Alchesia

Alchesia
Chapter 53 Anggota Baru



Raja menceritakan kepada kami, kerajaan seperti apa Sakura Empire itu. Di Sakura Empire itu ras selain Beast human juga ada, seperti manusia dan elf. Manusia di sana hanya para pedagang keliling dan elf itu hanya petualang saja di sana.


Sakura Empire dipimpin oleh seorang kaisar. Dia berasal dari ras serigala perak mirip dengan Emilia. Untuk sekarang di sana baru terjadi perang saudara antara kaisar dan fraksi militer.


Perang itu terjadi setelah pemanggilan pahlawan di Sakura Empire. Menurut rumor yang beredar, fraksi militer ingin membuat pahlawan sebagai senjata. Pihak kerajaan tentu saja menolaknya, karena pahlawan itu masihlah manusia bukan senjata.


Kemudian pecahlah perang saudara itu. Fraksi militer di Timur dan Fraksi kerajaan di Barat yang dekat dengan Ellis. Untuk sekarang, pahlawan berada di bawah perlindungan fraksi kerajaan.


"Ini sungguh memprihatinkan. Di saat kita menghadapi krisis seperti ini, ada sebuah negara yang mengalami perang saudara," kata raja.


"Ini benar-benar kacau. Aku jadi semakin ingin segera pergi ke sana," kataku.


"Kalau begitu, aku akan membuatkan surat jalan untuk kalian. Besok kalian dapat segera berangkat ke Sakura Empire."


"Terima kasih yang mulia."


Kemudian Aku dan juga Emilia serta Laura dipersilahkan untuk pergi. Kami diminta untuk menginap di istana hingga berangkat. Untung saja, kami tadi sudah membereskan barang-barang kami di Silver Cat.


Kami diantar ke sebuah kamar oleh seorang pelayan. Pelayan itulah yang mengantarku dan juga Emilia saat pertama kali menghadap raja sebelumnya.


Tok tok tok


Ada seseorang yang mengetuk pintu kamar kami. Emilia membukakan pintu itu sambil bersiaga. Ternyata itu adalah Charles dan Charlote.


"Kenapa kalian kemari?" tanya Emilia.


"Kami ingin menghabiskan waktu bersama dengan kalian sebelum kalian pergi."


"Oh… baiklah. Silahkan masuk."


Setelah mereka masuk dan duduk, mereka berdua mulai bertanya mengenai berbagai hal.


"Apa kalian akan baik-baik saja dengan 3 orang?" tanya Charlote.


"Ya… kami tidak bisa bilang akan selalu baik-baik saja. Sejujurnya kami kekurangan anggota," jawab Laura.


"Iya itu benar. Kami membutuhkan seorang mage atau archer untuk mengisi baris belakang," sambung Emilia.


"Tapi bukanya sudah ada Ciel?"


"Aku tidak bisa selalu di belakang, terkadang aku juga harus maju dan melakukan pertarungan jarak dekat."


"Jadi seperti itu ya. Tapi bagaimana kalau kalian merekrut anggota baru?"


"Untuk sekarang sepertinya belum, tapi suatu saat nanti," jawabku.


Kemudian kami melanjutkan perbincangan dengan Charles dan Charlote. Charles mengatakan kalau ia ingin suatu saat nanti bisa seperti kami dan menjaga kerajaan ini. Sedangkan Charlote ingin ikut dengan kami bertualang.


Semakin lama, aku merasa nyaman di Ellis. Jika aku bandingkan dengan keadaanku saat pertama kali tiba di dunia ini. Tapi itu hanya masa lalu. Sekarang aku memiliki teman-teman yang bersamaku.


Keesokan harinya raja meminjamkan kereta untuk mengantar kami sampai di Sakura Empire. Ada juga beberapa kotak yang cukup besar di dalam kereta itu. Raja juga memberikan kami uang dan juga surat jalan.


"Setelah ini, aku akan mengirim Evan ke kerajaan Tornia untuk bergabung bersama Rafael dan yang lain. Aku harap mereka segera menjadi kuat," kata raja.


"Baik. Jika anda membutuhkan sesuatu hubungi kami."


"Tentu. Terima kasih atas semuanya."


Kami kemudian berangkat meninggalkan ibukota menuju Sakura Empire. Selain kami, ada juga kereta lain yang menuju ke sana. Kebanyakan dari mereka adalah pedagang keliling.


