Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 53



"Ayah, Ibu Fitry hamil.." ucap Fitry pada orang tuanya dari sambungan telepon.


"Masyallah.. Alhamdulillah... Selamat ya sayang. Kami akan berkunjung kerumah kalian sore ini. kamu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mu dan indra." Ayah Danu dan Ibu eny sangat bahagia mendengar kabar ini.


"Iya Ayah, bawakan aku masakan Ibu, aku ingin memakan masakan ibu."balas fitry dengan senyum mengembang.


"Baik, Ibu akan memasak yang banyak untuk putri ibu." kini giliran Ibu eny yang menjawab.


"Baiklah, aku tutup telepon nya ya Ayah, ibu.." ucap fitry mengakhiri panggilan telpon itu.


"sudah telpon ayah dan ibu, sekarang tinggal telpon Ayah Danu dan mama santi." gumam fitry sendiri.


Indra hanya menggeleng melihat istrinya. Dia masih merasa pusing dan obat nya hanya satu, cium bau tidak sedap dari sang istri. Namun hal itu membuat fitry kesal, dia tidak diperbolehkan mandi oleh suaminya. Benar-benar ngidam yang aneh.😂


.


.


_Sore Hari.


"Sayaang.. Ibu dan Ayah datang..." teriak ibu dari lantai bawah.


Tak lama kemudian ayah danu dan mama santi juga datang.


"Heiii jeng... Lama tidak bertemu apa kabar?" sapa mama santi pada besannya. Tak lupa mereka cipika cipiki.


"Aku baik.. Kau apa kabar Jeng?" tanya balik ibu eny.


"aku juga baik, sekarang jadi semakin baik karena menantu ku sedang hamil. Kita akan punya cucu dan jadi Oma." balas mama santi antusias.


Ibu eny membalas dengan senyuman.


saat para ibu-ibu ngerumpi, para ayah juga mengobrol tentang bisnis. Ya, mini market milik ayah danu kini sudah memiliki banyak cabang di setiap kota yang ada di jakarta.


Indra dan Fitry turun dari atas dan menyapa orang tua mereka.


"Heiii Ayah, heiii ibu, heiii Ayah Danu, Heiii mama santi, maaf menunggu lama, aku harus membantu suami ku berjalan, dia saat ini sedang mengalami kehamilan simpatik." sapa fitry yang membantu suaminya duduk di sofa ruang tamu.


mama santi langsung mendekati sang putra.


"Aku tidak apa-apa Ma, hanya pusing dan mual saja, jangan cemas." ucap indra tersenyum.


Ibu Eny juga memdekati putrinya.


"Sayang, kamu belum mandi ya? kamu sangat bau." ucap ibu eny sambil menutup hidung nya.


"Iya, aku memang belum mandi. Suami ku melarang ku untuk mandi, karena rasa mualnya akan hilang saat mencium bau tidak sedap dari tubuh ku." jawab fitry dengan bibir manyun menatap kesal pada suaminya.


Semua orang tertawa mendengar penuturan fitry, termasuk indra. Ngidam yang sangat aneh memang. Tidak masuk akal. Tapi mau bagaimana lagi, memang begitu adanya.


"Ya sudah, turuti saja suami mu sayang, kasihan kan jika dia harus mual-mual terus?" ucap Ayah Yudi.


"Tapi aku tidak tahan dengan bau tubuh ku sendiri Ayah, dan rasanya tubuhku sangat lengket." bantah fitry.


"Meskipun kamu tidak mandi, tapi kamu tetap cantik Doben." sahut indra sambil memeluk dan mencium bau dari tubuh istrinya.


Fitry memutar bola matanya malas. dia kesal, namun tidak tega jika melihat suaminya tersiksa.


"Huuuuft...semoga ngidam ini cepat berakhir." gumam fitry.


"Berapa usia kandungan mu sayang?" tanya ayah danu pada fitry.


"8 minggu Ayah," jawab fitry singkat.


"Asal kalian tahu, istri ku ini tidak hanya mengandung satu baby, tapi dua, dua baby sekaligus." ucap indra penuh semangat.


para ayah dan ibu yang ada disana tersentak medengar ucapan indra. Mereka kaget tidak percaya.


Ibu Eny dan Mama santi langsung menepis indra yang ada di samping istrinya. Mereka ingin memeluk fitry saat ini.


"astaga, mama... Tega sekali pada anak sendiri." seru indra kesal pada mama santi.


"Mama ingin memeluk menantu mama yang mengandung baby twins." sahut mama santi cuek.


Papa Danu dan Ayah Yudi menggeleng saja melihat adegan itu. semua orang sangat bahagia dengan kehadiran baby twins yang masih di dalam perut fitry.


Mereka juga tidak sabar akan kelahiran baby twins.