Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 58



_Kelahiran BABY TWINS


Indra sudah Cuti beberapa hari ini, mengingat HPL (Hari Prakiraan Lahir) sudah semakin dekat, tinggal menghitung Hari saja. Dia tidak ingin meninggalkan istrinya sama sekali, karena takut jika istrinya tiba-tiba kontraksi. Dan dia juga tidak mau kehilangan momen ini, moment yang sangat-sangat dia tunggu.


Fitry sedang menyiapkan makan malam untuk suaminya, dia akan turun tangan langsung untuk hal ini. Karena menurut fitry, menyiapkan makan untuk suaminya adalah hal paling menyenangkan.


Ibu hamil itu sudah semakin pintar memasak. Banyak menu makanan yang sudah bisa dia eksekusi dan hasilnya nggak kaleng-kaleng.


Indra melihat istrinya tengah sibuk di dapur, dia langsung mendekat pada Bumil nya itu.


"Jangan terlalu lelah, biar bibi saja yang menyiapkan makanan.." ucap Indra sambil mengelus perut buncit istrinya.


" Tidak apa-apa Honey, aku senang jika bisa melayani suami ku. Aku masih kuat jika hanya memasak saja. jangan cemas.." jawab fitry dengan tersenyum lembut.


"Ah, mereka sangat aktif di perut mu Doben," ucap indra ketika merasakan ada pergerakan di perut istrinya.


"Ya, mereka selalu aktif saat Daddy nya mengelus perut Mommy nya, mereka juga tidak sabar ingin bertemu Daddy nya." sahut fitry dengan wajah berbinar.


"Benarkah?? Daddy pun sudah tidak sabar ingin bertemu dengan baby twins" ucap indra sambil mengecup lembut perut istrinya.


Fitry benar-benar bahagia saat ini, memiliki suami yang ekstra sabar dan penyayang, kehidupan yang baik, serta kehadiran baby twins membuat ibu hamil itu merasakan Hidup sempurna.


"Sudah selesai, Ayo kita makan Honey.." ajak fitry pada suaminy.


Indra mengangguk dan mengikuti langkah istrinya menuju meja makan.


Langkah Fitry terhenti saat perutnya merasakan sakit.


"Kenapa Doben?" tanya indra panik.


"Perut ku agak sedikit nyeri, mungkin kontraksi Palsu." jawab fitry meringis menahan nyeri.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" pekik indra.


"Tidak, aku masih bisa menahannya Honey," jawab fitry lagi sambil tersenyum lembut.


"Kau yakin Cinta?" tanya indra memastikan.


"Ya, kita makan dulu sekarang okey?" jawab fitry mengangguk.


Indra hanya menurut saja apa kata istrinya.


Selesai makan, perut fitry semakin sering kontraksi. keringat dingin mulai membasahi tubuh istri Indra itu.


"Honey... Aaaww..." pekik fitry manggil suaminya.


"kita Rumah sakit sekarang." jawab indra yang langsung berlari mengambil kunci mobil.


"Ayo Doben.." ucap Indra langsung menggendong istrinya masuk ke dalam mobil.


Indra melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Fitry yang duduk di sampinya berkali-kali mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Hanya itu yang bisa di lakukan untuk mengurangi rasa nyeri saat kontraksi datang.


"Honeyy.... Sakiitt..." lirih fitry merintih.


"Sabar Doben, sebentar lagi sampai." ucap indra sambil mengusap puncak kepala istrinya.


mereka sudah tiba di rumah sakit, para tim medis langsung mendorong brankar istrinya itu.


"Bertahan lah Cinta, kau harus kuat demi baby twins okey?" ucap indra sambil terus menggenggam tangan istrinya dan sesekali mencium nya.


Fitry sudah berada di Kamar ruang Bersalin saat ini, dan Indra akan menemani istrinya melahirkan.


"Sudah pembukaan sempurna, Nyonya ikuti intruksi saya, saat rasa mulas datang, segera mengejan sekuat mungkin ya?" ucap dokter pada fitry memberi intruksi.


Fitry mengangguk paham.


"Aaaaaaaaakh...." teriak fitry sambil mengejan.


Indra melihat istrinya tidak tega, jika bisa biar dia saja yang melahirkan dan yang merasakan sakitnya. Jantung calon Ayah itu berdegup kencang, keringat dingin juga membasahi dahi dan pelipisnya, sekuat tenaga dia menggenggam tangan istrinya dan sesekali memberi semangat.


Berkali-kali Indra mendaratkan ciuman di dahi istrinya. Kaki nya bergetar, tubuhnya lemas seolah tidak memiliki tenaga.


"Ayo Cinta... Kau pasti bisa..." ucap indra sedikit berteriak di telinga istrinya.


"Aaaaaaaakkhh... Honeyy.... Skiiitt....!!!" pekik fitry tertahan. Nafasnya terengah-engah.


"Kau Harus bisa Cinta, Demi Baby Twins dan aku. I Love you Doben, I love you so much." jawab indra terus memberi semangat.


Fitry yang mendengar indra mengungkapkan cinta, llansung semangat kembali dan mengejan sekuat-kuatnya.


"Aaaaaaaaaaaaaaaakkhh...."


"Owwee.. Oweee..." baby boy lahir.


Tangis baby twins nyaring di ruangan bersalin itu. Inda langsung mengujani ciuman di wajah istrinya saat salah satu baby twins sudah keluar.


"Terimakasih Cinta.. Aku sangat mencintaimu." ucap indra.


Fitry tersenyum melihat suaminya. Dan tiba-tiba ingib mengejan Lagi.


"Aaaaaaaaaaaaaaakkhh..." teriak Fitry sambil mengejan kembali. Dengan sisa tenaga yang dia punya, dia mengejan sekuat mungkin.


Dan...


"Oweeeee..... Owweeee...." baby girl lahir.


Suara tangis baby twins yang terakhir juga sangat nyaring memenuhi ruang bersalin itu.


Indra kembali menghujani ciuman di wajah sang istri.


Fitry bernafas lega akhirnya baby twins lahir dengan selamat dan sehat.


Fitry dan Indra sama-sama menangis bahagia.


"Kau sangat Hebat Doben... Terimakasih sudah berjuang untuk baby twins, aku bahagia Cinta, aku reami jadi seorang Daddy.." ucap indra pada istrinya.


Fitry yang lelah hanya menjawab ucapan suaminya dengan senyum saja.


Waaaahhh.... Baby Twins sudah lahirr... Selamat Daddy Indra dan Mommy Fitry.😘😘