
Keesokan harinya kami pergi menuju ke kantor guild untuk mengambil kartu petualang kami. Aku masih penasaran dengan peringkat D itu sebenarnya sejauh apa dari kami sekarang. Apa butuh waktu lama untuk naik ke peringkat D?
Aku harap kami cepat naik ke peringkat D agar cepat meninggalkan kerajaan ini. Padahal kami sudah sangat dekat dengan perbatasan, tapi ternyata ada syarat untuk keluar.
Yah… Tidak apalah. Daripada kami menjadi pendatang gelap ke negara orang.
Kami sudah tiba di kantor guild dan segera menuju ke meja resepsionis. Ternyata sudah ada banyak orang yang sedang mengantri untuk menerima kartu petualang mereka.
“Apa kau dengar, jika party hero akan memulai latihan di hutan?”
“Belum. Memang selama ini mereka berlatih dimana?”
“Di istana. Mungkin karena mereka berasal dari dunia yang lain, jadi memerlukan latihan khusus.”
Tunggu dulu apa yang baru saja aku dengar ini?
Mereka masih di istana?
Jika pasukan raja iblis menyerang dan mereka belum siap, bagaimana?
Mereka hanya membuang-buang waktu saja. Aku tahu kami perlu pelatihan, tapi ini terlalu lama untuk latihan dasar.
“Master…”
Emilia memanggilku. Dia menatapku dengan wajah cemas.
“Maaf Emilia, aku tidak apa-apa.”
“Sungguh?”
Aku menganggukan kepala. Aku tidak ingin membuatnya khawatir.
Akhirnya giliran kami menerima kartu tiba.
“Pagi Ciel, Emilia.”
“Pagi Mia.”
“Ini kartu petualang kalian. Kalian akan memulainya dari peringkat E, karena kalian bisa mengalahkan hobgoblin. Biasanya petualang akan memulai dari F.”
“Lalu sistem peringkatnya bagaimana?”
“Dimulai dari F, E, D, C, B, A, dan yang terakhir S. Kalian akan naik peringkat bila telah menyelesaikan beberapa misi atau tugas. Kalian juga bisa bisa menaikan peringkat bila mendapatkan prestasi. Batas tugas yang dapat dikerjakan adalah peringkat kalian ke bawah hingga 1 keatas.”
“Jadi kami dapat mengambil tugas dari F hingga D?” tanya Emilia.
“Benar.”
“Apa kita bisa memulainya hari ini?”
“Tentu saja. Kalian bisa mengambil misi di papan misi itu. Lalu bawa ke sini dan kami akan memprosesnya. Setelah kalian kembali bawa bukti dan kami akan memberikan imbalan.”
“Baiklah. Terima kasih Mia.”
Aku dan Emilia pergi menuju papan yang dimaksud Mia tadi. Banyak sekali misi yang dipasang pada papan itu. Mulai dari berburu, mengawal, hingga mengumpulkan bahan atau barang. Kami masih baru, jadi lebih baik kami mengambil dari yang paling gampang.
“Master, saya rasa kita dapat mengambil misi mengumpulkan tanaman obat dulu sebagai permulaan.”
Sepertinya Emilia tahu apa yang sedang aku pikirkan. Kalau ia juga setuju, berarti kami akan mengambil misi mengumpulkan tanaman obat dulu.
Aku mengambil salah satu misi pengumpulan tanaman obat. Kemudian aku menyerahkannya ke Mia.
“Jadi misi mengumpulkan tanaman obat ya?”
“Iya.”
“Baiklah.”
Di kertas itu tanaman obat yang harus kami kumpulkan ada di hutan juga, namun ini di selatan kota. Mungkin kami juga akan melawan beberapa monster yang ada disana.
Aku dan Emilia langsung menuju ke hutan itu. Setibanya kami disana kami segera mencari tanaman obat itu. Di sela-sela mencari obat, kami diserang oleh beberapa goblin dan warg wolf.
Ini mudah, karena kami sudah sering melawan mereka. Tidak lupa kami mengambil beberapa bagian tubuh mereka sebagai bukti, walaupun bukan misi kami juga. Setelah selesai, kami kembali ke kantor guild untuk menyerahkannya.
“Mia, ini sudah selesai.”
Aku meletakan 1 karung besar di atas meja.
“Ini terlalu banyak. Kalau begitu kami akan membeli sisanya.”
Aku lupa melihat jumlah yang di perlukan untuk menyelesaikan misi.
“Tunggu dulu, ini ada lagi yang lain.”
Aku meletakan beberapa bukti kami mengalahkan goblin dan warg wolf.
“Guild juga akan membayarmu untuk ini. Silahkan tunggu sebentar.”
Aku dan Emilia mengunggu sambil melihat-lihat misi yang tersedia di papan gulid. Aku merasa aneh kenapa tidak ada misi masuk ke dalam dungeon. Coba nanti aku tanyakan. Aku juga mengambil kertas misi lagi.
“Ciel! Emilia!”
Mia sudah memanggil kami.
“Ini imbalan untuk misi dan yang lain tadi. Juga uang pembelian tanaman.”
“Terima kasih.”
Kami mendapatkan 12 keping perak. Aku membaginya kepada Emilia.
“Ini bagianmu.”
