Alchesia

Alchesia
Chapter 54 Sakura Empire



Charlote kemudian memberitahu kami skill apa yang ia miliki. Aku tidak lupa memasukan namanya dalam party.


Charlote Lv 25


Class : Mage


Skill : Firebolt A, Thunder Clap A, Frost Arrow A, Fire Wall A, Ice Blast A, Chain Lightning A


Skill yang ia miliki cukup bagus untuk mage. Selain itu semuanya memiliki peringkat A. Aku jadi penasaran latihan macam apa yang ia lakukan. Tapi ada satu hal yang membuat aku, Emilia, dan juga Laura khawatir, yaitu ia masih level 25.


Sepertinya kami harus menemaninya untuk menaikan level.


"Charlote, bagaimana caramu menaikan level sampai saat ini?" tanya Laura.


"Aku biasa ditemani oleh beberapa prajurit untuk membasmi beberapa monster yang berada di sekitar kota."


"Berarti ia belum pernah masuk ke hutan. Lalu apa kamu pernah melawan monster berukuran besar?"


"Pernah beberapa kali. Monster terkuat yang pernah aku lawan itu Goblin Lord dan Ogre General," jawab Charlote.


"Tapi untuk anak usia 12 tahun, kamu ini cukup berani menghadapi monster-monster itu," kataku.


Kemudian Laura menjelaskan perbedaan level diantara kami. Ini memang terlalu jauh, jadi untuk memastikannya sekali lagi kalau perjalanan kami akan sangat berbahaya.


"Aku tahu itu. Aku juga akan berusaha agar tidak menyusahkan kalian."


"Maksud kami, apa kamu siap menghadapi monster yang kuat untuk mengejar level?" tanya Emilia.


"Aku siap."


Dengan begitu tujuan pertama kami adalah menaikan level Charlote terlebih dahulu. Lalu Charlote tidur bersama dengan Laura.


"Emilia, kamu tidak tidur?"


Emilia menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak, sekarang giliran aku jaga. Master tidur saja."


"Baiklah, nanti jangan lupa bangunkan Laura bila sudab saatnya berganti giliran."


"Baik master."


Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan menuju Sakura Empire. Ketika kami sampai di perbatasan, penjaga di sana memperingatkan kami kalau Sakura Empire sedang tidak dalam keadaan yang baik.


Selain itu ia juga tidak menyarankan untuk datang ke ibukota karena konflik ini. Ia juga memberitahu kami untuk segera kembali bila keadaan sudah semakin gawat.


"Baik, kami mengerti. Terima kasih untuk peringatannya."


Kemudian kereta yang kami tumpangi mengantarkan kami menuju kota terdekat. Sesampainya di sana kereta itu kembali ke Ellis.


Pertama kali aku mendengar nama Sakura Empire, aku hanya terpikirkan kalau kerajaan itu mungkin akan sama dengan jepang pada zaman dulu. Saat tiba di kota, apa yang aku saat itu menjadi kenyataan.


Dari gerbang kota, aku bisa melihat banyak bangunan yang sama persis dengan jepang pada zaman dulu, atau tepatnya pada zaman edo. Pakaian yang mereka gunakan juga sama persis, namun yang membedakannya adalah mereka adalah beast human.


Tujuan pertama kami adalah mencari penginapan dan mendaftar di guild. Tapi sebelumnya kami harus membeli makan siang terlebih dahulu.


Ada beberapa tempat makan di pinggir jalanan kota. Aku bingung mau makan dimana. Tapi, tiba-tiba Charlote berbisik padaku kalau ia pernah datang ke sini. Dia akhirnya membawa kami ke tempat makan yang ia pernah kunjungi bersama keluarganya.


Begitu sampai ke tempat itu, aku dan Emilia serta Laura tercengang. Tempat itu sangat mewah dan yang datang ke tempat itu orang kaya semua. Aku lupa kalau Charlote itu seorang putri jadi ia tidak tahu tempat makan yang umum.


Ini saatnya mengajari Charlote untuk menjadi orang biasa. Maksudku adalah merubah cara hidup bangsawanya.


