas.
tak lama kemudian Indra akhirnya muncul dan dia tidak sendirian, ada Dinda bersama nya. Melihat meraka yang asik ngobrol terlihat jika mereka bukan hanya sekedar teman, spertinya lebih.
Indra yang sudah sampai depan mobil Fitry melambaikan tangannya pada Dinda sebelum masuk mobil.
"Lama Banget Lu,!" omel fitry pada indra dengan pipi yang mengembung pertanda jika dia sedang merajuk.
"Sorry yaa..." jawab singkat Indra sambil mengacak puncak kepala fitry.
Fitry yang mendapat perlakuan manis dari indra hanya bisa tersipu, sudah di pastikan jika pipinya sekarang berubah merah padam.
"Yauda jalan, malah bengong,! Tapi kita makan dulu."
ucap indra menyadarkan fitry yang masih saja tersipu sipu pada indra.
"Siiaapp Komandan, kita mau makan dimana?" tanya fitry sambil melajukan mobilnya membelah jalanan yang padat kendaraan.
"Makan yang sederhana aja, gua ga ada duit buat makan di resto mahal," jelas indra yang prihatin dengan kondisi dompetnya.
"Oke deh... Oh ya Gua boleh minta nomor ponsel Lu? biar bisa komunikasi sama Lu." Fitry yang merasa kesusahan karna tidak memiliki nomor ponsel untuk menghubungi Indra disaat butuh bantuan darinya.
"Boleh, sini HP Lu, biar gue yang save." ucap indra dengan mengulurkan tangan meminta ponsel Fitry.
Fitry pun memberikan poselnya pada Indra. Dengan sandi yang sudah dibuka terlebih dahulu.
Fitry yang fokus menyetir tidak tahu apa yang dilakukan indra pada ponsel milik nya,
tanpa sepengetahuan Fitry, indra yang sudah membuka aplikasi Chat, diam-diam mengirim Foto cantik fitry yang terdapat pada galeri ke nomor ponsel milik indra sendiri. Ada beberapa foto yang dikirim, setelah di pastikan terkirim indra langsung menghapus chat yang tadi dikirim ke nomor ponselnya.
"Niihh.. Uda gua save pake nama SI TAMPAN, wkwkwkwk,!" indra menertawakan perbuatan jahilnya sendiri.
"Aiiihh... Dasar Lu ke-PD-an,! Hahaha..!" Fitry yang mendengar penjelasan indra pun ikut tertawa meledeknya.
.
.
_setelah sampai di tempat makan yaitu WARTEG,
mereka yang sudah turun dari mobil langsung duduk di tempat yang disediakan, mereka memesan menu favorit mereka masing-masing. Setelah pesanan sampai meja, mereka langsung menikmati makanan tersebut. Fitry yang melihat cara berDo'a Indra yang menggenggam tangannya dan membuat salip ketika selesai berdoa pun akhirnya bertanya pada indra di sela makan. "Agama Lu apa?"
"Oohh..." Fitry yang mendapat jawaban pun hanya ber Oohhh ria. Dia yang teringat dinda pun akhirnya kembali bertanya. "Dinda cewe Lu ya,?"
"Bukan, Dia temen baik Gua yang selalu bantu gua saat gua butuh, intinya dia segalanya buat gua,!"
jelas indra panjang lebar.
"Tapi kaya nya, Dia suka sama Lu deh.. Keliatan banget dari cara dia natap Lu." bantah fitry yang tidak mau kalah.
"Tapi gua gak suka sama dia, gua gak mau kalau persahabatan gua rusak hanya karena perasaan," ucap indra dengan serius sambil menatap tajam ke arah fitry.
fitry yang mendengar penjelasan indra pun hanya manggut-manggut paham.
Setelah selesai makan akhirnya mereka lanjut menuju tempat kerja indra.
Fitry yang terkejut karena indra yang bekerja di tempat Ayah Yudi Hartawan, hanya diam saja pura-pura tidak tahu. Karena sepertinya indra pun tidak mengetahui kalau anak dari pemilik perusahaan meuble teebesar di jakarta tempatnya bekerja adalah Fitry Hartawan.