“Tidak, saya tidak bisa menerimanya,” kata Emilia dengan menggelengkan kepalanya.
Aku meletakan 6 keping di tangan Emilia.
“Mia! Kenapa misi dungeon tidak ada di sana?”
“Ah… Soal itu kami belum menerima misi apapun mengenai dungen. Sebenarnya ada kok.”
“Seperti itu ya… Berikutnya kami mengambil misi ini.”
“Kalian sudah akan pergi lagi?”
“Iya,” jawab Emilia.
“Eh… Coba aku lihat dulu.”
Mia melihat kertas misi yang aku ambil.
“Misi berburu hobgoblin… Ini misi peringkat D, tapi karena kalian di E jadi tidak apa-apa.”
“Kalau di atas hobgoblin masih ada lagi?”
“Masih. Ada Champion untuk misi peringkat C dan Lord di peringkat B.”
“Terima kasih infonya.”
“Kalau begitu hati-hati dalam menjalankan misi.”
“Baik.”
Aku dan Emilia menuju hutan utara tempat ujian kami. Ini masih hari ke tiga ujian, jadi kami mungkin akan bertemu orang-orang yang sedang melakukan ujian.
Kami sudah sampai di hutan utara. Seperti dugaanku masih banyak peserta yang belum menyelesaikan ujiannya. Itu tidak penting sekarang kami harus menyelesaikan misi ini secepatnya.
“Emilia apa kamu ingat tempat kita kemarin melawan hobgoblin?”
“Iya, saya ingat.”
“Ok, kita akan ke sana. Misi kita kali ini memburu 4 ekor hobgoblin.”
“Baik.”
Kami berlari menuju ke tempat kami bertarung dengan hobgoblin kemarin. Aku harap di dekat sana masih ada beberapa hobgoblin sehingga kami tidak perlu mencari-cari lagi. Atau mungkin ada champion disana. Ini semakin menarik.
Ketika sampai, kami tidak melihat hobgoblin 1 ekor pun. Aku akan mencoba melacak mereka menggunakan skill.
Ada beberapa yang masuk ke dalam area pencarianku. Kurasa ada 6 hobgoblin dan 15 goblin biasa. Kami tidak bisa langsung menyerang mereka. Kalau hanya goblin kami pasti bisa mengatasinya, tapi tidak dengan hobgoblinnya. Sebaiknya kami membuat strategi dulu.
“Emilia, ada 6 hob dan 15 goblin biasa di dekat kita.”
“Ini akan sulit master. Kita harus buat rencana.”
“Aku sudah memikirkannya. Pertama kamu gunakan Blue Fire untuk mengalahkan goblin biasa itu. Gabungkan dengan Stealth agar kamu tidak terlihat. Bila ada yang mendekat serahkan padaku.”
“Kalau hobnya mendekat?”
“Kita serang sambil mundur.”
“Baik. Saya mengerti.”
Kami lalu mendekati tempat dimana monster-monster itu berada. Ketika sampai, Emilia lalu menggunakan skill Stealth untuk membuat dirinya tidak terlihat.
“Tunggu aba-aba dariku.”
“Baik.”
Di sana para goblin itu terlihat lengah dan hanya hobgoblinnya saja yang siap bertempur. Itu wajar bagi mereka, karena mereka telah melewati banyak pertarungan. Ketika aku melihat ada celah…
“Sekarang!”
Emilia menembak 4 goblin sekaligus. Sepertinya ia sudah mahir menggunakan skillnya. 1 hobgoblin mendekat ke arah kami.
“Emilia bergerak mengitar dan terus tembak!”
Aku meminta Emilia agar mengitari area itu untuk mengalahkan goblin-goblin biasa. Sementara aku akan melawan 2 hobgoblin yang mendekat ini. Aku menggunakan Gladio di kedua tanganku.
“Lawan kalian aku. Majulah!”
Kedua hobgoblin itu maju mendekat. Mereka tidak membawa senjata, jadi ini akan mudah. Mereka menggunakan tinjunya untuk menyerang. Ini mudah dihindari. Aku melompat dan memenggal salah satu dari mereka. Tinggal satu, aku tusuk dia tepat di jantungnya.
Aku melihat Emilia menyelesaikan tugasnya. 4 hobgoblin yang tersisa bergerak mundur.
“Jangan biarkan mereka mundur!”
“Baik!”
Emilia menggunakan masamune yang dilapisi dengan api berwarna biru miliknya dan maju menyerang 2 hobgoblin.
Glyph Union telah didapatkan
Aku dapat skill baru?
Ini kesempatan bagus untuk mencobanya.
Aku mencoba menggunakan skill yang aku dapat, karena aku tidak tahu fungsinya jadi asal aku pakai saja.
Tiba-tiba Gladio di kedua tanganku menjadi satu dan berubah menjadi pedang raksasa. Kurasa panjangnya sekitar 3 meter, tapi ini ringan. Aku bahkan hanya menggunakan 1 tangan saja. Sekarang aku mengerti ini untuk menggabungkan Glyph.
Aku dengan mudah mengalahkan 2 hobgoblin yang tersisa. Kulihat Emilia juga sudah mengalahkan lawannya. Sekarang waktunya mengambil bukti dan kembali ke kota. Sekarang aku sudah level 30 dan Emilia 28. Semoga kami cepat naik ke peringkat D.