Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 38



Saat ini Indra telah kembali ke Kediamannya sendiri. Dia memberi kabar gembira ini pada Ayah Danu dan juga Mama Santi.


"Ayah, Mama.." panggil indra menyeru kedua orang tuanya.


"Ada Apa Indra?" jawab Ayah Danu.


Saat ini Ayah Danu sedang makan malam bersama Mama Santi.


Indra mendekati orang tuanya dan duduk di sebelah kanan meja makan.


"Indra ingin memberitahukan sesuatu pada Ayah dan juga Mama." ucap indra antusian menatap kedua orang tuanya bergantian.


"Memang nya ada Apa?" tanya Ayah Danu penasaran.


"Fitry akhirnya mau pindah keyakinan. Dan keluarganya ingin kita yang mengurus prosesi pembaptisan untuk Fitry." jawab indra dengan wajah berbinar bahagia.


"Benarkah?" tanya mama santi agar indra lebih menegaskan ucapanya.


"Iya Mama, Ayah Yudi sudah memberikan restunya para Fitry untuk pindah keyakinan." balas Indra meyakinkan Orang tuanya.


Ayah Danu dan mama Santi sangat Bahagia mendengan kabar gembira ini. Mereka menyetujui permintaan Ayah Yudi untuk mengurus segala keperluan yang di butuhkan saat acara pembaptisan.


"Kita harus segera mempersiapkannya Ma, sepertinya putra kita sudah kebelet mau nikah." ucapa Ayah Danu terkekeh pelan.


"Baik Ayah, biar Mama yang mengurusnya nanti." jawab mama santi dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Terimakasih Ayah, Mama... Kalian sungguh baik." ucap indra pada kedua orang tuanya terharu.


"Sama-sama sayang, apa pun untuk kamu." balas Mama Santi mengusap punggung tangan Indra yang berada di atas meja makan.


"Baiklah kalau begitu, Indra mau mandi dan istirahat." pamit indra beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki nya menaiki tangga menuju kamarnya.


Dia merasa sangat lelah hari ini. Setelah pulang dari kantor indra langsung menemui orang tua Kekasihnya. Dan itu membuat dirinya lelah.


.


.


Kini seluruh Anggota keluarga berkumpul di sebuah Gereja untuk menyaksika acara pembaptisan yang akan di lakukan oleh Fitry.


Ada orang tua Indra dan juga orang tua Fitry. Ini pertama kalinya dua keluarga itu bertemu. Pertemuan yang sangat menengangkan bagi keluarga Fitry karena ini pertama kalinya Ayah Yudi Dan Ibu Eny masuk ke dalam gereja.


1 jam Berlalu...


kini Fitry sudah Sah menyandang agama Katolik seperti Indra dan keluarga Indra lainya.


Ada Rasa sesak di Hati Ayah Yudi dan Ibu Eny, semoga ini pilihan terbaik untuk putrinya.


Tidak di pungkiri, mereka sangat sedih saat menyaksika prosesi pembaptisan beberapa jam yang lalu.


Meskipun bibir mereka selalu menyunggingkan senyum namun batin mereka berkata lain.


"Ayah, Ibu... Maafkan aku jika aku melukai hati kalian." ucap Fitry yang kini menangis dalam pelukan kedua orang tuanya.


"Tidak Nak... Ini adalah kebahagiaan Mu. Kau sudah berjanji pada kami, setelah ini kau akan bahagia. Tepati janji mu sayang, jangan buat pengorbanan kami sia-sia." ucap Ayah Yudi sambil mengusap rambut putrinya dengan lembut.


"Iya Ayah, Aku Bahagia, sangat bahagia.." ucap fitry masih dengan tangis terisak.


"jangan berfikir kami akan berhenti menyayangi mu karena keputusan mu untuk pindah agama sayang, kami akan tetap menyayangi kamu sampai kapan pun, kamu tetap putri kecil kami, kamu tetap putri Ayah Yudi Hartawan dan ibu Eny Hartawan. berhentilah menangis sayang, kau menyakiti hati Indra jika terus menangis." ucap Ibu Eny sambil mencubit pipi putrinya gemas. Lalu ibu eny memberikan ciuman di pipi fitry.


Ayah Yudi melakukan hal yang sama, dia mengurai pelukan nya pada putrinya lalu mendaratkan ciuman di dahi putrinya lama.


Fitry kembali terisak saat Ayah yudi mencium dahinya. Ada perasaan bersalah pada kedua orang tuanya.


Ayah Yudi paham akan perasaan putrinya. Lalu kembali memeluk putrinya.


"Shhuuutt.... jangan menangis lagi ya? Kau tetap putri Ayah yang Hebat." ucap ayah yudi menghapus air mata putrinya.


Indra menyaksikan pemandangan Haru itu juga ikut menangis. Dia belajar banyak dari kejadian ini, Bahwa berkorban untuk orang yang kita cintai memang penuh dengan Luka.


Cinta orang Tua terhadap Anaknya tak terbatas dan pengorbanan orang tua terhadap anaknya tak terbalas.


Indra berjanji akan membahagiakan Fitry selamanya. Karena keluaga fitry sudah berkorban untuk hubungan mereka.