
_Di kediaman Hartawan di Amerika.
kini mereka sudah berada di apartemen yang sudah di beli oleh Ayah Yudi beberapa waktu yang lalu.
Ia ingin putrinya merasa nyaman meski sedang tidak di Negri nya sendiri.
Fitry menyukai apartemen itu, kamar nya yang memeiliki balkon kecil yang langsung di bisa melihat pemandangan indah Kota Paman Sam itu.
.
.
_Di tempat lain di Indonesia
Indra kini mulai bekerja di perusahaan bidang otomotif, indra menempati posisi staf biasa di perusahaan itu. meskipun hanya staf tapi ia senang dengan hasil usahanya sendiri.
Ayah Yudi sudah pernah menawarkan indra untuk membuka usaha, dan ayah yudi yang akan memberikan modal pada indra. Namun indra menolak karena tidak ingin orang lain membantu nya selagi ia mampu.
Ayah Yudi merasa bangga pada Pria itu, dia masih muda namun memiliki tekad kuat untuk meraih kesuksesan.
Ayah Yudi dan indra sudah sama-sama tahu jika perusahaan meuble tempatnya bekerja dulu adalah punya ayah Yudi.
_Flashback On
Indra yang akan pulang dari rumah fitry setelah seharian menjaga gadis itu, bertemu dengan ayah yudi di lantai bawah.
Indra yang akan berpamitan pada ayah yudi akhirnya mengurungkan niatnya untuk pulang, kerena Ayah Yudi mengajaknya mengobrol Ringan waktu itu.
"Indra, Duduklah sebentar ada yang ingin Ayah tanyakan." ucap ayah menyuruh ya duduk di dekat nya.
Setelah indra duduk ayah yudi langsung mengajak pria itu mengobrol
"Indra, Ayah ingin menanyakan sesuatu. Apa benar kamu bekerja di perusahaan meuble MD Group, dan menempati posisi di bagian produksi?" tanya ayah yudi pada indra
"Benar Ayah, memangnya kenapa Ayah?" tanya indra penasaran.
"Apa kau tidak mengetahui jika Ayah adalah pemilik dari MD Group?"
"Tentu, Indra tau jika MD Group adalah perusahaan milik Ayah. Namun Indra tidak mau tau tentang hal itu, indra hanya mencintai Putri Ayah, Bukan ingin memanfaatkan peran Ayah untuk keuntungan atau kepentingan pribadi Indra. Indra juga sempat kaget saat mengetahui bahwa Fitry adalah Putri dari pemilik MD Group. Indra juga sudah membicarakan hal ini kepada putri ayah. Saat indra ingin mundur dari hidup fitry, karen Indra takut jika ayah tidak merestui hubungan kami karen Indra adalah anak orang yang tidak mampu, Tuhan berencana lain. Tuhan memberikan rasa cinta yang begitu besar pada ku dan fitry. Tuhan ingin aku menjaga Fitry dan menemaninya melewati cobaan hidupnya." jawab indra sungguh-sungguh.
Beliau langsung memeluk pria yang ada di hadapannya. Ayah yudi menangis bahagia, keputusanya untuk menjadikan indra sebagai menantunya sudah bulat.
_Flashback Off
.
.
_Di Rumah sakit Amerika
Fitry yang selalu semangat untuk terapi membuat ibu eny tersenyum bahagia. ibu eny selalu membagikan proses terapi fitry kepada indra, seperti janjinya pada indra sebelum berangkat ke Amerika.
Indra selalu menyempatkan diri untuk melakukan panggilan Video call pada gadis itu setiap malam. Ya, jika di indonesia malam maka di amerika pagi.
Seperti saat ini, indra yang baru saja membuka notifikasi dari Ibu Eny langsung melakukan panggilan ke nomor itu.
"Heiii Cantik, bagaimana terapi hari ini,?" sapa indra dari sebrang sana.
"seperti biasa, terapi kali ini juga berjalan lancar. Apa kau sudah pulang kerja?" tanya fitry pada indra.
"Iya, aku sudah pulang. Hari yang berat tanpa mu Doben, aku merindukan Mu."
"Aku juga sangat, sangat merindukan mu honey."
"rasanya, aku ingin memeluk mu saat ini Doben."
"Aku pun... Tunggu aku pulang ya honey?"
"Pasti Doben, kau harus selalu semangat dan ingat, jangan macam-macam sama bule disana."
"iya honey, kau bawel sekali, hehehe."
"Ya sudah aku matikan telponya ya? I Love you Doben, i miss you so much. Salam buat Ayah dan juga ibu ya."
"Iya nanti aku sampaikan. I Love you to much, and i miss you to much. Sayang honey banyak-banyak! Bye honey... Muuaacchh."
Indra menutup sambungan video call itu, lalu menatap gambar dirinya dan fitry di layar ponsel nya. Setelah puas melihat wallpaper itu dia langsung tertidur dengan senyum di wajah nya.