Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 34



Setelah usai melepas rindu. Kini Indra mengajak Fitry untuk makan siang di mall itu. Mereka keluar dari bioskop dengan senyum yang tak luntur dari wajah mereka.


Fitry yang selalu memeluk erat lengan Indra, rasanya tak ingin melepaskan pria itu.


Semua orang menatap ke arah couple goals itu. Mereka benar-benar couple idaman setiap insan.


Kini mereka telah sampai di salah satu resto di mall plaza. Mereka duduk bedekatan karena tak ingin menjauh satu centi pun, mereka harus selalu menempel. Hehehe, kaya cicak.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka mengobrol terlebih dahulu.


"Bagaimana kabar Ayah dan mama juga lily?" tanya fitry pada indra.


"Mereka semua baik, mereka sangat ingin bertemu dengan mu." ucap indra.


"Sungguh? Aku pun tidak sabar menunggu waktu itu." ucap fitry antusias.


"aku akan segeram membawa mu ke hadapan mereka. Lalu bagaimana dengan david? Aku dengar dia masuk penjara karena kasus pelecehan?" tanya indra penasaran.


"Sebenarnya, aku lah gadia yang akan di lecehkan oleh david, karena dia menginginkan ku untuk menjadi istrinya. Aku sudah menolak nya waktu itu, tapi dia tidak terima dan menculiku ketika aku berada di rumah sakit. Dia ingin memperk*sa ku agar aku mengandung anak dari nya lalu menikah dengannya. Namun saat dia akan melakukannya, Ayah dan polisi sudah lebih dulu menemukan ku. Aku sangat takut waktu itu, bayangan untuk hidup dengan mu seakan hilang. Aku takut tidak bertemu dengan mu lagi Honey.." sendu fitry menceritakan kejadian beberapa bulan lalu.


"Sudah lah, tidak perlu bersedih.. Yang penting dia sudah mendapakan hukumannya. Dan kamu sudah kembali pada ku." ucap indra sambil memeluk kekasihnya itu.


"yang lebih parahnya lagi, dia ingin menikahi ku hanya karena Harta, dia ingin mengambil seluruh Harta Ayah ku karena dia tau aku adalah pewaris tunggal kekayaan Ayah yudi." imbuh fitry menjelaskan.


"Benar-benar Jahat," balas indra singkat.


beberapa saat kemudian pesanan datang, mereka menyantap hidangan itu dengan sesekali menyuapi bergantian.


"Besok ikut aku. Aku ingin mengajak mu makan malam. Aku jemput besok malam jam 19.00" ucap indra setelah mereka selesai makan siang.


"Baiklah.." ucap fitry singkat.


Kini mereka kembali menghabiskan waktu bersama. Mereka bermain di area game zone, menaiki wahana yang ada di mall tersebut.


Gelak tawa tak luntur dari wajah mereka. saat ini mereka sangat-sangat bahagia. Seperti anak kecil yang tak ada beban hidup.


setelah puas bermain mereka memutuskan untuk pulang. Indra mengantar fitry sampai rumah.


setelah mereka tiba di kediaman Hartawan, fitry langsung menggandeng Indra untuk bertemu kedua orang tuanya.


"Ayah, Ibu ada Indra datang.." teriak fitry.


Tak lama kemudian Ayah Yudi dan Ibu Eny datang menghampiri Indra dan Fitry yang sedang duduk di ruang tamu.


"Indra.. Apa kabar?" tanya ibu eny.


"indra baik Bu, Ibu apa kabar?" balas indra dengan mencium tangan ibu eny.


"Ibu Baik, kau semakin terlihat tampan nak, terlihat berwibawa sekarang." jawab ibu eny dengan senyuman.


"Iya jelas dong Bu, sekarang indra udah jadi Tuan Muda, Wakil direktur dan juga bisnis man." sahut fitry membanggakan kekasihnya.


"waaahh... Hebat kamu indra." kini ayah yudi yang berbicara.


"Indra baru belajar Ayah, Ayah apa kabar?" tanya indra pada Ayah Yudi.


"Ayah sehat" jawab ayah sambil memeluk Indra menepuk pelan punggung indra.


"Ayo duduk.." ucap ayah yang langsung di angguki oleh indra.


"Bisnis apa yang sedang kamu jalani indra?" tanya ayah.


"Hanya Cafe dan Resto Ayah, yah lumayan hasilnya bisa buat modal nikah sama putri Ayah." jawab indra dengan tawa ringan.


"Itu pencapaian yang patut di apresiasi. Dan ngomong-ngomong soal menikah, ayah ingin fitry mengurus perusahaan Ayah dulu, agar saat ayah pensiun dia bisa menjalankan perusahaan dengan baik." ucap Ayah pada indra serius.


"Tapi kalian bisa bertunangan terlebih dahulu jika kalia mau." imbuh Ayah Yudi yang langsung di angguki indra pelan.


"Indra akan memikirkannya dulu Ayah," jawab indra dengan senyum.


Mereka melanjutkan mengobrol bersama, di selingi canda tawa di dalam obrolan mereka.


Sungguh terlihat harmonis...