Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 36



_Di kediaman Indra.


Kini Fitry sudah berada di kediaman Indra. Dia duduk di Ruang Tamu menunggu Ayah Danu dan Mama Santi.


Indra duduk di samping kekasihnya itu, dia menggenggam tangan Fitry karena Pria itu tau jika kekasihnya sedang gugup.


Ayah Danu dan Mama santi kini ikut bergabung dengan mereka, Fitry mencium tangan keduanya dengan senyum manis yang dia punya.


"jadi ini, gadis yang sudah membuat putra mama bucin..??" sapa mama Santi pada fitry.


Fitry menjawab dengan senyum yang memperlihatkan deretan giginya yang gingsul.


"Apa Kabar Fitry?" tanya Ayah Danu.


"Kabar Baik Om" jawab fitry singkat.


"baiklah.. Om tidak mau berbasa basi. Tolong jelaskan silsilah keluarga mu nak, kami sekedar ingin tahu dan memastikan, bahwa putra kami tidak akan salah pilih pasangan hidup." ucap Ayah Danu berwibawa dengan senyuman khas keBapakan nya.


Fitry menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Sambil mengenggam erat tangan indra, Lalu dia mulai menjelaskan silsilah keluarganya.


"Saya ingin mengucapkan terimakasih banyak atas undangan Om dan juga tante untuk sayang datang berkunjung kesini.


Saya Putri Tunggal Ayah Yudi Hartawan dan Ibu Eny Hartawan.


Ayah saya adalah Presdir di perusahaan MD Group yang bergerak di bidang Meuble dan elektronik.


Saya adalah pewaris tunggal yang akan menggantikan Ayah saya kelak.


Kami belum pernah memiliki catatan kriminal, jadi Om dan Tante tidak perlu khawatir.


Saya juga Lulusan terbaik di salah satu universitas di amerika.


mungkin om dan juga tante tau apa yang menjadi alasan saya kuliah disana, Ya.. Karena saya sekalian berobat disana."jelas fitry panjang lebar dengan senyum ramah.


Ayah Danu dan Mama Santi mengangguk mengerti.


"Apa kamu sudah tau Agama yang Indra yakini?" tanya ayah danu lagi.


"Ayah... Apa perlu membicarakan Agama? Kami tetap bisa menikah meski agama kami berbeda." sahut indra memotong pembicaraan.


"Tidak, Àyah tidak setuju." kini ekspresi Ayah Danu berubah datar dan dingin.


"Kenapa tidak? Banyak yang menikah beda agama tapi rumah tangga mereka baik-baik saja dan tetap harmonis." indra mencoba menjelaskan pada Ayah Danu.


"jika memang fitry ingin menikah dengan mu, dia harus pindah agama dan ikut ajaran kita. Kau tau indra hukum pernikahan beda agama dalam kitab kita itu tidak boleh. peraturan tetap peraturan. Kau tidak bisa merubahnya." ucap ayah dengan nada tinggi.


"Ayahh... Jangan seperti ini." lirih mama santi menenangkan suaminya yang tersulut emosi.


Ayah Danu beranjak dari duduknya, dia meninggalkan fitry dan indra di ruang tamu. Mama Santi mengikuti suaminya dari belakang, dia akan mencoba memujuk suaminya itu.


"Doben, maafkan Ayah ku... Kau tidak perlu khawatir, aku akan tetap menikahi mu." ucap indra setelah kepergian Ayah Danu dan Mama Santi.


Indra menatap sendu kekasihnya. Dia tau gadis itu pasti sangat sedih sekarang.


Fitry mengulas senyum hambar dari bibirnya. Matanya berkaca-kaca. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Antar aku pulang.." lirih fitry meminta pada indra.


Indra mengangguk lalu menggandeng fitry menuju mobil.


Di dalam mobil tidak ada yang berbicara, Hening...


Fitry diam menatap ke arah jendela mobil, dia sedang kacau dengan pikirannya. ucapan Ayag Danu selalu berdengung di telinganya.


Berpindah Agama? bagaimana pendapat Ayah Yudi dan Ibu Eny jika dia pindah agama?


Rasanya fitry ingin sekali marah pada takdir, kenapa harus ada perbedaan? Kenapa dia tidak terlahir dari orang tua yang beragama katolik saja?


"Doben, jangan hiraukan perkataan Ayah ku.. Aku tetap mencintai mu sampai kapan pun." ucap indra memecah keheningan. Indra membelai lembut rambut kekasihnya.


Fitry menoleh pada indra yang sedang fokus menyetir, dia mendekat pada indra dan menyandarkan kepalanya di pundak kekasihnya.


"Kenapa Banyak sekali cobaan pada kita?


mulai dari Dinda yang berusaha merebut mu.


Lalu kecelakaan yang akhirnya membuat ku lumpuh dan kita harus menjalani LDR.


Juga David yang ingin merebut ku dari mu.


Dan sekarang karena perbedaan agama kita.


Rasanya aku sudah tidak sanggup honey..." ucap Fitry dengan terisak.


"Shhhuuttt.... Aku mohon sama kamu jangan menyerah, Aku mau kita sama-sama bertahan. Pasti ada jalan untuk kita sama-sama. Aku yakin!" jawab indra menenangkan.


"Aku tidak tau harus apa Honey? entah apa Tanggapan Ayah Yudi jika aku meminta untuk berpindah agama." fitry makin terisak.


"Kita Hadapi sama-sama. Tapi aku mohon teteplah bersama ku. Kita masih punya banyak waktu Doben, kamu fokus urus perusahaan dulu. Pelan-pelan kita bujuk orang tua kita entah bagaimanapun caranya, kita fikirkan nanti. Okey?" jawab indra yang langsung di angguki oleh Fitry.


Indra mengecup puncak kepala kekasihnya dengan sayang.


Semoga saja Tuhan memberikan jalan yan terbaik untuk mereka.