Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 22



Kini sudah pukul 10.00, seperti ucapan asisten tadi, dia kembali keruangan indra untuk menjemputnya.


"Saudara Indra, mari ikut saya." titah asisten direktur pada indra.


"Baik Pak," jawab indra singkat.


"Ini adalah berkas yang akan kamu presentasikan." asisten itu memberikan map berisi kertas yang entah apa isi kertas itu.


"Baik pak, saya akan mempelajari ini sebelum para investor datang." balas indra.


15 menit kemudian...


Kini indra sudah berada di ruang rapat bersama Direktur JAYA GROUP yaitu Bapak Jason dan asistennya Bapak Daren.


para investor juga sudah berdatangan. Ruangan itu di penuhi orang-orang berduit.


Rapat di mulai...


Indra mengambil nafas dan menghembuskannya pelan. "Huuuuuff...."


Asisten Daren yang mempin rapat,sedangkan direkur Jason hanya duduk mendengarkan.


Kini giliran indra untuk presentasi. Indra gugup namun dia bisa mengatasinya dengan baik.


"Baik, perkenalkan saya Indra. Disini saya akan mempresentasikan Produk yang akan kami Rancang. Semoga Tuan dan Nyonya bisa hasil Inovasi yang kami ciptakan." ucap indra membuka percakapan.


10 menit


30 menit


1 jam berlalu...


Indra menjalankan tugas nya dengan Baik. Para investor menyetujui produk inovasi baru yang akan di luncurkan di pasaran. Sebuah Motor Sport yang di lengkapi dengan mesin yang canggih, lengkap dengan segala yang di perlukan oleh seorang pengendara bermotor. Sunggu produk yang luar biasa. Dan yang pasti Harganya juga tidak sembarangan.


Rapat selesai. Setelah para invertor pergi dari ruang rapat, Direktur Jason langsung menghampiri Indra yang sibuk berkemas membereskan berkas yang berserakan.


"Terimakasih Sudah membantu menyelamatkan Rapat penting ini. Kau bekerja di bagian apa?" tanya direktur Jason pada Indra.


"Saya Staf di bagian pembukuan masuk dan keluarnya barang saja Pak." jawab Indra dengan senyum ramah.


"Daren, kamu pindahkan Posisi Indra menjadi Manager Pemasaran mulai besok pagi. Dan beri Dia Bonus 3x lipat dari gajinya bulan ini." titah direktur Jason pada Daren yang langsung di angguki oleh asistennya itu.


"Baik Tuan," jawab daren singkat.


"apa tidak berlebihan Pak? Saya baru 2 bulan bekerja disini." ucap indra tidak percaya.


"Tidak, kau berhak menempati posisi itu karena manager pemasaran yang lama mengalami kecelakaan dan belum di ketahui akan berapa lama dia cuti. Karena itu kau yang menggantikannya. Setelah Bayu bisa bekerja kembali, kau akan ku pindah kan menjadi Wakil Direktur jika kinerja mu meningkat.!" jawab Direktur Jason dengan penuh penekanan.


Entah mimpi apa dia semalam, bisa dapat keberuntungan yang tak terduga.


"Puji Tuhan!" Indra mengucap Syukur setelah Direktur Jason dan asisten Daren pergi menunggalkan Indra di ruang rapat.


Senyum Indra mengembang. Ini adalah Buah dari kerja kerasnya dan juga kesabarannya selama ini. Sungguh Tuhan maha adil.


.


.


Malam hari setelah Indra pulang dari kantor. Hari ini sangat sibuk karena dia harus mengurus pekerjaanya yang mulai besok berganti menjadi seorang manager.


setelah bersiap untuk tidur, Indra menyempatkan diri untuk menelpon sang kekasih. Ya, Dia sudah sangat merindukan gadis itu, dan dia akan memberitahukan kabar gembira ini pada kekasihnya.


"Heiii Honey... kau belum tidur?" sahut fitry dari sebrang sana. Suara gadis itu benar-benar membuat hati Indra nyaman. Seolah rasa penat di tubuhnya hilang entah kemana.


"Aku baru saja pulang dari kantor Doben, tadi ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dan akhirnya pulang hingga larut. Aku ada kabar gembira Cintaku." jawab indra


"Oh ya??? Kabar gembira apa Honey??" tanya fitry antusias.


"Mulai besok pagi, aku akan bekerja sebagai manager pemasaran di perusahaan." balas indra tak kalah senang.


"Benarkah??? Waaahhh... Congratulation Honey... Aku bahagia mendengarnya. tapi bagaimana bisa? Kamu kan baru bekerja 2 bulan honey?" tanya fitry penasaran.


Indra pun menjelaskan semua dari A sampai Z, fitry manggut-manggut paham akan penjelasan panjang itu. Betapa bahagianya mereka saat ini. Akhirnya, mimpi mereka satu langkah lebih dekat.


Ya, mimpi untuk menikah dan hidup bersama selamanya.


"Semoga, ini langkah awal yang baik untuk kita meraih mimpi Honey.." ucap fitry bahagia.


"Amiinn.. Semoga Tuhan memberkati kita berdua. Terimakasi Doben, kau sudah menemaniku hingga berada di titik ini. Teruslah bersama ku Cintaku, jangan lelah untuk menunggu ku." kini suasana romantis berubah menjadi haru.


"Aku juga ingin berterimakasih pada mu Honey, kau tidak pernah berniat untuk meninggalkan ku meski keadaan ku yang kurang sempurna." kini fitry menitikan air matanya, bukan tangis sedih namun dia merasa bahagia dan bersyukur karena di pertemukan dengan Indra.


Tuhan selalu memiliki rencana untuk segala pertemuan dan juga perpisahan.


dan Tuhan memberi cobaan juga pasti memiliki makna di balik segala peristiwa.


Semoga Takdir segera memepersarukan mereka berdua dalam ikatan cinta Suci, dan berjanji di hadapan Tuhan untuk sehidup semati.


"Baiklah, aku akan mematikan sambungan telponya. Kau istirahatlah Honey... I love you so much." ucap fitry pada indra.


"Siap Ibu Negara... sayang banyak-banyak sama Doben. Bye..." setelah selesain menelpon, indra segera membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


'Semoga Hari esok akan lebih baik, Terimakasih atas nikmat mu Tuhan Yesus' gumam indra dalam hati.