
_Di Indonesia
Indra telah sampai di kantor dan kini dia sudah berada di ruangan WAKIL DIREKTUR, indra melihat Ada papan yang sudah tertera namanya di atas meja dan dia menduduki kursi kebesarannya.
Penampilan indra juga sudah berubah, dia yang biasanya hanya mengenakan setelan kemeja dengan celana bahan, kini merubah penampilan nya dengan mengenakan setelan Tuxedo yang membuat pria tampan itu semakin terlihat sangat tampan.
Sungguh indra masih benar-benar tak menyangka jika dirinya sudah sampai di titik ini dengan hasil kerja kersanya sendiri.
Memulai semuanya dari bawah, melewati setiap proses dengan baik. Dan kini dia sedang menikmati hasil dari proses itu.
Dia meletakan bingkai foto kecil yang sengaja dia bawa untuk di letakan di atas meja kantor. Bingkai itu berisi foto seorang gadis cantik pemilik hatinya.
Ya, foto yang ada di bingkai adalah potret fitry yang sedang tertawa. tawa gadis itu benar-benar pengusir lelah indra. Saat melihatnya, segala penat yang indra rasa akan hilang begitu saja. Seolah dia menatap masa depan nya.
kira kira fotonya begini. Hihihi😁
Indra mulai bekerja dengan sungguh-sungguh. Kehidupan baru nya akan segera dimulai.
.
.
Setelah 6 bulan menjabat sebagai seorang wakil direktur dengan gaji yang fantastis, kini indra mulai mewujudkan satu persatu mimpinya.
Dia sudah memiliki kendaraan pribadi untuknya pergi ke kantor yaitu sebuah mobil sederhana dengan harga mobil yang standart menengah kebawah. Indra sengaja membeli mobil dengan harga standart karena masih banyak yang indra pikirkan tentang kehidupan keluarganya.
Mulai dari Toko sembako Ayah Danu, kini indra mulai merenovasi toko menjadi lebih besar seperti minimarket. Yang pasti letak minimarket itu berada di pinggir jalan. Dengan mempekerjakan 3 karyawan untuk membantu di minimarket itu agar Ayah Danu tidak lelah mengurus minimarket sendirian.
Adiknya Lily juga kini sudah masuk ke universitas UGM di jogjakarta sesuai dengan keinginannya yang bercita-cita menjadi Dokter.
Dan kini Indra juga sudah membeli sebuah Rumah minimalis berlantai 3 untuk dirinya huni bersama keluarganya.
Jangan tanyakan duit indra sebanyak apa? Karena dia membeli rumah atas bantuan pinjaman dari Direktur Jason dengan memotong sedikit gaji indra setiap bulan nya.
Bagi indra tidak masalah karena gajinya hanya di potong 30% saja. indra juga sudah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan Direktur jason, bahwa dia akan mengabdi di perusahaan hingga batas usia yang di tentukan oleh direktur Jason.
Kecerdasan Indra membuat Direktur Jason tak ingin kehilangannya sebagai wakil direktur yang hebat. Indra memajukan perusahaan dengan pesat karena inovasi nya dalam membantu pembuatan motor dan mobil canggih keluaran terbaru dengan kualitas yang sangat tinggi.
.
.
Jangan lupakan Fitry, indra yang sekarang semakin sibuk, selalu menyempatkan diri untuk menghubungi gadis itu setiap hari, hanya mengobrol singkat namun itu sudah cukup untuk mengusir kerinduan nya pada gadis itu.
Indra juga sudah memberi kabar kepada Fitry, jika dia sudah membeli rumah baru di sebuah cluster dekat kantor.
tidak terbayang bagaimana bahagianya fitry mendengar berita gembira itu. Mereka semakin tak sabar ingin segera bertemu. Meskipun indra memiliki banyak uang, namun dia belum bisa menjenguk kekasih nya yang ada di Negeri Paman Sam itu. Banyak hal yang harus indra bereskan disini.
Saat ini indra sedang berkemas untuk pindah ke rumah baru. indra sengaja pindahan saat weekend agar dia bisa membantu orang tuanya merapikan barang-barang yang perlu di bawa dari rumah lama ke rumah baru.
tadinya Ayah Danu ingin menjual Rumah lamanya untuk membantu Indra melunasi kekurangan pembelian rumah Baru, ya meskipun masiih kurang banyak, namun setidaknya dapat mengurangi sedikit beban indra. Pikir Ayah Danu.
Tapi Indra menolak, Indra melarang Ayah Danu menjual Rumah Lama karena banyak kenangan disana. Indra ingin Rumah itu tetap ada sebagai saksi perjuangan nya. Rumah itu akan di rawat setiap hari oleh pekerja yang sudah di sewa oleh Indra. Jadi tidak perlu khawatir jika Rumah lama akan Terbengkalai.
Usai berkemas, Ayah Danu dan mama santi sudah berada di dalam mobil milik indra. Indra melajukan kendaraan miliknya menuju Rumah Barunya.
Betapa Bahagianya mereka saat tiba di depan Rumah Baru yang akan mereka Huni sekarang dan selamanya.
Indra menatap Binar di wajah orang tuanya. Dia tersenyum haru mengingat bagaimana kehidupannya dulu saat Ayah Danu mengalami kebangkrutan.
Hidup mereka jauh dari kata mewah. Bahkan indra harus kuliah dan bekerja agar bisa membiayai kuliahnya sendiri.