Ketika hari sudah gelap, kami berhenti untuk beristirahat dan mendirikan tenda. Kereta-kereta yang lain pun juga melakukan hal yang sama.


Malam ini, aku giliran jaga malam pertama. Karena bosan, aku berjalan-jalan dan memeriksa kereta kami. Di dalam kereta, aku baru menyadari kalau ada sebuah kotak yang aneh.


Aku mencoba memeriksa kotak itu. Ketika aku ketuk ternyata suara yang dihasilkan menunjukan kalau kotak itu memiliki ruang udara yang banyak.


Dari dalam kotak itu terdengar juga seseorang yang berkata, "Apa kita sudah sampai?"


Ketika kotak itu sudah terbuka, aku terkejut dengan seseorang yang berada di dalam. Ternyata orang itu sama dengan apa yang ada di dalam pikiranku, ia adalah…


"Charlote? Apa yang kamu lakukan?"


"Selamat malam," katanya sambil tersenyum kecil.


Aku mengeluarkannya dari dalam kotak dan membangunkan Emilia serta Laura.


"Emilia, Laura, kita sepertinya menghadapi masalah yang cukup serius."


"Ada monster datangkah master?" tanya Emilia dengan nada mengantuk.


"Bukan. Kalian cepat bangun dan lihatlah sendiri."


Ketika mereka bangun dan melihat Charlote ada di sini, Emilia dan Laura juga sama terkejutnya denganku sebelumnya.


"Charlote, bagaiman kamu bisa ada di sini?" tanya Laura.


Charlote tidak menjawab, dia hanya mengeluarkan sebuah surat dari dalam tas yang ia bawa dan memberikannya kepada kami. Aku membuka dan membaca surat itu. Ternyata itu dari raja.


[Maaf, sepertinya aku akan merepotkan kalian bertiga sekali lagi. Aku minta kalian jaga Charlote untuk sementara. Ia memintaku mengizinkannya untuk ikut dengan kalian. Pada mulanya sebagai orang tua tentu aku menolaknya.


Tapi ia berkata kalau Charlote ingin pergi berpetualang bersama dengan kalian dan membantu perjalanan kalian. Ia juga ingin melihat dunia luar seperti putri Rumia. Charlote sangat mengaguminya dari dulu.


Dengan penuh pertimbangan, aku dan ratu mengizinkannya. Kami meminta ia bersembunyi agar tidak membuat keributan di kota. Supir kereta juga mengetahui hal ini.


Sekali lagi aku dan ratu meminta tolong jaga Charlote kami. Sekian dan terima kasih.]


Setelah membacanya, aku memberikan surat itu kepada Emilia dan Laura untuk dibaca. Mereka berdua juga sama bingungnya dengan situasi saat ini.


"Jadi bagaimana menurut kalian?" tanyaku.


"Karena raja yang memintanya, mau bagaimana lagi," kata Laura.


"Tapi ini sangat berbahaya, apa ia benar-benar yakin?" kata Emilia.


"Coba kita tanya Charlote."


Kami memanggil Charlote untuk menanyakan hal ini.


"Apa kamu benar-benar yakin dengan ini, Charlote?" tanya Laura.


"Ya. Aku ingin ikut bersama dengan kalian."


"Bagaimana dengan Charles? Apa ia akan baik-baik saja?" tanya Emilia.


"Ya. Ia akan masuk akademi militer. Kami berjanji saat bertemu kembali, kami sudah menjadi kuat untuk melindungi kerajaan."


"Begitu ya. Ini akan menjadi perjalanan yang sangat berbahaya."


"Tidak masalah. Aku juga mendapatkan surat rekomendasi dari guild. Walau aku belum pernah berpetualang mereka memberikanku peringkat D karena kekuatanku."


"Aku iri denganmu bisa naik peringkat D dengan mudahnya. Aku dan Emilia harus mengalami berbagai hal untuk sampai di peringkat itu."


"Itu aga berbeda Ciel, kalau di Ellis kekuatanmu dapat menentukan peringkat. Tapi aku juga sama dulu. Aku memulainya dari F juga, sedangkan Luna E," kata Laura.


"Seperti itukah? Kalau begitu apa class milikmu Charlote?" tanya Emilia.


"Sesuai dengan apa yang kalian perlukan. Aku adalah seorang mage."


"Baiklah selamat datang di kelompok kami Charlote," kataku.


"Iya. Mohon bimbinganya."