Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 50



Malam Hari Tiba, Fitry sedang berada di dapur membuat Kopi untuk sang suami, namun suaminya itu tidak mau menunggu, dia selalu menempeli istrinya.


Bukan apa-apa, Fitry merasa pergerakannya terganggu.


"Honeyy... Duduk lah di ruang tamu, kau bisa menunggu ku sambi menonton tv." ucap fitry pada suaminya.


"Tidak, aku ingin selalu berada di dekat mu." tolak indra yang saat ini sedang memeluk sang istri yang sedang mengaduk kopi dari belakang.


Indra mencium cekuk leher istrinya hingga membuat istrinya merasa ada yang mengeliyar di tubuhnya.


"Honeeyy... Geli... Hihihi.." ucap fitry sambil tertawa cekikikan merasa geli.


"Aku menginginkan mu doben," jawab indra dengan suara beratnya.


"Jangan disini Honey." tolak fitry.


"Aku ingin melakukannya disini." ucap indra sambil mencumbui sang istri.


1 jam berlalu.. Mereka beralih tempat untuk melanjutkan aktivitas olahraga malamnya. Setelah di dapur mereka pindah ke ruang tamu.


Seolah Mereka ingin menjajal semua gaya dan mengekspresikan diri secara bebas.


Hingga permainan itu berakhir di kamar.


Mereka benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Indra terus menerkam sang istri setiap hari, berharap istrinya akan segera mengandung buah cinta mereka.


.


.


Satu minggu berada di pulau dewata, membuat mereka semakin tidak dapat di pisahkan.


Honey moon berakhir, kini mereka kembali ke Jakarta untuk memulai aktivitas kembali.


"Honey, kamu mau kan mengurus perusahaan Ayah?" tanya fitry pada suaminya.


"Baiklah aku akan membantu mu mengelola perusahaa Ayah Yudi, dan aku akan keluar dari kantor Tuan Jason. Tapi aku tetep menjalankan bisnis cafe dan resto ku, karena aku masih memiliki tanggung jawab terhadap kamu dan keluarga kita. Aku tidak mau sampai bisnis ku mandek, karena tugas ku hanya membantu mengelola, bukan ingin memiliki perusahaan ayah yudi. Pewaris tunggal ayah yudi hanya kamu. Bukan aku atau orang lain. Okey cintaku?" jelas indra yang di angguki oleh istrinya.


"Baiklah honey, aku akan ikut dengan mu menemui Ayah Yudi." pinta fitry pada suaminya.


"Boleh," jawab indra dengan tersenyum.


.


.


Indra dan Fitry tersenyum ramah kepada semua pekerja yang ada disana. tak ingin membuang waktu, mereka langsung menemui Ayah Yudi di ruangan Presdir.


Toookk...! Toookk..!


Asisten Ayah Yudi membukakan pintu.


"Selamat datang Nona, Tuan, silahkan masuk" ucap asisten ayah yudi pada Indra dan Fitry.


Mereka tersenyum pada Asisten berwajah datar itu, lalu masuk melewatinya.


"Heiii... Putri Ayah, Ayah sangat merindukan mu sayang." sapa ayah yudi pada sang putri.


"Fitry juga sangat merindukan Ayah, kami baru saja pulang honey moon Ayah. Jadi baru sempat datang ke kantor menemui ayah membahas soal suamiku." jawab fitry sambil memeluk sang Ayah.


"Baiklah kita bicarakan, apa kabar kalian?" tanya Ayah Yudi pada putri dan menantunya.


"Kami Baik Ayah," ucap mereka bersama.


"Ayah apa kabar?" tanya indra menyalam sang mertua setelah selesai memeluk putrinya.


"Ayah Sehat, Ibu juga." sahut Ayah dengan senyum khas kebapakan.


"Jadi bagaimana? Apa Indra sudah mau mengurus perusahaan?" tanya ayah yudi.


"Indra bersedia Ayah, namun Indra tidak mau jika harus menjabat sebagai Presdir, Indra mau jika Fitry tetap menjadi presdir, Indra hanya membantu mengelola saja." ucap indra menjelaskan.


"baiklah jika itu mau mu. lalu apa kau akan resign dari kantor mu nak..?" tanya Ayah Yudi lagi.


"Iya Ayah, Indra akan Resign dari kantor dan bekerja di MD Group." jawab indra.


"Baiklah, kamu urus surat resign nya, biar nanti pihak keuangan kantor yang akan mentransfer uang penaltinya." kata ayah yudi.


"Baik Ayah, mulai besok Indra akan bekerja di kantor ini sebagai wakil presdir." ucap indra.


"Ya, Ayah sudah meminta OB untuk merapikan tempat kerja mu." jawab Ayah Yudi tersenyum.


Fitry senang, akhirnya indra mau mengurus perusahaan. Meskipun hanya membantunya mengelola, namun tidak apa-apa, jadi dia bisa lebih fokus mengurus sang suami di rumah.