Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 44



Acara Resepsi sudah usai. Acara berlangsung sangat meriah. Tamu undangan sudah meninggalkan tempat acara. Tersisa Indra, Fitry, Ayah yudi dan ibu Eny, Ayah dan mama Santi, juga lily.


"Kalian akan pulang kemana?" tanya Ayah Danu membuka suara.


Indra mengulum senyum dan melirik sang Istri.


"kalian pulang saja dulu, aku akan mengajak istri ku ke suatu tempat terlebih dahulu." ucap Indra pada semua orang.


"Doben, Ikut aku" ucap indra sambil menarik tangan sang istri.


"Kita mau kemana Honey?" tanya Fitry pada suaminya.


"Sudah ikut saja, aku ingin menunjukan sesuatu." ucap indra lalu menyuruh sang istri untuk masuk kedalam mobil. Tak lupa indra membukakan mobil untuk sang istri.


Setelah fitry masuk ke dalam mobil, indra berlari kecil memutari mobil dan masuk kedalam duduk di balik kemudi.


Indra melajukan mobilnya membelah kota jakarta.


Beberapa menit kemudian, mobil mereka sudah memasuki kawasan Cluster mewah. Fitry semakin bingung, kenapa sang suami mengajaknya kesana. Apa mereka akan mengunjungi rumah seseorang? Pikir Fitry.


Indra menghentikan mobilnya tepat di area parkir rumah Berlantai dua namun sangat luas dan juga mewah.


"Ini Rumah siapa Honey?" tanya fitry pada suaminya.


"Rumah Kita, Masuk yuk?" ucap indra dengan senyum manisnya.


"Rumah kita?" gumam fitry masih nampak bingung.


"Ayo Cintaku," titah Indra pada fitry yang masih bengong dalam mobil.


"Aaaaaaa.... Honey turunkan Aku." pekik Fitry karena Indra yang tiba-tiba menggendong nya.


"Tidak, aku akan menggendong mu sampai ke kamar kita." ucap indra yang terus melangkah masuk ke dalam Rumah.


Indra menggendong Fitry Ala Bridal Style, fitry mengalungkan tangannya di leher sang suami.


Kini mereka telah sampai di depan pintu kamar di lantai dua.


"Buka Pintunya Doben," titah indra pada fitry yang masih dalam gendongan.


CEKLEEEKK...!!! pintu terbuka.


Indra meletakan tubuh istrinya di pinggir ranjang denga hati-hati.


Setelah memastikan istrinya mendarat di tempat tidur dengan aman, dia langsung ikut duduk di samping sang istri.


"Kapan kamu membeli Rumah Ini Honey?" tanya fitry pada suaminya.


"Sudah lama Doben, aku sengaja tidak memberi tahu mu, aku ingin memberikan Rumah ini sebagai hadiah pernikahan kita." jawab indra dengan wajah berbinar.


"Kau sungguh baik honey. Aku mencintai mu." ucap fitry yang langsung mencium pipi suaminya.


"Ya sudah, kau mandilah dulu, sinu biar aku yang membantu mu melepaskan pakaian mu." ucap indra pada istrinya.


"hmmm... Biar Bibi ART saja yang membantu ku honey," tolak fitry karena malu pada suaminya.


"kenapa? Apa kau malu cintaku? Hmmm...?" ucap indra menowel dagu istrinya mencoba menggoda nya.


"Honeyy....." panggil fitry lirih membuat Indra merasa tergoda.


Tak tahan dengan hawa panas yang menjalar di tubuhnya indra langsung menggendong tubuh sang istri dan membawanya ke kamar mandi.


Satu jam mereka berada di kamar mandi, hanya mandi belum melakukan apa pun, indra masih bisa menahan sisi liarnya. Dia ingin melakukannya saat sang istri sudah siap.


kini mereka keluar hanya mengenakan Handuk kimono. Indra mendudukan sang istri di tepi ranjang.


saat indra hendak pergi mengambil baju ganti, Fitry menahan tangan Indra. indra langsung menghentikan langkahnya.


"Kenapa? Hmmm..?" tanya indra lembut mengelus pipi istrinya.


fitry tidak menjawab, dia malah beranjak dari duduknya dan menyentuh dada bidang sang suami seolah menggodanya.


Fitry menatap manik suaminya dengan lembut. Membelai wajah indra dengan tatapan penuh damba.


Indra meraih pinggang istrinya mendekatkan wajahnya pada sang istry.


Indra memagut bibir istrinya dengan lembut. Memberikan kenyamanan untuk sang istri.


Kini ciuman itu turun ke leher membuat fitry melenguh.


"Aaahh... Honey..." des*h fitry memanggil sang suami.


"Yess Baby..." jawab indra dengan suara beratnya.


Indra terus mencumbui istrinya dengan lembut, dia tidak ingin menyakiti sang istri.


Ini adalah malam pertama mereka. Mereka akhirnya melewati malam ini dengan perasaan hahagia. suara lenguhan dan ******* keduanya memenuhi seluruh ruangan.


Indra bahkan banyak meninggalkan tanda kepemilikannya di tubuh bagian atas sang istry.


Fitry yang awalnya takut, kini mulai menikmati peemainan suaminya. Suaminya melakukannya dengan sangat hati-hati.


"Aaaaaaww... Saakkiitt honey..." pekik fitry saat benda milik suaminya mencoba membobol pertahanan milik nya.


"Apa sangat sakit..?" tanya indra pada istrinya.


Fitry mengangguk pelan.


"maafkan aku cintaku," ucap indra pada fitry yang kini berada di bawah kungkungannya.


Indra berniat menghentikan permainannya, namun fitry menahan nya.


"Lakukan lah Honey... kau berhak atas diriku, ambilah Hak mu." ucap fitry tersenyum lembut pada suaminya.


Indra tersenyum pada istrinya lalu mamagut bibir istrinya lagi.


kali ini fitry menahan rasa perih di bagian inti tubuhnya saat suaminya mencoba melakukan penyatuan kembali.


Dia mencengkeran punggung suaminya saat benda milik suaminya tertanam sempurna di bawah sana.


Indra mulai memaju mundurkan miliknya menuju puncak ternikmat.


Dia semakin mempercepat pergerakannya saat ingin pelepasan dan .......


"Terimakasih Doben, aku Mencintai mu" ucap indra setelah menebar benih di rahim sang istri.


Dia mencium dahi fitry dengan lembut. Fitry hanya mengulas senyum menatap suaminya, nafasnya memburu seolah kehabisan oksigen.


Indra menarik selimut untuk menutup tubuh mereka. dia tersenyum melihat istrinya sudah terlelap, nafasnya sudah kembali teratur. Tak lama kemudian Dia juga tertidur sambil memeluk sang istri menyusul ke alam mimpi.