
_Dikediaman David
David yang sudah tiba di rumah langsung mencari keberadaan mami nia.
"Mi..." teriak david.
"Kenapa sayang." mami nia mendekat pada putranya.
"Mi, ternyata Fitry sudah punya calon suami, sebenernya masih pacaran si, tapi mereka sudah punya rencana untuk menikah. mereka sedang LDR saat ini. Apa yang harua kita lakukan Mi,??" tanya david dengan raut wajah gelisah.
"jangan khawatir, kan mereka belum menikah, jadi kamu bukan Pebinor. Kita Lamar Fitry besok, lagi pula pacarnya juga tidak ada disini. jadi tidak ada penghalang. Mami akan persiapkan seserahan untuk di bawa kesana. Kamu cari cincin sekarang juga." titah mami nia pada david yang langsung di angguki oleh putranya itu.
Entah apa rencana mereka, hingga mau melamar fitry besok. Sangat mencurigakan.
.
.
Keesokan harinya.
David dan mami nia sudah siap, mereka bergegas untuk menuju ke kediaman Hartawan. Mereka memang sengaja tidak mengabari keluarga hartawan terlebih dahulu, karena menghindari penolakan dari pihak Hartawan.
30 menit berlalu, mami nia dan david langsung turun dari mobil membawa sedikit seserahan, hanya satu set perhiasan dan juga sebuah tas branded yang sudah di taruh dalam box berlapis kaca.
Mereka tiba di depan pintu apartemen. Mami nia langsung memencet tombol bel yang ada di luar pintu.
Niinnggg Nuunnggg...!
Ibu Eny, Ayah Yudi dan juga Fitry mereka sedang berada di meja makan bersiap untuk makan malam
"Siapa ya Yah?" ucap ibu eny bertanya pada Ayah yudi.
"Coba ibu buka kan pintu nya.!" titah ayah yudi dan langsung di angguki istrinya.
Ibu eny berjalan meninggalkan meja makan menuju pintu utama.
Cekleekk....!
"Nia, david" gumam ibu eny yang saat ini sedang bengong melihat dua orang yang ada di hadapanya.
"Baik, silahkan masuk." ramah ibu eny pada david dan mami nia.
"sebentar, aku panggilkan yang lain." imbuh ibu eny berkata pada mereka berdua. Tamu tak di undang.
Beberapa saat kemudian, Ayah Yudi dan fitry saling tatap saat melihat mami nia dan david duduk di sofa ruang tamu.
Ayah Yudi menjabat tangan mami nia dan david terlebih dahulu sebelum dirinya duduk di samping ibu eny. Sedangkan fitry masih berada di kursi rodanya.
"Maaf jika kami mengagetkan kalian, tapi kami datang kesini dengan niat baik." ucap mami nia memecah keheningan.
"Tidak apa-apa Bu Nia, kami senang dengan kedatangan kalian. Kalau boleh tau, Apa maksud kedatangan Bu nia dan juga david kesini dan apa yang kalian bawa ini?" tanya Ayah yudi tegas. Membuat semua orang yang ada disana tegang.
"Kami datang kesini untuk melamar David Pak Hartawan." jawab mami nia tanpa basa-basi lagi.
"Melamar..???" ucap Ayah Yudi, Ibu Eny dan fitry bersamaan. Merek mendelik menatap kedua orang yang ada dihadapannya. Mereka bertiga kaget.
"Iya, Sebenarnya sudah sejak lama David menyukai Putri Pak Hartawan, sejak SMA dulu. Namun karena dulu mereka masih jadi pelajar akhirnya David mengurungkan niatnya untuk bersama fitry. Tak di sangka mereka bertemu lagi disini setelah 3th berpisah. Inilah yang di namankan jodoh." jelas mami nia dengan senyum ramah.
"Apa benar begitu david?" kini ayah yudi yang bertanya.
"Benar Om, karena david tidak mau kehilangan fitry lagi, jadi david meminta mami untuk melamar fitry saat ini juga. Maaf jika mendadak." sahut david pada Ayah Yudi.
"Tapi aku sudah punya kekasih Vid, kau juga tau akan hal itu, tapi kenapa kau malah melamarku.?" Fitry bertanya dengan nada menekan.
"Karena aku juga menginginkan mu Fit, aku sudah lama memendam rasa ini. Saat aku tau kau sudah punya kekasih, hatiku sakit dan aku segera meminta mami untuk melamarku sekarang juga karena aku tidak mau kehilangan mu lagi." david menampakan ekspresi sendu.
"Tidak bisa, Aku tidak mau." sahut fitry dengan cepat.
"Sayang, tolong fikirkan lagi keputusan mu, david sangat mencintai mu, dia menerima mu apa adanya fitry, apa yang kurang darinya? Bukan kah pria yang segera melamar mu adalah pria yang baik di banding pria yang hanya menjadi kekasih mu namun tak kunjung menunjukan niat baiknya untuk melamar mu?" jelas mami nia memprofokasi.
"Pak Hartawan, pernikahan mereka juga akan menguntungkan bagi bisnis kita, kita akan menjadi kuat dengan kerja sama ini. Bisnis kita akan maju pesat dan begengsi di dua negara sekaligus. Apakah Pak Hartawan tidak tertarik?" imbuh mami nia memprofokasi ayah Yudi.
"Ayah...." lirih Fitry memanggil Ayah nya. Ayah yudi menatap putrinya dan fitry menggelengkan kepalanya pelan.
Ayah Yudi nampak berfikir, semua orang menunggu keputusan dari Pria paruh baya itu.
Kira-kira apa keputusan Ayah Yudi?