Alchesia

Alchesia
Chapter 51 August dan Naga



Tepat saat matahari terbit, pertempuran yang terjadi di luar kota juga sudah berakhir dengan kalahnya Daimon. Dulahan yang memimpin pasukan iblis di luar kota juga menghilang setelah Daimon kalah.


Raja bersama pasukannya serta pahlawan Evan memasuki kota. Para penduduk, serta para prajurit yang berada di dalam kota menyambut raja dan rombongannya. Selama pertempuran terjadi, mereka semua tertidur dikarenakan skill milik Daimon yang bernama sleep.


"Master, apa kita perlu menceritakan semua yang sudah terjadi di sini?"


"Sepertinya tidak perlu. Kita hanya perlu menceritakan sebagian saja."


"Sebagian? Bagaimana maksudmu Ciel?" tanya Laura bingung.


"Kita tidak perlu menceritakan tentang pertarungan kita melawan Daimon. Kita hanya menceritakan hingga saat kejadian melawan Kenrouga."


"Lalu mengenai bangsawan-bangsawan yang sudah dikendalikan oleh Daimon serta para penduduk yang tidak tahu apa-apa, bagaimana?"


"Kita ceritakan saja kalau itu semua ulah dari Dulahan."


Kami bertiga menyadari ketika Daimon sekarat, disaat yang sama Evan beserta dengan kelompoknya menyerang Dulahan hingga tumbang. Lalu saat Daimon mati, Dulahan juga mati.


"Aku mengerti master. Tapi kenapa kita harus menyembunyikannya?"


"Seperti saat kita mengalahkan pasukan iblis yang menyerang Tron, mereka akan meragukan kekuatan para pahlawan yang sebenarnya memang belum siap untuk pertarungan semacam ini."


"Jika masyarakat meragukan para pahlawan maka akan timbul rasa takut. Maka dari itu kamu memberikan saran agar Evan serta kelompoknya pergi menaklukan dungeon bukan?" kata Laura.


"Ya. Itu benar. Lalu kita juga perlu memberitahu mereka mengenai 7 dosa, karena mereka merupakan sebuah ancaman baru bagi kita," kataku.


Setelah itu, kami bertiga pergi meninggalkan istana dan kembali ke Silver Cat. Keadaan kota masih terlihat agak kacau mengingat apa yang sudah terjadi.


Kami berada di penginapan untuk menunggu panggilan dari istana. Kami tidak bisa seenaknya datang ke istana meskipun kami dekat dengan anggota keluarga kerajaan.


Kemungkinan kami juga tidak akan dipanggil dalam waktu dekat, karena keadaan. Selain itu, raja juga menunggu datangnya kembali ratu beserta Charles dan juga Charlote yang masih berada di Tron.


Aku mendengar kabar kalau mereka akan tiba besok lusa. Jadi hingga saat itu kami tidak bisa masuk ke istana.


Selain itu, di depan Silver Cat selalu ada beberapa prajurit yang mondar mandir. Ketika kami sedang berbelanja atau berjalan-jalan di kota, kami juga selalu diikuti oleh beberapa prajurit.


Pada awalnya kukira ini hanya kebetulan karena mungkin mereka sedang berpatroli. Tapi sekarang aku merasa kalau kerajaan kini mengawasi kami.


Di kamar, aku serta Emilia dan Laura membicarakan masalah ini.


"Mungkin mereka takut dengan kekuatan kita mengingat kita yang menyelamatkan keluarga raja," kata Laura.


"Benar juga, selain itu mereka juga melihat master mempunyai seekor naga."


"Naga? Aku baru ingat kalau ada hal yang ingin aku tanyakan mengenai hal itu. Apa di sini ada sistem kontrak dengan monster sebagai peliharaan atau partner?"


"Tentu saja ada. Beberapa petualang juga memilikinya, misalnya warg wolf, hornet, bahkan slime," jelas Laura.


"Itu benar master, tapi untuk monster seperti naga itu tidak ada. Karena sangat mustahil untuk menjinakanya."


"Mungkin itu bisa menjadi salah satu alasan kita diawasi oleh kerajaan," kataku.


Setelah mendengar kalau naga sangat mustahil dijinakan, aku jadi berpikir untuk tidak terlalu sering memanggilnya. Tapi sepertinya itu tidak mungkin mengingat kami hanya bertiga saja menghadapi pasukan iblis yang berjumlah banyak.


