Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 45



_Pagi menjelang, cahaya matahari mulai menerobos masuk di celah jendela kamar.


Fitry meresa tubuhnya ada yang menindih, dia menboca membuka matanya yang masih terasa berat dan ngantuk.


Pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah sang suami. Suaminya itu tidur dengan memeluk dirinya. Fitry mengerjab-ngerjabkan matanya beberapa kali, rasanya dia sedang bermimpi. dia mencoba mencubit pipinya sendiri "Aaaw.." pekik fitry.


Ya, ini bukan mimpi...


Fitry tersenyum menatap suaminya, dia merapikan rambut sang suami dan mengelus lembut pipi pria tampan itu.


"Morning my wife..." ucap Indra dengan suara beratnya, dia merasa tidurnya terusik.


"Kau sudah bangun honey?" tanya fitry kaget.


"Baru saja, karena kau sudah mengganggu tidur ku." ucap indra menggoda sang istri.


"Maafkan aku honey" jawab fitry lalu mencium pipi sang suami.


Tubuh mereka masih sama-sama polos, hanya tertutup oleh selimut.


Indra tersenyum mendapat kiss morning dari sang istri.


"Apa Masih sakit?" tanya indra, dan pipi sang istri kini sudah berubah menjadi merah.


"Sedikit..." lirih fitry menjawab pertanyaan suami nya.


Indra tersenyum simpul mendengarnya.


"Terimakasih sudah menjaga nya untuk ku..." ucap indra menyentuh pipi sang istri.


Fitry semakin tersipu-sipu. Meskipun merasa sakit, namun dirinya sangat senang saat mendengar ucapan Indra. Seolah dirinya bangga karena masih perawan dan sang suami lah yang mengambil kegadisan itu.


Indra merengkuh tubuh istrinya agar semakin mendekat dengannya.


Jantung Fitry berdebar kencang saat ini, melihat tatapan indra seolah ingin memakannya lagi.


Indra mulai mencium dahi sang istri lalu turu ke bibir, dia melakukannya lembut agar sang istri tidak merasa tegang.


Fitry membalas ciuman suaminya dengan senang hati, dia sudah sedikit belajar adegan panas semalam.


Tangan Indra tidak tinggal diam, dia mecari cari gundukan di dada sang istri. Fitry melenguh saat tangan indra bermain-main di gundukan itu.


mulut fitry meracau mengeluarkan nada-nada cinta. Indra sangat menyukai hal itu.


"Aaaawwh.. Honey..." lirih fitry dengan suara manja memanggil suaminya.


Indra sangat suka saat sang istri selalu memanggilnya, nafas mereka memburu seolah hawa panas menjalar di tubuh mereka.


Indra membuka selimut yang menutupi tubuh polos keduanya, seolah melihat harta karun, wajah indra berbinar melihat tubuh istrinya.


Indra memagut bibir istrinya kembali, kali ini ciuman itu semakin rakus. Tangannya menjelajah ke inti tubuh sang istri.


jarinya berselancar di bawah sana dengan lembut, fitry memejamkan matanya dengan mulut yang menganga.


"Honey... Aaaawhh... Aku ingin...." ucap fitry saat dirinya ingin meledak.


"Yesss baby, keluarkan saja..." ucap indra dengan suara beratnya berbisik di telinga sang istri.


Fitry berteriak saat cairan bening keluar dari inti tububnya. Indra tersenyum miring melihat istrinya sudah pelepasan pertama.


Kini Indra sudah mengungkung istrinya, dia memulai penyatuan. Istrinya meringis ketika benda milik nya mencoba masuk ke dalam tubuh istriny.


Meski masih terasa sakit di awal, namun semakin lama terasa semakin nikmat.


"Oohh Shiit!!!" umpat Indra saat miliknya terasa di cengkeram di bawah sana. Indra memaju mundurkan tubuhnya.


Fitry meremas sprei saat ingin mengeluarkan cairan bening kental dari tubuhnya lagi.


Hingga keduanya melenguh saat mereka sama-sama meledak.


Huuuffftt... Author nya panas dingin nulis part ini😅


tubuh mereka Ambruk di atas ranjang. nafas mereka sama-sama memburuh. Peluh bercucuran memenuhi tubuh mereka berdua. sungguh pagi yang panas!!!


"Terimakasih Doben, semoga perut mu segera mengandung benih cinta kita." ucap indra sambil mengusap perut rata sang istri dan mencium dahi istrinya lama.


Fitry tersenyum menatap sang suami.


"Ayo kita mandi bersama," ucap indra yang langsung beranjak dari tempat tidur dan menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar mandi.


Indra mengisi Bathub dengan air hangat dan menuangkan sabuh di dalamnya.


"Mandilah, aku akan membersihkan tempat tidur kita. Nanti aku akan menyusul mu kembali." ucap indra di angguki oleh sang istri.


Indra bergegas kembali menuju tempat tidur yang sudah seperti kapal pecah, baju yang tergeletah disana sini dan tempat tidur yang sudah berantakan.


Indra tersenyum melihat bercak darah di sprei itu. Seolah ada kebahagiaan tersendiri di dalam hati indra.


Dia mengganti sprei itu dengan sprei yang baru. Memungut semua pakaian kotor dan menaruhnya di keranjang khusus tempat baju kotor.


Kini tempat tidur mereka sudah rapi. Indra kembali ke kamar mandi menyusul sang istri dan mandi bersama.


Satu jam berlalu... Mereka keluar dengan fitry yang berada dalam gendongan indra.


"Honey... Aku bisa berjalan sendiri. Aku terlihat sperti orang sakit jika kamu gendong." rengek fitry pada suaminya.


"Tidak, aku sudah membuat luka, jadi aku akan menggendong mu agar luka mu tidak sakit." jelas indra.


"Sudah tidak sakit Honey, kau tidak perlu khawatir." ucap fitry tersenyum melihat sang suami.


Indra tidak menggubris ucapan istrinya, dia mendudukan istrinya di tepi ranjang dan mengambil pakaian untuk istrinya.


dengan telaten indra membantu sang istri berpakaian. Setelah sang istri selesai, kini giliran indra yang berganti baju.


Indra membantu menyisir rambut sang istri setelah selesai berganti baju. Fitry benar-benar merasa seperti tuan putri, suaminya memeperlakukannya seperti sebuah kaca yang rapuh, yang akan pecah jika tergores sedikit saja.


"Sudah, istri ku sudah cantik" ucap indra setelah selesai menyisir.


"terimakasih Honey.." ucap fitry dengan senyum di wajahnya.


KRRUUUUUKKKK....!! Bunyi suara perut fitry.


Indraa tertawa mendengar bunyi perut istrinya.


Fitry meringis menampakan giginya.


"Ayo kita pergi sarapan." ajak indra.


"Yeeeaayy makaann..." sorak fitry langsung menyambut tangan sang suami.


Kini mereka sudah berada di lantai bawah.


"Bibi Belum datang ya?" tanya fitry.


"Belum.. Bibi akan datang nanti siang, aku sengaja menyuruhnya datang siang saja, biar tidak menganggu acara malam pertama kita" ucap indra melirik sang istri.


"Dasaarr genit.." fitry menatap sang suami dengan senyum miring.