
Ketika kami masuk ke dalam kota, orang-orang yang melihat pertarunganku tadi membukakan jalan. Mereka berdiri di kiri dan kananku seakan-akan menyambut pahlawan yang baru saja memenangkan perang.
“Ada tidak sihir penghapus ingatan?” tanyaku.
“Sepertinya ada,” jawab Laura.
Aku tidak ingin orang-orang mengingat pertarunganku tadi. Seharusnyakan Evan atau Rafael yang melawannya. Kepalaku terasa sakit memikirkannya.
Tiba-tiba waktu disekitar kami bertiga berhenti. Semua orang yang ada di tempat itu tidak bergerak sama sekali.
“Jadi itu keinginanmu Ciel?” terdengar suara seorang wanita yang aku kenal.
“Master, suara ini?” tanya Emilia.
“Ya. Aku juga tahu. Suara ini adalah suara Rinoa,” jawabku.
“Rinoa? Maksud kalian Dewi Rinoa yang memberi kalian kekuatan?” tanya Laura.
Aku dan Emilia menganggukan kepala.
“Lama tidak bertemu Rinoa,” kataku.
“Lama tidak berjumpa dengan kalian berdua. Kulihat kalian mendapat teman baru.”
Laura bersujud.
“Perkenalkan nama saya Laura. Senang bertemu dengan anda Dewi Rinoa.”
“Berdirilah, jangan terlalu formal denganku Laura.”
Aku penasaran dengan alasan Rinoa muncul saat ini, jadi aku bertanya tentang itu.
“Aku hanya ingin sedikit memberikan bantuan pada kalian. Tapi sebelum itu aku ingin berterima kasih karena mengirim Black Dragon kembali.”
“Sama-sama.”
“Lalu mengenai bantuan. Aku akan menghapus ingatan mereka tentang pertarunganmu tadi. Memang lebih baik mereka tidak tahu kebenaranya karena akan menjatuhkan nama para pahlawan kalau begini.”
“Rinoa, soal masalah pahlawan. Kenapa kamu memilihku untuk menjadi penerusmu.”
“Itu rahasia. Aku memanggilmu ke dunia ini tanpa sepengetahuan dewa lain. Biasanya suatau pemanggilan harus mendapat izin dari dewa. Mereka kemudian memberikan berkatnya pada pahlawan.”
“Jadi aku ini datang secara ilegal?”
“Bukan ilegal juga. Kamu dan aku memiliki hubungan khusus yang akan kuberitahukan suatu saat nanti. Untuk saat ini aku tidak bisa memberitahumu. Laura, kamu belum mendapatkan berkatku kan?”
“Iya.”
“Kalau begitu mulai hari ini classmu berubah menjadi saint.”
“Terima kasih,” kata Laura.
Laura Class Change : Saint.
“Selain itu Ciel, aku harap kamu berhati-hati lain kali. Jangan bertarung di depan para pahlawan lagi. Sekarang aku akan membuat mereka mengingat hal lain termasuk untuk kasus Black Dragon.”
“Aku mengerti. Maaf soal itu Rinoa.”
“Aku juga akan mengubah Exitium milik Ciel menjadi glyph familiar Dragon. Jadi kamu bisa memanggil naga itu sebagai familiarmu. Lalu untuk Emilia, aku akan mengubah ryuken menjadi dragon slayer.”
“Terima kasih Rinoa,” kataku dan Emilia bersamaan.
Ryuken change to Dragon Slayer.
“Oh ya selain Regyus masih ada 3 jendral lain dari pasukan iblis. Kalian harus berhati-hati. Sampai jumpa lagi.”
“Sampai jumpa Rinoa,” kata Emilia dan juga Laura.
Kemudian waktu berjalan kembali seperti semula. Aku ingin tahu ingatan orang-orang dirubah menjadi seperti seperti apa oleh Rinoa, tapi itu tidak penting jadi aku tidak menanyakannya.
Kami bertiga kembali ke rumah Laura untuk istirahat. Laura membuatkan sarapan untuk kami bertiga. Sementara aku memeriksa level kami bertiga. Aku level 62, Emilia level 57, dan juga Laura level 72.
Aku naik paling banyak. Kupikir ini akrena kaku mengalahkan Regyus sehingga aku naik level banyak. Sedangkan Emilia dan Laura tidak terlibat dalam pertarunga dengan Regyus.
