Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 46



_Di Resto milik Indra.


Saat ini pukul 10.00 pagi, mereka mengisi perut di resto saja. Pikir Indra sekalian mengecek resto tersebut.


Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan. Indra duduk di samping sang istri.


"My Wife, tunggu disini sebentar ya, aku ingin mengecek pekerjaan ku sebentar di ruang kerja ku, aku akan kembali kesini stelah selesai mengecek." ucap indra pada fitry.


Sang istri mengangguk pelan.


Beberapa saat kemudian, Indra sudah kembali ke meja tempat istrinya berada. Dia melihat semua makanan belum di sentuh.


"Kenapa belum di makan?" tanya indra seraya duduk di samping sang istri.


"Aku menunggu mu" jawab fitry.


Indra tersenyum mengacak rambut sang istri. Dia merasa lucu dengan tingkah sang istri.


"Baiklah ayo makan." ucap indra meraih piring yang sudah berisi makanan.


"No! Biar aku yang menyuapi mu Honey.." kata fitry sambil merebut piring dari tangan suaminya.


"Buka Mulut mu honey.. Aa.." ucap fitry saat melayangkan sendok menuju mulut sang suami.


Indra menurut saja, dia sangat bahagia memiliki istri seperti fitry.


semua mata tertuju pada pasangan pengantin baru itu. mereka sangat romantis.


"Doben, kau ingin Honey moon kemana?" tanya indra di sela makan.


"Kemana saja, aku akan ikut dengan mu kemanapun kamu membawa ku pergi." balas fitry dengan senyum menatap netra indra.


"Bagaimana kalau kita Ke Bali?" tawar indra pada sang istri.


"Boleh," jawab fitry singkat.


"Baiklah aku akan mengurusnya. Kita akan berangkat besok?" ucap indra.


"Benarkah Honey? Yeaaayyy asiiiikkk, kita liburann.." teriak fitry bersorak gembira.


"Honey moon Doben, bukan liburan."ucap indra membenarkan.


"Sama saja Honey" fitry tersenyum menampakan rentetan giginya.


"Honey, aku ingin berkunjung ke Rumah Ayah Yudi, apa boleh?" tanya fitry pada suaminya.


"Tentu saja boleh, tapi setelah ke rumah Ayah yudi, kita juga harus ke tempat Ayah Danu, Deal?"


"Deal.." ucap fitry tersenyum girang.


setelah selesai mengisi perut mereka langsung menuju kediaman Hartawan. Tak lupa membawa sedikit oleh-oleh untuk Ayah Yudi dan Ibu Eny.


"Ayah, Ibu, kami datang..." teriak fitry masuk ke dalam rumah.


"Sayang... Akhirnya kamu datang juga, Ayah dan ibu sudah menunggu sejak pagi. Kalian tidur dimana tadi malam?" tanya ayah yudi pada putrinya.


Saat ini mereka sudah duduk di sofa ruang tengah.


Fitry melirik sang suami dengan tersenyum pertanda jika fitry ingin suaminya saja yang menjelaskan.


"Kami tinggal di rumah kami sendiri Ayah," ucap indra tersenyum pada Ayah Mertuanya.


Indra dan fitry mengangguk bersama.


"Kapan kalian membelinya?" tanya Ayah Yudi.


"Sudah lama Ayah, sebelum kami menikah, aku memebeli rumah itu untuk hadiah penikahan, kami akan hidup mandiri di rumah kami sendiri." ucap indra menjelaskan.


"Bahkan rumah itu Atas nama Ku ayah," imbuh fitry yang langsung memeluk sang suami yang berada di sampingnya.


"Syukurlah... Terimakasih Indra, kau sudah memberikan tempat tinggal untuk putri kami." ucap Ayah Yudi dengan senyum haru.


"Ini tidak sebanding dengan pengorbanan Ayah dan Ibu, yang rela melepaskan putri satu-satunya untuk ku." ucap indra menatap dan istri dan membelai rambutnya.


"kami benar-benar bersyukur karena fitry menikah dengan pria yang tepat." ucap ibu eny menatap sang menantu dengan senyum.


"Ayah, ibu.. Besok kami akan pergi ke bali untuk honey moon, doakan kami agar cepat mengandung cucu Ayah dan ibu." ucap fitry pada orang tuanya.


"Kami selalu mendoakan kalian sayang," timpal ibu eny tersenyum haru.


"Berikan kami cucu yang banyak ya sayang?" ucap ayah yudi pada putrinya.


Fitry mengangguk lalu memeluk kedua orang tuanya.


setelah mereka puas bertemu dengan Ayah Yudi dan Ibu Eny, mereka langsung pergi ke kediaman Josef Manek.


Mereka juga membawa oleh-oleh untuk Ayah Danu, Mama Santi dan juga Lily.


kini mereka tiba di kediaman Josef manek.


mereka masuk dan di sambut hangat oleh Ayah Danu dan mama Santi.


"waaahhh... Pengantin baru dateng," ucap lily mendekat pada Abang dan kakak iparnya untuk menyalam keduanya.


mereka sudah berkumpul di meja makan karena kini sudah waktu jam makan siang.


"Bagaimana kak Fitry, apa kakak bisa tidur semalam? Abang tu kalau tidur ngorok kenceng banget." celoteh lily di sela mereka makan.


Fitry mengulas senyum.


"Kamu benar Lily, Abang mu memang berisik sekali saat tidur." sahut fitry tertawa.


"Doben...." panggil indra pada istrinya


"Sorry Honey..." jawab fitry yang masih menertawakan suaminya.


semua orang tersenyum melihat pasangan muda itu.


"Oh ya, besok pagi kami akan pergi ke bali untuk honey moon. Doakan kami agar cepat memiliki keturunan Ayah, Ibu, Lily..." ucap indra.


"Benarkah? Waaahhh... Mama tidak sabar ingin segera memiliki cucu ya kan Ayah?" ucap mama Santi antusias.


Ayah Danu mengangguk.


"Ya, kami sangat berharap fitry segera hamil, kalau bisa hamil kembar biar tidak berebut sama besan. Hehehe." ucap Ayah danu membuat semua orang yang ada disana tertawa keras.


"Baik Ayah," ucap fitry pada ayah Danu.


Mereka melanjutkan kembali makan siang itu.


setelah selesai, Indra mengajak sang istri untuk istirahat sejeak di kamar miliknya.