
Pagi Hari di kediaman Ayah Danu josef manek.
"Pagi semua.." sapa indra pada semua orang yang ada di meja makan.
"pagi sayang, kau terlihat senang pagi ini." ucapa mama santi membalas sapa an indra.
"Iya Ma, Indra ada kabar gembira. Sebenarnya indra ingin memberi tahukan soal ini dari semalam, tapi lupa keburu kangen sama Fitry. Hehehe." ucap indra pada mama santi dengan tawa ringan.
"Oh iya, bagaimana kabar Fitry? sudah lama kamu tidak pernah bercerita lagi tentang gadis itu." tanya mama Santi penasaran.
"Fitry masih berobat di amerika Ma.. Dia juga kuliah online disana. Karena keadaan, dia terpaksa kuliah online. Dia dan keluarganya sehat Ma, semoga saja Tuhan memberi keajaiban untuk gadis itu. Aku ingin sekali melihatnya kembali ceria seperti Dulu." ucap indra sendu.
"Ya, semoga Tuhan menjawab Doa mu sayang, meskipun mama belum pernah bertemu langsung dengan gadis itu, tapi mama yakin jika dia gadis yang baik." ucap mama santi dengan senyum khas keibuan.
"Lily juga gak sabar pengen lihat Abang sama Kak Fitry menikah." sahut lily dengan senyum ramah.
"Ayah juga penasaran sama Gadis itu, dia bisa membuat anak Ayah jadi Bucin seperti ini." ucapa ayah tetawa pada indra.
"Sabar Ayah, setelah keadaan membaik, aku akan membawa Fitry ke hadapan Ayah dan mama, kau juga lily. Kalian pasti suka dengan gadis itu karena dia sangat cerewet dan juga berisik." jawab indra yang langsung di sambut oleh tawa Semua orang.
"Oh ya, katanya mau bilang sesuatu tadi, memang ada apa Ban?" tanya lily kepo.
"Ekheemmm... Jadii... Abang... Sekarang... Sudah... Naik Jabatan sebagai manager pemasaran di kantor." jawab indra dengan senyum yang mengembang.
"Pujii Tuhaannn..." ucap semua orang.
"Abang serius??" tanya lily
indra menjawab dengan anggukan kepala cepat.
"selamat ya bang..." ucap lily langsung memeluk abang nya erat.
"trimakasih adik Abang yang paling cantik, tapi masih cantikan pacar abang sih.. Hahahaha" balas indra tertawa menggoda lily.
"Iya iya... Yang punya pacar. Kalau mau juga aku bisa cari cowok tampan lebih tampan dari abang, Blleeee...." ucap lily tidak terima.
"Sudah-sudah, jangan berdebat. habiskan makanan kalian lalu berangkat." titah Ayah Danu pada Indra dan Lily.
Setelah selesai makan Indra dan lily pamit untuk pergi ke kantor dan lily akan ke sekolah.
Ayah Danu dan Mama santi masih duduk di meja makan.
"Ayah, Lihat lah putra kita, dia sudah membuktikan bahwa dia bisa berdiri di kakinya sendiri sekarang. Semoga ini awal dari segala kebaikan yang akan datang pada keluarga kita." ucap mama santi menitikan air mata terharu.
Mama Nia meraih tangan Ayah Danu, menatap netra pria paruh baya itu dengan senyum. Seolah menyalurkan kekuatan pada sang suami.
.
.
_Di Amerika.
Kini Fitry sedang Di rumah sakit untuk terapi. Seperti tak ada bosannya dia bolak-balik ke tempat itu. Dia di temani Ibu eny sekarang.
Setelah mereka selesai terapi, ibu eny yang sedang menunggu di apotek untuk mengambil obat tiba-tiba ingin ke kamar mandi.
"Fit, Ibu mau ke kamar mandi sebentar, kamu tunggu disini ya, kan gak mungkin ibu membawa mu ke toilet." ucap ibu eny yang langsung kabur dari tempat apotek karena sudah tidak tahan menahan pipis.
Fitry sendirian di tempat apotek itu, tidak banyak yang mengantri obat dan fitry adalah antrian terakhir saat ini. Dia menunggu nomor antrian nya di sebutkan.
Namun beberapa saat datang 2 orang laki-laki yang tidak di kenalnya mendekatinya yang sedang duduk sendiri di kursi roda.
"Siapa kalian." setelah fitry bertanya pada 2 laki-laki itu, fitry di bekap dengan sapu tangan dan tiba-tiba mata fitry buram dan terlelap pingsan.
2 laki-laki itu langsung mendorong kursi roda itu buru-buru pergi dari sana.
Setelah sampai di tempat parkir rumah sakit, mereka langsung memasukan fitry pada kursi penumpang. Tidak lupa mereka mengikat kedua tangan fitry dan menutup mulut fitry dengan Lakban.
Entah akan dibawa kemana Fitry. Tak ada yang tahu.
Beberapa saat kemudian, Kini ibu eny sudah kembali ke tempat apotek, dia tidak menemukan Putrinya disana. Ibu Eny Panik!! Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah sakit namun nihil.
Ibu eny mencoba mencari fitry dengan berkeliling rumah sakit, dan berhenti di tempat parkir, siapa tau fitry menunggunya di mobil tapi tetap saja, NIHIL!
Ibu Eny langsung mengambil ponsel yang ada di dalam Tas nya. Dia menelpon Ayah Yudi, suaminya.
Ayah yudi sedang berada di Ruang kerja di apartemen miliknya. Ya, selama di Amerika Ayah Yudi bekerja melalui jarak jauh. Di memantau perusahaan dari Amerika dan akan kembali ke indonesia sati minggu sekali.
"Ya Bu ada apa?" jawab ayah yudi dari sambungan telpon.
"Fitry Ilang Ayah!" jawab Ibu eny.
Deg!
Jantung Ayah Yudi berdetak tak karuan. Dia shock mendengar berita ini.