Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 32



Satu minggu kemudian...


Setelah acara Wisuda selesai siang ini.


Ayah Yudi, Ibu Eny, dan juga Fitry langsung berkemas untuk segera pulang ke Tanah Air.


setelah 1 jam berkemas, mereka langsung menuju ke bandara untuk kembali ke Indonesia.


Setelah sampai Bandara, mereka tidak perlu menunggu lama karena pesawat sudah mau take off.


"Ayok Bu, sayang, kita langsung masuk ke pesawat" ucap Ayah pada istri dan putrinya.


Ibu Eny dan Fitry hanya mengangguk cepat.


Fitry memang sengaja tidak memberitahu Indra akan kepulangannya Hari ini. Dia ingin memberi kejutan pada pria yang dia cintai itu.


15 jam Kemudian....


Kini Fitry dan orang tuanya sudah tiba Di Indonesia pada pukul 01.00 pagi dini hari. mereka langsung menuju Rumah Mewah kediaman Hartawan.


"Bu... Ahirnya kita kembali ke Indonesia dengan kaki fitry yang sudah bisa kembali berjalan. Aku tidak sabar ingin bertemu Indra." ucap fitry antusias pada Ibu Eny saat di dalam Taxi.


Rasanya sangat bahagia sekali dirinya saat ini.


"Iya Sayang... Ibu juga tidak sabar punya mantu. Hehehe.." jawab ibu dengan gelak tawa.


"Ibu... Fitry harus belajar mengurus perusahaan dulu sebelum dia menikah karena dia pewaris tunggal." sahut Ayah dari Jok Depan.


Mereka sengaja naik taxi karena supir Ayah Yudi di liburkan selama keluarga Hartawan di Amerika. tenang saja supir mereka masih di gaji tiap bulan. Hehehe... Pak supir makan gaji buta.


"Ayah... Putri kita sudah berusia 23tahun, terus mau nikah umur berapa dia? Nanti di katain perawan tua sama temen-temen arisan Ibu." sungut ibu Eny kesal pada Ayah.


"Bu, usia itu bukan patokan untuk seseorang menikah, lagi pula mempersiapkan segalanya lebih matang itu lebih baik. Kalau putri kita nikah sekarang, dia tidak akan punya waktu setelah menikah. Ayah juga sudah tua ibu, mau sampai kapan ayah bekerja?" jelas Ayah Yudi panjang lebar.


"Iya Ibu, apa yang di bilang Ayah benar. Lagi pula Indra masih punya cicilan Rumah Bu, aku juga tidak mau membuat Indra pusing memikirkan pernikahan kita dulu. Setahun terpisah jarak, kami ingin bisa pacaran dulu kaya pasangan lainya Bu.. Kami juga ingin mempersiapkan diri sebelum memutuskan untuk bekomitmen." sahut Fitry.


"Hahahaha... Ibu itu kaya anak kecil, sedikit-sedikit ngambek." tawaa Ayah melihat istrinya merajuk.


"hahaha, ibu sangat jelek kalau sedang ngambek, bibirnya jadi maju kedepan." ledek fitry pada Ibu.


"Kalian, benar-benar tega sama ibu." jawab Ibu semakin merajuk.


"Ibu... Aku menyayngi Ibu.." ucap fitry sambil memeluk sang Ibu.


"Ibu juga menyayangi mu nak.." ibu membalas pelukan itu dengan senyum di wajah ibu.


Ayah yang berada di jok depan tersenyum simpul melihat 2 wanita yang dia sayangi itu.


Sungguh keluarga yang sangat Harmonis... Semua orang menginginkan keluarga seperti Hartawan Family.


.


.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, kini Ayah Yudi, ibu eny dan fitry langsung masuk rumah mewah itu dan langsung menuju kamar masing-masing. Mereka akan beritirahat sejenak sebelum kembali beraktivitas.


Fitry yang sudah berada di kamar, langsung mengambil Hp dari dalam tas kecil yang ia bawa dari tadi.


Dia melihat ada beberapa kali panggilan dari indra. dan ada juga pesan dari pria itu.


DOBEN, KENAPA TIDAK MENGANKAT TELPON KU?


Begitulah pesan dari indra..


Fitry tersenyum membaca pesan itu, dia sengaja tidak membalas pesannya. Dia akan menemui kekasih nya besok pagi.


Kini Fitry memejamkan matanya bersiap untuk Tidur. Dia benar-benar lelah saat ini. Menempuh perjalanan yang sangat panjang dan juga sangat lama cukup menguras energi nya.


"Cepatlah Pagi, aku sudah tidak sabar untuk menemuinya." gumam fitry sendiri.