
_Di kediaman hartawan
Ayah Yudi kini sedang berada di ruang tengah rumahnya bersama Ibu eny dan juga Fitry.
Ayah Yudi ingin menyampaikan sesuatu pada putrinya.
"Sayang, Sudah 2 bulan kamu fisio terapi namun belum ada perubahan pada kaki mu. Teman Ayah merekomendasikan untuk membawa mu berobat ke amerika, karena pengobatan disana jauh lebih bagus di banding disini. Ayah ingin yang terbaik untuk putri ayah. Untuk sementara waktu kita akan tinggal disana beberapa waktu hingga kamu benar-benar sembuh. Apa kamu mau Sayang,?" Ayah yudi menggenggam erat tangan putrinya untuk meyakinkannya.
"Tapi bagaimana dengan Indra Ayah? Aku tidak ingin jauh darinya. Apa kita bisa membawa Indra sekali Ayah?" hati fitry gusar, dia tidak ingin berjauhan dengan kekasihnya itu.
"Tentu saja boleh, tapi pastikan dulu Indra mau atau tidak ikut bersama kita?" ucap Ibu eny pada putrinya sambil mengusap rambutnya lembut.
"Baiklah Ayah, Ibu besok aku akan memberi tahu Indra soal ini."
.
.
_Keesokan harinya, Indra buru-buru datang ke kediaman Hartawan karena Fitry menyuruhnya segera kerumah untuk membahas hal penting tentang pengobatan nya.
Di Ruang Tamu sudah ada Ayah Yudi, Ibu Eny dan juga Fitry. Indra langsung menghampiri fitry dan memeluknya sebentar, lalu duduk di samping kekasihnya itu.
"Ada apa Ayah? Apa ada sesuatu yang penting tentang pengobatan fitry?" tanya indra langsung pada Ayah Yudi.
"Begini Indra, karena fitry yang belum ada perubahan pada kakinya setelah 2 bulan terapi disini, Ayah berencana untuk membawa Fitry berobat ke Amerika, Ayah ingin fitry mendapatkan pengobatan disana agar bisa segera sembuh dan bisa berjalan kembali. Dan fitry ingin kamu ikut kesana, dia tak ingin berjauhan pada mu. Apa kamu bersedia ikut dengan kami?" tanya ayah yudi pada Indra.
Indra Diam, dia nampak berfikir sesaat. Fitry meraih tangan indra dan menggenggam nya erat, dia menatap Indra penuh harap.
"Maafkan Aku Doben, aku tidak bisa ikut dengan mu ke Amerika, aku punya keluarga yang tidak bisa ku tinggalkan, lagi pula aku akan segera bekerja, aku di terima di perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Dan mulai bekerja minggu depan, aku sudah tanda tangan kontrak dengan perusahaan itu. Maafkan aku Cintaku." ucap indra pada fitry. Dia memeluk gadis itu, mendekapnya lama.
"Kamu berangkatlah dengan Ayah dan ibu. kamu harus semangat untuk sembuh demi masa depan kita. Dan kau harus kembali dengan sehat. Kita juga bisa melakukan panggilan VideoCall setiap hari. Tak perlu risau, aku akan menjaga hati untuk mu, Okey..?? Jangan sedih ya?"
"I will miss you honey," lirih fitry dalam dekapan indra.
"Me too Doben, I will waiting for you. I promise" jawab indra dengan senyum semakin mengeratkan pelukannya.
"Kalian sungguh membuat ku Iri," celetuk ibu eny yang berada di samping ayah Yudi.
"Ibu, kita itu sudah tua," sahut ayah Yudi sambil memutar bola matanya malas.
"Ayah, kau benar-benar keterlaluan," ucap ibu bersedekap dada, ibu sedang merajuk saat ini.
fitry melihat tingkah ibunya tertawa sangat keras. Ia merasa lucu dengan drama yang di buat ibunya.
"Rencana, kami ankan berangkat lusa, doa kan semoga kami selamat sampai tujuan." kini Ayah Yudi berbicara pada indra.