Untuk sekarang kami hanya perlu bersabar dengan ini hingga dipanggil ke istana. Walaupun aku juga merasa tidak nyaman, karena selalu diawasi dimana pun.


Ketika ratu bersama dengan Charles dan Charlote kembali ke ibukota, pada siang harinya kami dipanggil ke istana untuk menjelaskan atau menceritakan apa yang terjadi di ibukota selama raja tidak ada.


Saat kami pergi ke istana, banyak prajurit yang dikirim untuk menjemput kami. Mereka seperti menjemput bangsawan atau pahlawan saja. Tapi aku juga merasa diperlakukan seperti penjahat.


"Master, apa perlu aku…?"


"Tidak perlu. Kita ikuti saja jalan ceritanya."


"Baik."


Ketika kami sampai di istana, kami langsung diantar menuju ke ruang tahta dan seperti sebelumnya, kami juga dikawal oleh beberapa prajurit.


Raja dan ratu serta beberapa orang bangsawan sudah menunggu kami di dalam. Evan dan kelompoknya juga berada di sana.


Sebagai permulaan, raja meminta kami menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk hal ini Laura yang menjelaskannya. Ia menjelaskan sesuai apa yang kami tahu.


Berikutnya raja meminta kami menceritakan apa yang sudah terjadi selama seminggu ini. Emilia yang mendapat bagian untuk menceritakannya. Ia menceritakan kejadian yang terjadi sebelum kami masuk ke dalam Royal Dungeon.


Ketika raja bertanya kejadian setelahnya, Emilia menjawab kalau kami bertiga dikirim ke dimensi milik Dulahan menggunakan sihirnya selama seminggu sehingga kami tidak tahu apa yang terjadi.


Kami hanya tahu kalau raja bersama dengan pasukannya datang untuk merebut ibukota kembali. Serta pertarungan Evan melawan Dulahan.


Lalu berikutnya yang bertanya bukanlah raja, tapi seorang pria yang sedang berdiri disamping raja.


"Perkenalkan namaku August Von Ellis, aku adalah putra pertama raja dan ratu, sekaligus putra mahkota."


"Jadi dia kakak dari Charles dan Charlote ya? Tapi setelah kulihat baik-baik ia sepertinya orang yang cukup berbahaya," pikirku.


"Aku ingin kau menyerahkan naga milikmu kepada kerajaan. Tentu saja kami akan memberikan bayaran untuk itu."


Sesuai dugaanku, mereka menginginkan nagaku. August ini orang yang ambisius sepertinya.


"Mohon maaf yang mulia, saya tidak bisa menyerahkannya. Bahkan bila anda memberikan sebuah kota saya tetap akan menolaknya."


"Apa alasanmu menolaknya?"


"Sebelum saya menjawab, saya ingin bertanya. Apakah anda pernah berpetualang?"


"Pernah, aku sekarang di peringkat C."


"Kalau begitu apakah anda pernah menaklukan sebuah dungeon?"


"Belum. Lalu apa kau pernah?"


"Saya pernah dan itu 2 kali saya lakukan. Serta saya juga menaklukan guardiannya."


Setelah mendengar ucapanku, semua orang di ruangan itu terkejut, kecuali Charles dan Charlote yang sudah tahu.


"Lalu apa anda pernah berhadapan dengan seekor naga?"


"Pernah. Itu seekor wyvern."


"Apa anda tahu kalau naga itu adalah yang terkecil di antara naga lain?"


"Tidak. Kau sendiri apa pernah?"


"Untuk seekor wyvern, saya belum pernah."


Terlihat senyuman dari August. Namun…


"Tapi untuk naga Calamity, saya pernah mengalahkannya dan sekarang naga itulah yang menjadi peliharaan saya."


"Tapi bukannya naga milikmu itu kecil?" tanya raja.


"Itu benar yang mulia. Naga itu mengecilkan tubuhnya agar bisa terbang di dalam kota tanpa menghancurkannya. Bila dalam wujud aslinya, ia 3 kali lebih besar dari istana ini."


Seperti sebelumnya, mereka semua terkejut.


"Satu hal lagi. Naga tidak mau mematuhi makhluk yang lebih lemah darinya."


August tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dengan ini juga mereka tahu seberapa besar kekuatanku sebenarnya.