
_Di Indonesia
Hari ini adalah Hari pertama Indra bekerja sebagai manager. Dia sangat bersemangat hari ini, seolah masa depan nya sudah terlihat jelas.
Dia menjalankan pekerjaanya dengan baik. Direktur Jason juga senang dengan kinerja Indra, dia sangat totalitas dalam bekerja, tidak nanggung-nanggung.
"Bagaimana hari pertama mu menjabat sebagai manager?" tanya Jason yang kini menemui Indra di ruang kerjanya.
"Luar biasa sekali Pak, saya sangat-sangat berterima kasih kepada Bapak yang sudah memberikan pekerjaan ini." jawab indra dengan senyum terbaik nya.
"Baiklah, lanjutkan pekerjaan mu. Sebentar lagi kita akan meeting membahas pembuatan produk baru kita." titah sang direktur pada indra.
"Baik Pak,!" jawab indra singkat.
Direktur Jason pergi meninggalkan Ruang kerja Indra, menuju Ruangan Direktur nya.
.
.
_Di Amerika.
Ayah Yudi yang panik karena putrinya yang hilang, kini sudah berada di kantor polisi bersama Ibu eny. Mereka akan meminta bantuan polisi untuk mencari putrinya.
Tak Hanya polisi saja, Ayah Yudi juga menyuruh beberapa orang kenalannya yang seorang mafia di Amerika, agar pencarian putrinya dapat membuahkan hasil dengan cepat.
Ayah Yudi dan ibu eny kembali ke rumah sakit untuk meretas CCTV yang ada disana.
mereka tiba di rumah sakit dan langsung meminta petugas Rumah sakit untuk melihat kembali rekaman disana pada pukul 11.00 siang tadi, terutama tampat apotek.
.
.
_Di tempat Lain.
Fitry kini sudah kembali Sadar dari pingsanya. Dia ada di sebuah kamar Hotel mewah dan dia berada di atas tempat tidur dengan tangan terlentang yang di ikat di tepi ranjang.
"Siapa pun lepaskan aku." teriak fitry kencang, namun tidak ada jawaban sama sekali. Hening...
Namun sesaat kemudian, Ada seorang Pria masuk dari pintu kamar itu. Dia menyeringai melihat Fitry di atas tempat tidur.
David kini sudah duduk di tepi ranjang tempat fitry terbaring. Dia menatap Fitry tajam dengan senyum licik di bibir nya. David mencengkeram pipi Fitry keras.
"Jangan sentuh Aku!" tolak fitry dengan nada tinggi.
"Hahahaha... Dasar gadis Lumpuh tidak tahu diri. Kau itu sangat sombong, menolak lamaran ku yang jelas-jelas Sempurna tanpa cela sedikit pun ini." tawa david dengan keras di sela bicaranya dan melepaskan cengkramannya.
"kau manusia Ibliss! Aku menyesal telah mengenal mu!" bentak fitry lagi.
"Terserah, yang jelas aku dan mami hanya menginginkan Harta dari orang tua mu Baby..." sahut david sembari mengelus pipi fitry.
"cih, kau benar-benar manusia serakah!" jawab fitry memalingkan wajahnya.
"Ya, aku memang manusia serakah, karena itu aku tidak akan melepaskan mu. Aku akan membuat mu tidak bisa menolak ku lagi. Hahahaha!!" ucap david sambil melepaskan kemeja yang dia kenakan.
"Apa yang akan kau lakukan pada ku?" teriak fitry pada david.
"Diam lah, semakin kau berontak, maka aku akan semakin memaksa mu Baby.. Nimati saja baby.. Aku akan membuat mu merasakan surga dunia." jawab david dengan mata tajam menatap tubuh fitry yang putih mulus tanpa cela itu.
"Biadab!!! Toloonngg!!!" teriak fitry meminta tolong.
"Teriak pun tidak akan ada yang mendengar mu sayang, ruangan ini kedap suara." ucap david dengan terus berusaha mencumbu gadis itu.
Fitry menangis sejadi-jadinya. Dia berontak sekuat mungkin untuk mencegah perbuatan david, namun keadaannya yang lumpuh, membuatnya tak bisa berbuat lebih.
"Hentikan David aku mohon..." melas fitry mentap mata david.
"jangan seperti ini, aku mohon david, kau menyakiti ku." ucap fitry lagi dengan air mata yang bederai.
"Maafkan aku, sebenarnya aku masih mencintai mu, karen itu aku ingin menginginkan mu menjadi miliki ku seutuhnya." jawab david dalam hati.
Ada perasaan tak tega melihat fitry menangis. Tapi dia tetap harus melakukan hal ini agar fitry tak bisa di miliki oleh pria lain.
"Aku mengenal mu sejak dulu, kau bukan orang yang jahat david. Buka matamu, dengan melakukan apa kau pikir aku akan mau menikah dengan Mu? Tidak! Bahkan jika aku hamil pun, aku tetap tidak akan mau menikah dengan mu david! Hati ku sudah menjadi milik orang lain! Kau tak kan bisa memiliki ku sampai kapan pun!" jelas fitry dengan terus menangis sesenggukan.
Kini baju yang di kenakan fitry sudah terkoyak, memperlihatkan sedikit aset berharga miliknya.
David menghentikan aktivitasnya. Dia nampak berfikir dengan apa yang di ucapkan oleh fitry.