Alchesia

Alchesia
Chapter 63 Yamato



Setelah 3 hari perjalanan kami akhirnya tiba di ibukota Sakura Empire, Yamato. Kota ini berdiri di atas sebuah pulau kecil yang berada di tengah laut. Sebelum kemari, aku pernah membaca kalau Sakura Empire memiliki kekuatan amada angkatan laut terkuat di benua.


Aku bisa melihat banyak sekali kapal yang berlabuh di sini. Mulai dari kapal nelayan, kapal penumpang, dan juga ada kapal perang.


Dari luar kota ini mirip dengan Jepang pada masa keshogunan Tokugawa atau pada zaman edo. Tidak kusangka kalau aku akan bisa melihat Jepang dari zaman itu.


Yamato dilindungi oleh dinding yang berada di sekitar kota selain itu aku juga merasakan kalau kota ini juga dilindungi dengan dinding sihir. Dari lura saja aku sudah bisa melihat beberapa pohon bunga sakura yang tumbuh diatas dinding.


Bunga sakura yang berada di sini berbeda dengan yang ada di Jepang. Bunga sakura yang berada di sini selalu mekar sepanjang tahun sedangkan di Jepang hanya mekar pada awal musim semi itu pun hanya kurang lebih seminggu lalu akan gugur dan menjadi pohon biasa.


Ketika tiba di gerbang kota kami harus menunjukan kartu petualang milik kami dan tidak lupa kami juga menunjukan surat undangan yang kami peroleh sebelumnya.


“Surat undangan dari istana?” kata salah seorang penjaga dengan wajah terkejut.


“Benar. Kami datang ke sini untuk memenuhi undangan itu,” jawab Laura.


“Maafkan kami. Silahkan masuk dan selamat datang di Yamato.”


Setelah masuk ke dalam kota, tujuan pertama kami adalah menuju ke penginapan. Untuk hal itu, pihak guild sudah menyediakan tempatnya yang berada tidak jauh dari istana.


Sepanjang jalan aku dapat melihat kegiatan para penduduk di Yamato. Mulai dari pedagang yang berjualan dan juga para petualang yang akan pergi atau baru pulang. Ada beberapa ras baru yang aku lihat di sini seperti mermaid dan juga dragonewt atau manusia naga.


Kota yang sama ramainya dengan ibukota Ellis. Hanya gaya bangunannya yang berbeda, Yamato memiliki gaya jepang dan Ellis lebih ke arah bangunan bergaya eropa pada abad pertengahan.


Tidak berselang lama kami sudah tiba di penginapan. Pesta akan diadakan besok malam, jadi kami masih ada waktu untuk membeli pakaian. Namun untuk hari ini kami akan beristirahat terlebih dahulu dan mungkin akan berkeliling kota.


Kami mendapat 2 ruangan dengan masing-masing ruangan memiliki 4 tempat tidur. Partyku dan Luna berbeda ruangan.


“Jadi, apa rencana kita sekarang? Kita masih ada waktu hingga besok,” tanya Emilia.


“Bebas. Kalau kalian ingin berkeliling kota atau beli pakaian untuk besok juga tidak masalah,” jawabku.


“Hari ini, aku akan pergi berkeliling kota bersama dengan Luna dan partynya,” kata Laura.


“Kalau begitu, aku akan ikut master,” sambung Emilia.


“Aku akan ikut bersama kak Ciel dan kak Emilia,” kata Charlote.


Setelah itu, kami beristirahat untuk sementara baru pergi. Mendengar Laura yang akan pergi, aku jadi ingin pergi berkeliling dan melihat kota ini.


Beberapa saat kemudian, Laura pergi.


“Master, apa yang akan kita lakukan?”


“Kita juga akan berkeliling dan melihat isi kota ini.”


Aku, Emilia, dan juga Charlote berangkat. Tujuan pertama kami adalah guild petualang yang ada di kota ini. Kurasa Laura dan yang juga pasti pergi ke sana untuk mendaftar sementara.


Lokasi bangunan guild tidak jauh dari penginapan kami. Kulihat ada kerumuan orang di dekat meja resepsionis. Karena penasaran kami bertiga berjalan menerobos kerumunan itu. Ternyata mereka sedang mengerumuni Laura dan yang lainnya.


