Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 51



_2 bulan setelah pernikahan


"Hooeekk... Hooeekk...!"


Fitry terusik dengan suara suaminya, dia cemas dan langsung beranjak dari tidurnya dan menghampiri sang suami yang sedang berada di kamar mandi.


sudah beberapa hari ini, Indra selalu mual dan muntah saat pagi hari.


"Honey.. Are you okey?" tanya fitry pada suaminya yang masih mual dan muntah.


Indra tidak menjawab, di menghela nafas panjang dengan mendongakan kepalanya keatas.


Fitry menempelkan telapak tangannya pada dahi suaminy.


"Tidak demam, apa kamu salah makan honey?" tanya fitry lagi.


"Tidak, aku makan seperti biasa cinta," ucap indra dengan lemas.


"Kita ke dokter ya?" tawar fitry pada suaminya.


Indra mengangguk saja sambil memegang perutnya yang bergejolak. Tidak biasanya dia seperti ini. Dan seingatnya dia tidak makan apa pun yang membahayakan perutnya.


Fitry membantu suaminya merebahkan tubuh pria itu di atas tempat tidur. Ia buru-buru ke dapur untuk membuatkan minuman hangat buat suaminya.


Setelah selesai membuat air jahe hangat, dia kembali ke kamarnya.


"Minumlah Honey, ini akan sedikit membantu mengurangi rasa mual." ucap fitry sambil membantu suaminya untuk minum.


"Aku mandi dulu ya, kita akan pergi ke rumah sakit untuk periksa." ucap fitry lagi.


namun dia di tahan oleh suaminya.


"Jangan mandi, aku ingin mencium bau tubuh mu cinta." indra menahan istrinya saat akan beranjak pergi mandi.


"Tapi bau ku tidak sedap honey, bau iler.. Hehehe." timpal fitry cengengesan sambil mencium tubuhnya sendiri.


"Aku menyukainya cinta, mendekatlah.. bau tidak sedap itu membuat ku merasa lega dan tidak mual lagi." ucap Indra sambil menarik tubuh istrinya membawa kedalam pelukannya.


"Honey, kau sangat aneh hari ini." gumam fitry dalam hati.


beberapa menit kemudian, fitry yang keluar dari kamar mandi langsung mendapat tatapan tajam dari suaminya yang sudah bangun dan bersedekap dada, duduk di atas ranjang.


"Hehehe... Aku sudah tidak tahan dengan bau ku sendiri honey, jangan marah..." pinta fitry pada suaminya sambil menangkup kedua telapak tangannya di dada.


"Baiklah.. tapi sebagai hukuman, aku mau di mandikan oleh istriku." titah indra tanpa bantahan.


"Dengan senang hati my Husband." ucap fitry lalu membantu sang suami yang lemas tak berdaya itu untuk mandi.


Wajah Indra sudah benar-benar pucat pasi. Fitry semakin khawatir dengan suaminya.


"My wife, apa mungkin aku punya penyakit parah yang tidak aku ketahui selama ini?" tanya indra saat istrinya menggosok tubuhnya.


"Kau ini bicara apa? Jangan berfikir yang tidak-tidak Honey, kau hanya lelah karena terus bekerja." sahut fitry dengan perasaan takut, takut jika benar suaminya sakit parah.


Indra hanya diam tidak menjawab.


.


.


Kini mereka sudah siap menuju rumah sakit, karena belum punya supir, akhirnya fitry yang mengemudi menggantikan suaminya.


25 menit berlalu, kini mereka telah sampai di rumah sakit dan sudah berada di dalam ruang periksa.


Indra berbaring di atas brankar di temani istrinya. Sedari tadi, dia tidak melepas genggaman tangan istrinya sama sekali.


"Apa keluahan anda Tuan?" tanya dokter yang saat ini sedang memeriksa Indra.


"beberapa hari ini, Saya selalu merasa mual dan muntah dok, perutku selalu bergejolak setiap bangun tidur pagi. namun aneh nya, saat saya mencium bau tidak sedap dari tubuh istri saya, rasa mual itu langsung hilang, ya meskipun masih terasa pusing."


Dokter mengangguk paham, dia tersenyum mendengar penuturan sang pasien.


"Apa ini berbahaya untuk suami saya dok?" tanya fitry pada dokter.


"Tidak perlu cemas Nyonya, suami anda tidak sakit. Coba anda periksa ke dokter spesialis kandungan, untuk melakukan USG, Kalian akan mendapatkan jawaban disana. dan yang periksa Bukan suami anda, tapi Anda sendiri Nyonya." jelas Dokter itu.


Indra dan Fitry bingung, kenapa malah Fitry yang disuruh USG? Entahlah... Mereka hanya menurut apa kata dokter saja, dan langsung menuju tempat praktek Dokter Spesialis Kandungan.