
Setelah sampai kampus Universitas Jakarta, Fitry yang ingat jika hari ini yang mengajar di kelas nya adalah Dosen Galak, akhirnya dia memasuki gedung terasebut dengan sedikit berlari sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya,"Aduuuhhh.... Telaatt... Mana Pak Sutris lagi yang ngajar, bisa kena Hukum gue." dengan nafas yang tersengal-sengal karna berlari hingga tak memperhatikan jalanan koridor kampus, tak sengaja menabrak salah satu siswa di kampus tersebut.
Braaaakkkk...!!!
"Aawhh... Sakiitt,!" pekik Fitry yang terjatuh dengan posisi menimpa Tubuh siswa yang di tabrak nya.
sejenak netra mereka beradu, setalah sadar akan posisi mereka saat ini, Fitry yang kaget langsung beranjak dari tubuh siswa tersebut. Yaahh... Dia seorang Pria tampan berambut ikal, salah satu siswa di kampus Universitas Jakarta.
"Sorry... Gue buru-buru, Lu Gak apa-apa?" Fitry yang merasa bersalah langsung meminta maaf pada Pria tersebut. Namun pria itu hanya menatap nya datar, tanpa mengatakan sesuatu Pria itu pergi meninggalkan Fitry yang bingung.
"Heiii.... Lu Bisu yah?? Nama Lu siapa??" Fitry yang berteriak tak di hiraukan Pria itu membuat nya merasa jengkel."Sudah bagus Gue minta maaf, apa bener dia bisu? Masa iyah di kampus elite gini nerima mahasiswa bisu? Ah sudahlah, lebih baik aku kelas saja." Akhirnya fitry kembali berlari menuju kelas nya.
Setelah sampai dia mengetuk pintu dengan ragu,
Tookk Tookk...!
"Maaf Pak Saya Terlambat," dengan perasaan takut fitry meminta maaf pada Dosen nya. Fitry hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah karna ditatap tajam oleh Dosen tersebut seakan ingin memakannya hidup-hidup.
"Kau tau Fitry, saya paling tidak suka dengan mahasiswa yang datang terlambat di jam pelajaran saya, kau tau bukan hukuman yang harus kamu jalankan??" Ucap Dosen yang kini berjalan mendekati Fitry yang berdiri di depan kelas sedari tadi.
"iya pak, saya harus melakukan tugas eksperimen berikut semua cara dan juga keterangan, tidak boleh copy paste dari go*gle, tidak boleh minta bantuan dari teman, dan tugas harus sudah selesai dalam waktu satu minggu." jelas Fitry yang sudah paham akan hukuman nya karena Pak Sutris sudah menghukumnya beberapa kali dengan hukuman yang sama dan ini sudah yang ke 5x nya. Entah eksperimen apa lagi yang akan di buat untuk tugas hukumannya.
Fitry yang tidak di perbolehkan masuk kelas meskipun sudah mendapatkan hukuman, akhirnya memutuskan untuk pergi ke Perpustakaan untuk mencari referensi yang mungkin bisa membantunya untuk menemukan eksperimen apa yang akan dia buat.
Fitry yang dicuekin langsung saja mengikuti Pria itu dan duduk di samping nya."Lu kenapa si diem aja? Gua kan cuma mau minta maaf sama Lu, tadi gua buru-buru karna Pak Sutris yang masuk kelas gua, tapi malah nabrak elu, dan gua tetep di hukum karna telat masuk kelas...." dan bla bla bla bla. Fitry yang gak bisa diem karena Curhat, malah membuat Pria itu kesal."LU BISA DIEM GAK? BERISIK TAU, INI PERPUS!" dengan menatap tajam fitry yang bengong karna melihat Pria itu yang akhirnya buka suara.
"Lu bisa ngomong? Ah, gua kira lu bisu." fitry yang merasa lucu menertawakan pikiran buruknya pada pria itu langsung menepuk pundak pria itu."Nama Lu siapa?" hening tidak ada jawaban. "Heh... kalau Lu gak mau kasi tau nama Lu, gua bakal nyerocos terus nih biar di usir dari sini." ancam fitry pada pria itu.
"Indra." pria itu akhirnya mengatakan nama nya karana tidak tahan dengan suara berisik dari wanita di sebelahnya. "Ohh... Oke, Indra kenalin Gua Fitry dari fakultas Ekonomi," Fitry yang mencoba mengajak indra berkenalan. "Hmmm..." indra hanya menjawabnya dengan deheman. "Aiiishh... Kau ini irit sekali bicaranya. Oh ya sebagai permintaan maaf, gua mau traktir lu makan, gua ga mau ada penolakan jadi Lu harus mau! Gua tunggu Lu di Resto Mamamia jam 7 malam, Oke? Gua balik ke kelas dulu karna udah ganti mata kuliah." Fitry yang tidak mau mendengar alasan apa pun dari indra langsung berdiri dari duduknya dan langsung berjalan kearah luar perpustakaan.
Indra yang masih duduk di kursinya menatap kepergian Fitry dengan rasa Gelisah, "Apa Gua harus dateng nanti malam? Tapi gimana dengan pekerjaan gua?" indra yang nampak berfikir hanya bisa menghela nafas.
.
.
setelah seharian di kampus, fitry yang sudah sampai di Rumah Mewah miliknya langsung masuk dan seperti biasa dia akan berteriak memanggil ibu Eny, "Ibuu.... Aku pulaannggg..." sembari berlari mencari keberadaan ibunya."bisa tidak jangan berteriak dalam rumah? Ibu ini tidak Tuli," fitry yang baru menemukan ibunya di taman belakang sedang minum Teh langsung mendapat omelan dari ibu kesayangannya.
"Ah, ibu... Selalu saja memarahi anak nya yang cantik ini.!" rajuk fitry yang mengembungkan kedua pipinya. ibu eny yang melihat anak perawan satu-satunya itu merajuk, langusung tersenyum geli karna melihat wajah lucu anak nya."Kau itu sudah dewasa, tidak pantas pasang wajah cemberut gitu, sana mandi.. Kau sangat bau Fit," ibu eny yang mencium bau tak sedap dari tubuh anak nya langsung menutup hidungnya dan menyuruhnya mandi. "Bu, kau ini jahat sekali, masa aku di bilang bau." fitry yang masih merajuk jadi semakin merajuk. Setelah itu fitry langsung menuju kamar dan segeran mandi karna dia sudah ada janji akan bertemu indra malam ini.
yang bingung kenapa ada gayung di rumah mewah fitry, karna di rumah mewah pakenya shower pasti. biar autor jelasin yah guys...😂
jadi gayung yang di pake ibu eny memang gayung yang selalu di pakai oleh Fitry mandi, karna fitry yang sejak kecil di asuh sama neneknya karna neneknya dari kampung, jadi nenek fitry biasa memandikan fitry dengan gayung karna tidak tau cara menggunakan shower.😁