"terimakasih ya... Nanti gak usah jemput gua, biar gua naik ojek. Kabarin kalau sudah sampai rumah, oke??" ucap indra sembari mengacak puncak kepalan fitry sebelum turun dari mobil.
fitry kembali membeku, wajahnya sudah seperti kepiting rebus dan jantungnya kini berdetak tak beraturan seperti meloncat kegirangan.
Indra hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat reaksi fitry dan pipinya yang memerah, sudah di pastikan fitry sedang tersipu malu padanya.
Dia pun segera keluar dari mobil meninggalkan fitry yang masih bengong di tempatnya.
Fitry yang tersadar dari bengong nya langsung tersenyum mengingat perlakuan manis dari indra.
"Astaga, sepertinya aku sudah Gila karena senyum tidak jelas.!" Fitry yang mengoceh sendirian langsung melajukan mobilnya untuk Pulang ke Rumah, membelah jalan raya meninggalkan tempat kerja indra.
.
.
_setelah tiba di rumah
Fitry yang sedang happy langsung masuk rumah dengan perasaan bahagia mencari Ibu Eny, ibu kesayangannya.
"Ibuuu.....!," teriak fitry yang berlari menuju Ibu eny yang sedang duduk santai di sofa ruang keluarga.
setelah mendapati ibunya, Fitry langsung memeluk dan mencium pipi ibu eny dengan sayang.
"hmmm... Mulai deh, kalau udah kaya gini pasti lagi jatuh cinta,! Katakan siapa Pria yang sudah buat putri ibu menjadi manis seperti ini..??" Ibu eny yang sudah bisa menebak perasaan putrinya langsung menanyakan calon mantu nya itu.
"Aiiisshh... Ibu ini, aku baru saja jatuh cinta, belum pacaran bu... Tapi dia pria yang baik Bu, dia Family Man banget, pekerja keras dan yang pasti Tampan.!" jelas Fitry dengan membayangkan wajah pria yang susah membuatnya mabuk kepayang.
"Ya sudah sana istirahat, dan jangan lupa kenalkan pada Ibu jika kalian sudah pacaran, oke?" ibu eny yang tak kalah antusias jika putrinya punya kekasih. Karena di usia nya yang sudah renta, tak di pungkiri jika Ibu eny ingin segera memiliki cucu dan juga menantu.
"Siaapp Ibu ku tersayang. Fitry masuk dulu ya Bu..!" jawab fitry dengan senyum bahagia. fitry yang berjalan ke arah tangga meninggalkan ibu eny yang masi duduk di ruang keluarga melanjutkan aktivitasnya dengan gadjet di tangannya.
.
.
_Fitry yang sudah sampai di kamar langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur ukuran king size dengan posisi tengkurap dan kaki yang di biarkan menggantung di bawah tempat tidur.
Dia teringat ucapan indra yang menyuruhnya untuk mengabarinya setelah sampai di rumah. Tanpa berlama lama fitry beranjak dari tempat tidur mengambil Ponsel yang ada di tas.
setelah ponsel itu berada di tangannya, dia mencari nomor ponsel indra, dan benar saja indra mengesave nomor ponselnya dengan nama SI TAMPAN. Fitry yang terkekeh sendirian gara-gara nama itu, langsung mengirim pesan pada indra.
"Gua Udah sampai Rumah dengan selamat."
centang dua abu-abu!
Mungkin indra sibuk, pikir fitry. Lalu dia mengirim pesan lagi.
"Semangat kerjanya 💙" fitry memberi emot BLUE LOVE di pesannya.
Dengan senyum yang tak pernah luntur akhirnya Fitry membersihkan diri lalu melaksanakan Kewajibannya yaitu Sholat Dzuhur.
Dinda Kirana as Dinda
Visualnya sama yah guys dengan aslinya.. Hihihi...
Yah author emang kepikirannya sama Dinda Kirana yang menurut author pas dengan karakternya.