
_Di Rumah sakit tepatnya ruang fisio terapi
Indra yang selalu stand by di samping kekasihnya, kini sedang menemani untuk fisio terapi. setiap satu minggu sekali mereka akan datang ke tempat itu. dan ini sudah fisio ke delapan kali.
Tak hanya Indra saja, Ibu Eny juga tidak ingin melewatkan proses penyembuhan putrinya itu. Beliau akan menemani putrinya untuk berobat.
Sayang nya, sudah dua bulan melakukan fisio terapi namun belum ada hasil apa pun. Fitry masih saja lumpuh. fitry merasa putus asa, ingin menyerah saja saat ini dan menerima kenyataan bahwa dirinya memang harus duduk di kursi roda selamanya.
"Ibu, Fitry sudah lelah harus bolak-balik ke rumah sakit untuk fisio terapi, tapi lihatlah bu, ini tidak ada gunanya sama sekali, aku tetap lumpuh Bu!" sendu fitry berkata mengungkapkan perasaanya pada ibu eny.
"Sabarlah sayang... Ini baru awal, proses penyembuhan mu masih panjang. Kita berdoa saja pada Allah semoga kaki mu cepat sembuh dan bisa kembali berjalan. Semangat dong... lihat tuh pangeran hati mu, dia saja tidak pernah mengeluh dan menyerah menemani mu. Harusnya kamu lebih semangat lagi untuk sembuh, iya kan nak indra,?" ucap ibu eny memberi semangat.
"Iya Doben, kamu jangan putus asa. Lagi pula, kapan lagi kita bisa berduaan seperti ini setiap hari,? Hehehe. Kamu tenang saja cintaku, pangeran tampan mu ini akan selalu ada untuk mu." sahut indra juga memberi semangat.
"Terimakasih Bu, Honey..." fitry berterimakasih pada ibu eny dan indra.
Indra yang kaget mendengar fitry memanggilnya HONEY pun berkata pada fitry untuk mengulangi ucapannya. "Kau memanggil ku apa? Aku tidak dengar!" goda indra pada kekasihnya.
"Honey" jawab fitry singkat.
"DOBEN, I LOVE YOU!" balas indra dengan mengecup pipi kekasihnya singkat.
"I LOVE YOU MORE HONEY!" fitry membalas ungkapan cinta indra.
Ini pertama kalinya fitry memanggilnya dengan panggilan sayang, biasanya tidak pernah. Dan ini juga kali pertama fitry membalas ungkapan cintanya, yang biasanya hanya di balas dengan senyuman saja. Betapa bahagianya mereka saat ini.
Ibu eny yang melihat adegan romantis putri dan juga calon mantunya juga ikut bahagia. Hanya Indra yang bisa membujuk putrinya ketika down, hanya indra yang mampu memberikan kenyamanan bagi putrinya, dan hanya indra kekuatan bagi putrinya. Semua karena indra, dan sumber kebahagiaan putrinya adalah indra.
"Semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untuk kalian!" batin ibu eny berdoa untuk dua insan yang saling mencinta.
"Bu, ayo kita pulang!" pinta fitry pada ibu eny.
Indra medorong kursi roda fitry menuju tempat parkir rumah sakit. Dan menggedongnya masuk ke dalam mobil dengan hati-hati. Ibu duduk di kursi depan di sebelah supir dan fitry duduk di kursi penumpang bersama indra. Fitry selalu memeluk lengan indra selama perjalanan pulang. Indra tidak keberatan sama sekali dengan sikap manja gadis itu, justru dia suka dengan sifat manja kekasihnya. Seperti tak pernah ada bosannya.
.
.
_Di rumah mewah keluarga Hartawan
Kini mereka sudah sampai di kediaman Hartawan, indra membantu kekasihnya keluar dari mobil dan langsung menggendongnya ala bridal styel menuju kamar kekasihnya.
Setelah sampai kamar, indra mendudukan fitry dengan hati-hati. Lalu dia berjongkong sambil mengenggam tangan fitry.
"Doben, aku sudah menyelesaikan study ku dengan baik, dan minggu depan aku akan wisuda, mungkin aku akan segera mencari pekerjaan dan akan sering meninggalkan mu. apa kamu keberatan?"
Ya, indra sudah menyelesaikan study nya minggu lalu, dan kini ia sedang meminta ijin pada kekasihnya untuk segera mencari pekerjaan. Bukan apa-apa, indra hanya takut jika kesibukannya membuat fitry sedih. Dia ingin fitry membiasakan diri tanpa nya. untuk itu indra mencoba memberi pengertian terlebih dahulu pada kekasihnya.
Fitry tersenyum melihat indra. Dia menangkup wajah pria itu, dan mengecup singkat bibir milik kekasihnya.
"Honey, Setelah semua pengorbanan yang kamu lakukan untuk ku, sekarang aku tak akan meragukan lagi kesetiaan mu, dan ketulusan cinta mu. Kejarlah mimpi mu, Berjanjilah pada ku jika kamu akan membahagiakan kedua orang tua mu dan juga adik perempuan mu, setelah semua keinginan mu terpenuhi, jemput aku dan bawa aku bersama mu kemana pun kamu pergi."
"Pasti, aku akan segera menjemput mu dan mengajak mu hidup bersama selamanya." jawab indra dengan mulut yang bergetar menahan kesedihan.
"Kau tau Honey, aku telah menggantungkan seluruh harapan hidup ku pada mu, Kamu adalah sumber kekuatan untuk ku, kamu juga kebahagiaan untuk hidup ku, aku ingin selalu bersama mu. Menikah dengan mu, tinggal di rumah sederhana, memiliki banyak baby dan menua bersama mu. Aku ingin melewati kisah hidup ku dengan mu Honey. Just with you!" ucap fitry tersenyum dengan tangis bahagia.
"Aku akan mewujudkan nya Sayang... I Promise!" seru indra sambil mengecup tangan fitry lembut.
Indra membawa fitry kedalam peluknya, menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher fitry, mencium aroma tubuh kekasihnya itu. Aroma tubuh yang selalu membuat hatinya damai dan candu.
Fitry pun sama, ia membalas pelukan indra tak kalah erat. Tak pernah menyangka jika pria yang di tabrak nya waktu itu, kini menjadi kekasihnya. gadis itu hanya berharap bisa hidup bahagia bersama pria yang ia cintai saat ini.