Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 47



Kini Indra dan Fitry sudah berada di kamar utama milik suaminya.


"Kamar kamu sangat luas Honey, kenapa kita tidak tinggal disini saja?" ucap fitry yang kini duduk di sofa panjang yang berada di dalam kamar suaminya.


"No! Aku mau kita hidup mandiri. aku ingin menikmati proses membangun rumah tangga hanya bersama mu saja my wife." balas indra dengan menowel dagu sang istri.


"Baiklah... Aku juga tidak keberatan sama sekali honey, mau kita tinggal dimana pun aku akan ikut suamiku." ucap fitry tersenyum.


Indra merapikan anak rambut istrinya yang sedikit berntakan. Dia mendaratkan ciuman nya di bibir milik sang istri.


"Lagii....??" tanya fitry pada Indra saat ciuman itu terlepas.


Indra mengangguk dan tersenyum genit menatap istrinya.


fitry mencebik kesal, suaminya benar-benar predator. Tiap ada kesempatan suaminya langsung menerkam nya lagi dan lagi.


Mereka bercumbu di atas sofa panjang itu, mencoba gaya baru.


lenguhan dan kecapan keduanya memenuhi kamar mewah milik indra. Mereka sudah lebih mahir sekarang.


Sama-sama ingin merasakan nikmat surga dunia.


Pergumulan itu tak hanya sekali, mereka melanjutkan adegan panas itu di Ranjang berukuran king size, membuat peegerakan mereka menjadi semakin liar dan bebas berekspresi semau mereka.


2 jam berlalu... mereka masih bergumul di atas ranjang.


Peluh mengalir di tubuh keduanya. Padahal suhu kamar itu sudah sangat dingin.


Puas melakukannya di ranjang, kini merek berpindah ke kamar mandi, melanjutkan pergumulan nya disana.


Entah sudah berapa kali pelepasan, mereka seakan tak pernah puas.


Maklum saja, pengantin baru. Hihihi...😆😂


3 jam berlalu,


Mereka keluar dari kamar mandi dengan ekspresi lelah namun juga lega.


Energi mereka sudah habis terkuras.


Namun Indra membuang pakaian milik sang istri karena sudah tidak berbentuk akibat ulah nya sendiri.


"Honey... Kau sungguh keterlaluan." cemberut fitry ngambek pada suaminya.


"Sorry... Biar aku pinjamkan baju mama, tunggu sebentar." Indra keluar dari kamar mencari keberadaan sang mama.


"Ma, pinjem baju dong buat istri indra." ucap indra pada mama santi yang saat ini berada di dapur.


"Ha? Memang baju fitry kenapa?" pekik mama santi menatap putranya.


"Hehehehe... Sudah, mama jangan banyak tanya. Cepat pinjamkan baju mama." indra tertawa kikuk pada mama santi.


"Dasar Predator, kelakuan kamu seperti Ayah kamu saja." sungut mama santi pada indra.


Mama santi langsung masuk ke kamar untuk mengambil baju ganti.


"Niiihh... Mama punya nya daster." mama santi memberikan daster itu pada putranya.


"makasih mama cantik." ucap indra yang langsung berlari kembali ke kamarnya.


saat sudah sampai di kamar, indra melihat sang istri masih mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya memperlihatkan bagian atas istrinya terekspose.


Indra menelan ludahnya susah payah.Dia mengusap wajahnya kasar. Tubuh sang istri benar-benar membuat sisi liarnya bangun. Tapi melihat ekspresi manyun sang istri, indra mengurungkan niatnya untuk menerkam sang istri.


"maaf lama menunggu, ini pakailah.." titah indra pada fitry.


Tanpa menjawab fitry mengenakan daster milik mama santi. Eh, jangan berpikir ini daster yang biasa di gunakan emak-emak saat kepasar, ini adalah daster kekinian. harganya pun mahal. Jangan salah sangka.


"Kau sangat cantik mengenakan daster doben, berpakaian begini saja saat kamu di rumah." ucap indra memuji sang istri.


Fitry tersenyum simpul.. Ya meskipun hanya memakai daster, kecantikan nya tidak luntur, malah justru terlihat semakin cantik. Wajah nya pun berubah menjadi aura keibuan.


Indra gemas melihat istrinya, dia menarik tubuh sang istri membawanya kedalam pelukan.


"Doben, I Love you" ucap indra pada istrinya.


"I love you more my Husband." balas fitry tanpa melepas pelukannya.