“Hei nona, bergabunglah dengan kelompok kami.”


“Tidak, dengan kami saja.”


Para petualang itu berusaha mengajak Laura bergabung dengan kelompok mereka.


Laura berjalan ke arahku.


“Aku sudah bersama dengan orang ini,” kata Laura sambil menunjukku.


Beberapa petualang yang mengundang Laura tadi menatapku dengan tatapan dingin. Kurasa mereka iri. Mungkin mereka berpikir kenapa elf secantik Laura mau bersama denganku.


“Apa kau yakin nona? Manusia ini terlihat lemah,” kata salah seoarng petualang. Ia juga melihat Emilia dan Charlote.


“Jika orang selemah ia bisa memiliki party dengan gadis-gadis ini, seharusnya aku juga bisa.”


Hah… mereka ini. Emilia terlihat kesal dengan para petualang ini begitu pula dengan Charlote dan Laura. Aku hanya menggelengkan kepala agar mereka tidak nekat menyerang. Kemudian kami berempat menuju meja resepsionis.


“Jangan mengabaikanku, manusia!!!”


Petualang itu berusaha menyerangku, namun aku mengeluarkan sedikit aura naga untuk menghentikannya. Petualang itu hanya diam tidak bergerak dan wajahnya terlihat pucat.


Kami kemudian mendaftarkan diri. Para petualang tadi masih melihat ke arah kami. Aku dan Emilia mendapat kartu baru. Kami berdua naik ke peringkat A.


Melihat hal itu, para petualang tadi terkejut dan juga setelah melihat level kami, mereka semua bubar. Dari guild, aku beserta Emila dan Charlote berpisah dengan Laura.


Kami bertiga berjalan berkeliling kota. Kami juga mencoba beberapa makanan yang ada di Yamato. Ketika hari sudah mulai gelap kami kembali ke penginapan. Laura juga kembali beberapa saat kemudian.


“Ciel, aku besok akan pergi bersama dengan Luna dan kelompoknya untuk membeli pakaian untuk pesta.”


“Kami juga,” kataku.


“Kalau begitu, kita bisa pergi bersama,” kata Charlote semangat.


“Baiklah, aku akan memberitahu Luna dan yang lainnya.”


Keesokan harinya kami pergi mencari toko untuk membeli pakaian pesta. Cukup sulit untuk mencari toko yang sesuai dengan keperluan kami. Namun, tidak lama kemudian kami menemukan toko yang sesuai.


Waktu yang dibutuhkan untuk memilih juga lama, karena masalah budaya juga. Bila di Ellis, akan lebih mudah karena ada Charlote. Tapi berbeda dengan di sini. Karena bingung, akhirnya kami bertanya pada penjual.


“Jadi kalian akan diundang ke istana? Kalau begitu serahlan kepada kami.”


Ia kemudian memanggil beberapa orang temannya untuk membantu kami memilih pakaian. Untuk biaya partyku masih memiliki tabungan yang sangat banyak sejak pertempuran di Ellis.


Laura bertanya padaku apa tidak masalah kalau pakaian Luna dan yang lain kami belikan. Aku setuju dengan Laura, begitu pula Emilia dan Charlote.


Setelah lama memilih, akhirnya kami selesai. Segera kami kembali ke penginapan untuk mempersiapkan diri. Meskipun dekat, pihak istana juga mengirim kereta kuda.


Beberapa orang yang menginap di tempat yang sama dengan kami juga merupakan tamu undangan. Mereka semua adalah petualang juga yang berasal dari kota lain di Sakura Empire.


Ada juga bangsawan dari kota lain yang mendapatkan undangan. Aku jadi penasaran sebenarnya apa tujuan dari pesta ini sebenarnya ketika mengetahui kalau ada bangsawan yang akan datang juga.


Untuk berjaga-jaga perlengakapan dan juga senjata milik Laura dan Charlote dimasukan ke dalam Storage milikku. Sedangkan kelompok Luna dibawa Emilia.


Terdengar suara kereta kuda yang datang menjemput. Kami segera menuju kereta itu dan berangkat menuju istana.