"Baiklah Ayah, aku akan mengantar kalian sampai bandara." sahut indra.
.
.
Kini fitry dan orang tuanya telah sampai di bandara. Indra selalu setia mendorong kursi roda fitry dengan senang hati.
Ada perasaan sedih di hati dua insan yang sedang di mabuk asmara ini. Mereka harus menjalani hubungan jarak jauh. Tak pernah terbesit dalam benak merek akan berpisah dalam kurun waktu yang tidak dapat di prediksi.
kini mereka berada di ruang tunggu, untuk menunggu pesawat take off. Ibu Eny yang mengerti akan perasaan putri nya dan juga perasaan indra, mengajak ayah yudi untuk berkeliling sebentar di area bandara meninggalkan fitry dan indra berdua memberikan kesempatan pada mereka untuk menikmati waktu bersama.
Indra yang awalnya duduk di samping fitry, kini pria itu berpindah posisi menjadi berjongkok di hadapan gadis tercintanya, menatapnya lekat.
"Kau sangat cantik sayang, aku akan merindukan wajah cantik ini." ucap indra tersenyum mencubit pipi fitry gemas.
pipi fitry bersemu merah, dia salah tingkah dengar gombalan indra.
"Dassaarr gombal."
"Itu bukan gombal tapi itu fakta, hehehe. Dengarkan aku, Kau harus jaga kesehatan mu saat aku tak ada disamping mu. Jangan nakal dan jaga hati mu untuk ku, pasti ada banyak pria tampan disana. Awas saja kalau kamu sampai jatuh cinta pada mereka.aku tidak akan segan-segan untuk menghukum mu Gadis berisik ku." ucap indra pada fitri sambil menarik hidung gadis itu gemas.
"Hehehehe, aku tidak janji, bleeee..." fitry menjulurkan lidahnya menggoda indra.
"Dasarr kau genit, awas kau yah." indra menggelitik gadis itu hingga dia tertawa terbahak bahak.
"iya ampun, hahahaha.. Aku janji tidak akan jatuh cinta pada pria bule disana, karena aku cinta produk indonesia.. Hahahaha. Lepaskan aku honey ini sangat geli, hahaha.!"
"makanya jangan coba-coba nakal kau, hihihi... I Trust you Doben, I Love you so much, i will miss you,!" ucap indra sambil memeluk gadis itu erat-erat.
Ayah yudi dan ibu eny sudah kembali ketempat fitry dan indra sekarang.
"Sudah peluk-peluk nya, kalian membuat ibu Iri." ucap ibu sengit.
"Baiklah sudah waktunya kamu pergi. Ingat semua kata ku, Okey cantik?" seperti tak ingin melepas pelukan itu, indra takut gadisnya tak akan kembali kepeluk nya lagi.
Fitry mengangguk pelan dan mendaratkan Ciuman di bibir indra sekilas
Cuupp!!!
"kau juga jangan nakal selama aku pergi, okey honey?" ucap fitry yang langsung melepas pelukannya pada indra.
Indra juga tak ingin kalah, dia membalas dengan mencium seluruh wajah gadis itu hingga fitry tertawa kegelian.
Mereka melakukannya tanpa peduli orang-orang yang memperhatikan mereka. bahkan banyak pasang mata yang kagum dengan couple itu. Meskipun mereka bukan couple yang sempurna tapi mereka membuktikan jika cinta adalah menerima. Ya, menerima apa pun kekurangan pasangan kita.
Fitry melambaikan tangannya saat Ayah Yudi mendorong kursi rodanya menjauh. Indra tersenyum melihat ke arah fitry yang sudah menjauh dari posisinya berdiri. Dia juga melambaikan tangannya hingga gadis itu tak terlihat.
Seddiiihh...
Sudah pasti, namun mereka menganggap ini adalah salah satu ujian cinta mereka, yang akan membuat hubungan mereka menjadi sangat kuat.
Untuk menuju kebahagiaan kita harus bersusah payah terlebih dahulu.
Semoga setelah ini tak ada lagi cobaan menerpa mereka.