
Kini keluarga Fitry singgah di kediaman keluarga Danu Josef Manek.
Mereka berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan rencana lamaran Indra dan Fitry.
"Tuan Hartawan, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Anda, karena sudah merestui putri anda mengikuti ajaran kami." ucap Ayah Danu membuka suara.
"Sama-sama Tuan Josef Manek, kami percaya pada Indra bahwa dia akan menjaga putri kami dengan baik." balas Ayah Yudi dengan senyum di wajahnya.
"Kami akan segera berkunjung ke kediaman Tuan Hartawan secepatnya untuk melamar putri anda. Apakah Tuan Hartawan berkenan?" ucap Ayah Danu pada Ayah Yudi dengan senyum ramah.
"Ya, lebih cepat itu lebih baik Tuan Josef Manek. Untuk apa menunda niat baik sedangkan hubungan mereka sudah mendapatkan restu dari kita sebagai orang tua mereka." jawab ayah yudi.
"Baiklah.. kami akan segera mempersiapkan semuanya Tuan Hartawan," balas Ayah Danu.
Sedangkan di sudut lain mama Santi dan Ibu Eny tengah sibuk membicarakan Tanggal yang bagus.
"Kira-kira tanggal berapa ya jeng untuk acara lamaran?" tanya mama Santi antusias.
"pilihkan tanggal yang mudah di ingat saja jeng.." sahut ibu eny sambil membolak balik kalender.
"Aahh... Tanggal ini saja, tanggal 23 bulan 3 tahun 2023." ucap mama Santi sambil menunjuk tanggal yang ada di kalender.
"Satu bulan lagi dong jeng?" tanya ibu eny pada mama santi.
"Tidak apa-apa lebih cepat lebih baik kan?" sahut mama santi dengan senyum lebar.
"Berarti aku harus mencari IO mulai dari sekarang." ucap ibu eny nampak berfikir.
"Tenang saja Jeng, nanti aku bantu." jawab mama santi dengan senyum menampakan gigi nya.
"Okey, nanti kita calling-calling saja." ucap ibu eny menyetujui.
"Beresss..." sahut mama santi singkat.
Di saat Ibu eny dan mama santi sibuk dengan persiapan lamaran Indra dan Fitry, Ayah Danu dan Ayah Yudi sibuk membahas bisnis. Kini Indra dan Fitry sedang berada di rooftop Lantai paling Atas.
Mereka duduk di atas Ayunan yang terbuat dari kayu. Memandang langit yang indah bertaburkan bintang-bintang
"Rumah kamu Bagus Honey, kau benar-benar hebat. Apa cicilanya sudah selesai? Hihihi..." tanya fitry sambil tertawa cekikikan.
"Sudah Doben, aku sudah melunasi nya bulan lalu cintaku, kau tidak perlu khawatir." jawab indra sambi menowel dagu kekasihnya.
"Oh, syukurlah.. Aku senang mendengarnya." senyum fitry pada indra.
"Apa Kamu menyesal dengan keputusan mu Doben?" tanya indra pada kekasihnya.
"Terimakasih sudah berkorban banyak untuk ku, dan untuk hubungan kita." balas indra mengecup punggung tangan fitry dengan lembut.
"Kau berhutang banyak pada ku Honey, kau harus selalu membahagiakan ku." ucap fitry dengan wajah berbinar.
"promise..." singkat indra menjawab.
"tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Sudah hampir 2tahun kita menjalin hubungan. Apa kau masih ingat awal kita bertemu?" celetuk fitry membuat indra tersenyum simpul.
"Tentu saja aku ingat Doben. kau menabrak ku saat kau buru-buru menuju ke kelas mu karena terlambat." jawab indra.
"dan kita bertemu lagi di perpustakaan kampus, saat itu aku berfikir kalau kamu bisu Honey. Kamu irit sekali bicara." sungut fitry saat mengingat pertemuan pertama mereka.
"aku memang begitu saat bersama orang baru. Aku merasa aneh saat bersama mu Doben, padahal aku tipe orang yang sulit untuk dekat dengan perempuan, berbeda saat dengan mu. Aku ingin selalu dekat dengan mu dan ingin selalu melihat wajah mu. Kau ingat saat aku mengesave nomor ku di HP mu? Aku diam-diam mengirim beberapa foto mu yang aku ambil dari galeri mu ke nomor ponsel aku, lalu aku menghapus pesan setelah foto itu terkirim." jelas indra sambil tertawa terbahak-bahak mengingat kejahilannya waktu itu.
"kau curang Honey, ku kira hanya aku yang jatuh hati pada mu ternyata kamu juga. Hahaha.." fitry mencubit gemas perut indra.
"Awh.. Sakit Doben,"
"Biarin... Hihihi..."
"Aku sangat Bahagia saat ini. I Love you so much Doben."
"I Love you more Honey.."
Indra menatap wajah kekasihnya, dia merapikan anak rambut yang tersapu angin.
"Can I Kiss you?" ucap indra membuat pipi fitry bersemu merah.
Jantung fitry selalu berdebar saat Indra mendaratkan ciumanya pada bibir ranum milik nya.
"Yes, You Can Honey..." jawab fitry menatap manik mata indra penuh cinta.
Indra tersenyum simpul menatap netra Fitry, lalu mendekatkan Wajahnya.
Fitry bisa merasakan desah nafas indra menyapu wajah cantiknya. dia memejamkan matanya saat bibir indra mulai menempel di bibirnya.
Indra melakukan ciuman itu dengan lembut. Dia mulai menyesap dan ******* bibir mungil milik kekasihnya.
Fitry membalas ciuman Indra. Dia juga melakukan hal yang sama.
mereka menjeda ciuman itu saat oksigen mulai menipis, mengambil nafas sejenak dan melanjutkan pagutan nya kembali.
Sungguh, Hati mereka sedang bahagia saat ini. Mereka menikmati malam ini bersama tanpa ada yang mengganggu kebersamaan mereka.