Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 40



Hari-hari berlalu... Semua persiapan Lamaran sudah rampung. Dan hari ini tepat tanggal 23-3-23.


Di kediaman Hartawan, rumah mewah itu sudah di hias sedemikian rupa untuk acara lamaran hari ini.


Para keluarga besar Hartawan juga sudah berdatangan untuk menghadiri acara lamaran Fitry.


Fitry saat ini sedang di make up oleh MUA di kamarnya.


Ibu Eny dan Ayah Yudi memakai pakaian couple. Mereka sungguh serasi meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi, namun mereka tidak kalah sweet dengan pasangan muda milenial.


Ibu Eny masuk ke Kamar putrinya untuk menemuinya.


"Sayang, apa sudah selesai?" ibu eny mendekati putrinya yang sedang duduk di depan kaca meja rias.


"Sebentar lagi Bu," jawab fitry tersenyum.


Ibu menatap pantulan wajah putrinya di cermin dan tersenyum lembut.


"Putri ibu sangat Cantik."


"Iya dong, Ibu nya saja cantik. Terimakasih ibu.." balas fitry menatap haru ibu eny.


"Make up nya sudah selesai Kak," ucap MUA pada fitry.


"Terimakasih mbak" ucap fitry dan ibu eny bersamaan.


"Ya sudah, kamu tunggu di sini. Nanti ibu akan kembali saat keluarga Indra sudah datang."ucap ibu eny yang di angguki oleh fitry.


.


.


Sesaat kemudian, keluarga Indra dan Rombongannya sudah tiba di kediaman Hartawan.


Mereka semua memasuki halaman Rumah mewah milik hartawan dan di sambut hangat oleh keluarga besar Hartawan.


setelah semua orang memasuki Rumah Mewah milik Hartawan, Ayah Danu sebagai Pimpinan dari pihak keluarga Josef Manek memulai pembicaraan.


Setelah acara sambutan selesai, kini saat nya memasuki acara inti. Yaitu acara pemasangan Cincin tanda pengikat antara Indra dan Fitry.


Ibu Eny dan Mama Santi naik ke atas untuk menjemput Putri mereka.


Beberapa saat kemudian,


Ibu Eny, dan Mama santi berjalan menuruni tangga dengan mengapit Fitry di tengah-tengah mereka. Ibu eny di sisi kanan, dana mama santi di sisi kiri fitry.


Indra tertegun melihat kecantikan calon istrinya. Benar-benar sangat cantik, betapa beruntungnya dia memiliki calon istri secantik dan seanggun bidadari.


Tak hanya cantik rupanya, tapi juga cantik hatinya. Tutur katanya lembut, tingkah lakunya sopan, memiliki IQ di atas rata-rata, terlahir dari keluarga bangsawan. Sungguh sempurna ciptaan Tuhan yang satu ini.


Indra beranjak dari duduknya menyambut fitry saat sudah di ujung tangga, Indra mengulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh fitry.


Indra membawa fitry ke tenga-tengah keluarga.


Ayah Danu menyuruh Indra untuk memasangkan Cincin di jari manis sang calon menantu.


Indra mengangguk dan segera menyematkan cincin di jari manis fitry.


Setelah itu, kini giliran fitry yang menyematkan cincin di jari manis Indra.


setelah penyematan cincin selesai, Indra mencium dahi Fitry dan memeluknya.


Dua insan manusia itu telah terikat oleh cincin pertunangan, pertanda jika mereka akan segera menikah.


Acara terus berlangsung meriah, senyum selalu terukir di wajah keduanya.


Ayah Yudi menatap putri dan calon menantunya daru kejauhan, nampak sekali wajah bahagia putrinya, semoga saja Indra selalu bisa membahagiakan putrinya.


Fitry juga menatap Ayah Yudi dari kejauhan, dia mendekati sang Ayah dan langsung memeluknya.


Ayah Yudi membalas pelukan dari sang Putri.


"Selamat atas pertunangan mu sayang, semoga kau selalu bahagia.." ucap ayah membelai rambut putrinya lembut.


"Terimakasih Ayah.." ucap fitry tanpa melepas pelukannya pada Ayah tercinta.


setelah puas memeluk sang Ayah, kini fitry berganti memeluk sang Ibu. Ibu Eny juga membalas pelukan dari sang putri.


"Tak terasa putri ibu sudah besar sekarang, sudah mau menikah, rasanya baru kemarin ibu menggendong mu sayang. Selamat ya sayang." ucap ibu eny pada sang putri.


"Terimakasih Ibu, aku menyayngi ibu..." jawab fitry yang masih berada di dalam pelukan sang ibu.


Ibu mengurai pelukannya dan menghujani wajah sang putri dengan ciuman.


"Hahaha... Ibu hentikan, nanti make up ku rusak.." ucap fitry tertawa geli saat ibu eny mencium seluruh wajahnya.


"Biarkan saja, yang bayar MUA nya kan Ayah, iyakan Ayah?" sahut ibu eny yang langsung melirik ke arah Ayah Yudi.


Ayah yudi hanya tersenyum simpul pada istri dan putrinya.


"Aiiiishh Ibu..." ucap fitry ngambeg.


Ayah Yudi melihat perdebatan ibu dan anak itu gemas, dia langsung memeluk keduanya bersamaan dan mencium pipi dua wanita kesayangannya bergantian.


"Ayah menyayangi kalian.." Ucap Ayah Yudi pada kedua wanita tersayang nya.


"Kami Juga Ayah.." balas kedua wanita yang ada di dalam pelukan Ayah Yudi. Mereka mencium pipi Ayah Yudi bersamaan.


Ibu Eny mencium pipi kanan sang suami, Fitry mencium pipi kiri sang Ayah.


Sungguh keluarga yang sempurna...


Indra menatap dari kejauhan pemandangan bahagia itu. Dia tersenyum simpul dari kejauhan sana.