Setelah sarapan, kami menuju menuju guild karena ada panggilan untuk berkumpul. Mereka tidak memberitahukan alasan untuk para petualang berkumpul.
Ketika kami sampai di guild, banyak petualang lain juga sudah berkumpul di sana. Di anatara mereka aku melihat Luna dan kelompoknya juga sudah datang.
“Maaf, mengumpulkan kalian di saat masih lelah. Aku akan memberikan pengumuman. Besok kita di undang untuk menghadiri pesta di istana oleh yang mulia. Ini untuk merayakan kemenangan kita mengalahkan pasukan iblis dan juga kemenangan Evan mengalahkan jendral pasukan iblis,” teriak Dave.
Semua petualang yang hadir di tempat itu berteriak senang.
“Master,” kata Emilia sambil menarik bajuku.
“Yah. Ini hasil dari manipulasi ingatan Rinoa. Ia membuat kalau Evanlah yang mengalahkan Regyus.”
Kalau Evan yang mengalahkan Regyus seharusnya ia juga naik level. Aku ingat dulu ketika pertama kali bertemu dengan Rinoa, ia juga menaikan levelku dan juga Emilia.
“Lalu kita juga akan merayakan atas musnahnya Black Dragon di tangan pasukan dan petualang.”
Tidak kusangka kalau yang mengalahkan Black Dragon malah gabungan mereka. Ini juga hasil dari Rinoa. Tapi melihat mereka yang kembali, mereka tidak mendapatkan kenaikan level sama sekali.
Mungkin mereka bisa menganggap kalau Black Dragon itu seperti hewan pada umumnya yang bila dibunuh tidak menaikan level.
“Ciel, besok kita akan datang juga?”
“Ya. Sekali-kali kita bisa menikmati pesta semacam ini.”
Selain itu surat dari Mia juga tidak terlihat pada Dave. Rinoa juga pasti sudah menghilangkannya agar melindungi rahasia kami. Aku harus mengirim surat pada Mia agar tidak mengirim surat seperti itu lagi.
Hari ini petualang yang tidak terluka diminta untuk membantu memperbaiki bangunan dan juga gerbang kota yang sudah hancur. Namun ada juga yang bertugas untuk merawat orang-orang yang terluka.
Aku dan Emilia akan membantu perbaikan kota, sedangkan Laura akan bersama Luna untuk merawat yang terluka. Aku tidak melihat Evan dan yang lainnya di sini.
“Luna apa kamu tahu dimana Evan dan partynya?” tanyaku.
“Kamu tidak tahu? Ia dan partynya mengalami luka dan sekarang sedang di rawat di istana. Katanya setelah pertarungan itu mereka kehabisan mana dan tidak sadarkan diri.”
Jadi Rinoa membuat Evan dan yang lainnya terluka tapi menaikan level mereka juga agar terlihat baru saja melawan jendral pasukan iblis. Lalu soal bangunan yang hancur, ia sepertinya tidak melakukan apa-apa.
Aku dan Emilia beserta tim perbaikan kota pergi menuju daerah depan kota dimana kami harus bekerja. Laura dan Luna beserta tim perawat pergi menuju ke alun-alun kota tempat orang-orang yang terluka dirawat.
Di tempatku dan Emilia, aku tidak melihat bekas pertarunganku ketika menggunakan naga. Selain itu, di tempat ini ada banyak mayat pasukan iblis yang berserakan. Padahal hari ini pasukan iblis tidak masuk ke dalam kota. Ini juga pasti perbuatan Rinoa.
Kami fokus memperbaiki bagian dinding dan gerbang kota yang hancur. Selain kami pasukan elf juga membantu pebaikan.
Kami melakukannya hingga sore hari. Setelah itu kami pulang dan akan melanjutkan pekerjaan itu besok. Laura dan Luna juga pulang tetapi mereka besok bertugas membantu perbaikan kota.
Pada malam harinya kami mendapatkan kabar kalau Evan dan partynya sudah sadar. Para penduduk kota sangat senang mendengar kabar itu. Kau bahkan bisa mendengar suara orang-orang yang tertawa dari dalam rumah.
Namun bagi aku, Emilia, dan juga Laura hal itu biasa saja. Kami bertiga yang tahu kenyataan bahwa Evan dan partynya masih sangat lemah.