Emilia mencoba bertanya kepada beberapa orang mengenai tempat makan yang bagus di kota itu. Mereka menyarankan untuk pergi ke rumah makan gyuudon.


"Bagaimana menurut kalian?" tanya Emilia.


"Baiklah ke tempat itu saja."


Akhirnya kami ke restoran itu. Ternyata rumah makan itu berhadapan dengan bangunan guild, jadi setelah makan kami bisa langsung mendaftar.


Rumah makan itu tidak terlalu besar tapi cukup ramai. Aku harap masih ada meja kosong di sana dan ketika kami masuk ternyata masih ada.


"Permisi, mau pesan apa?"


"4 gyuudon," kataku.


"Baik, tolong tunggu sebentar."


Emilia bertanya kepadaku mengenai apakah aku pernah memakannya.


"Tentu saja pernah. Nasi dengan daging sapi di atasnya."


Ketika pesanan datang kami makan. Aku melihat Charlote masih bingung dengan makanan ini.


"Kenapa Charlote?"


"Tidak. Hanya saja ini pertama kalinya aku makan di tempat seperti ini."


"Kalau begitu makanlah. Kamu harus mulai membiasakan diri. Ini lebih baik daripada makan di dalam dungeon."


Charlote kemudian memakan makanannya. Baru satu sendok yang ia makan, wajahnya menjadi ceria.


"Ini enak," katanya pelan.


Aku, Emilia, dan Laura tersenyum melihatnya makan. Syukurlah ia menyukainya pikirku


Setelah selesai makan, kami langsung menuju ke guild untuk mendaftar. Bagi diriku, Emilia, dan Laura, kami hanya perlu mendapat stempel Sakura Empire. Tapi untuk Charlote, ia harus membuat baru. Karena ia punya surat rekomendasi, maka ia tidak perlu mengikuti ujian.


Setelah menunggu sebentar, kartu kami selesai. Aku mencoba melihat-lihat daftar misi yang ada di tempat itu. Tapi tidak ada yang menarik hingga aku melihat secarik kertas misi.


Misi penaklukan dungeon tertulis di situ. Aku mengambilnya dan bertanya kepada resepsionis di situ, ia adalah seorang gadis kelinci.


"Misi ini akan dimulai besok lusa. Peringkat minimal untuk mengikuti misi ini adalah D dan juga pahlawan Yuna akan ikut."


"Pahlawan? Jadi pahlawan juga akan ikut?"


"Iya. Dia belum pernah melawan boss dari dungeon, jadi ini pertama kalinya. Tapi ia sudah sering menjelajah dungeon jadi tenang saja."


"Baiklah, kami berempat akan ikut dalam misi ini," kataku.


Aku kembali menemui teman-temanku dan memberitahu mereka misi pertama yang diambil.


"Apa tidak masalah Ciel? Charlote masih level 25, jadi aku sedikit khawatir."


"Tidak apa. Ada kita jadi ia akan baik-baik saja. Selain itu ini adalah metode tercepat menaikan level. Aku dan Emilia dulu juga sama bahkan level kami lebih kecil lagi, bukan begitu Emilia?"


"Ya. Aku dan master dulu juga tidak memiliki skill yang bagus. Kami juga hanya berdua saja," jawab Emilia.


"Baiklah. Kamu sendiri bagaimana, Charlote?" kata Laura.


"Aku tidak apa kak. Aku malah senang bisa masuk ke dalam dungeon secepat ini."


Kemudian kami keluar dari situ dan mencari penginapan. Beberapa penginapan sudah penuh karena adanya misi dungeon itu, jadi banyak petualang dari kota lain yang datang.


Setelah lama mencari kami akhirnya mendapatkan satu. Ketika kami mau mendaftar, kami berpapasan dengan seorang wanita berambut hitam. Aku merasakan sesuatu yang familiar pada dirinya.


Ia juga ditemani oleh beberapa beast human. Karena penasaran, aku bertanya kepada pengurus penginapan.


"Orang yang barusan itu? Ia adalah pahlawan Yuna."


"Jadi, dia pahlawan untuk Sakura Empire."