
"Hhmmpp... hahh.. hahh... bagaimana.. rasa ciuman saya Ahh... saya malah ingin ketahap kedewasaan anda, tapi sekarang kita fokus ke tahap akhir, coba anda telan sekarang sesuatu yang saya berikan dari mulut ke mulut."(Verly)
Verly seakan memberikanku sesuatu ke dalam mulutku saat setelah kita melakukan ciuman.
Perlahan aku menelan sesuatu yang seperti permen ke dalam mulut ku.
"Apa yang kau berikan tadi... mutiara yang sebelumnya sudah kau makan?, kau benar-benar gila soal ciuman, bahkan sekedar memasukan saja sudah lebih dari lima menit kita melakukanya."
Aku sambil membersihkan bibirku yang mana benar-benar di basahi oleh air liur Verly yang sedang duduk di atas kasur tepat berada di sampingku.
"Ya ampun... saya merasakan kebahagiaan mengalir dari anda, Ahh.. itu hal yang wajar sebagai sepasang kekasih, dan saya akan menjelaskan tentang semuanya, yang pertama mutiara tadi saya benar-benar ambil kembali dari perut yang sudah terlarut oleh zat asam, namun.. anda pasti lupa bahwa saya masih mempunyai wujud naga iya kan?"(Verly)
"Ohh.. ya juga, melihat wujud manusiamu benar-benar membuatku lupa akan wujudmu yang sebenarnya meski bukan dari inti keberadaanmu, lalu.. apa hubunganya dengan yang kau lakukan tadi?"
Aku bertanya kepada Verly yang duduk di samping diriku.
"Ya.. naga adalah wadah saya, jadi meski saya berubah menjadi manusia diri saya tetaplah sebagai naga, seperti halnya anda saat ini, lalu.. setiap sesuatu yang saya ubah menjadi mutiara dan sudah saya makan, itu sama halnya menjadi benih untuk melahirkan naga baru, karena saya sudah merubah sesuatu itu menjadi bagian diri saya, apa anda tahu apa yang akan terjadi jika itu anda makan apa lagi mutiara itu bukanlah mutiara biasa."(Verly)
Sembari aku mendengarkan penjelasan Verly yang duduk berada di sampingku.
Perlahan aku menyalakan rokok sambil menikmati obrolan ini dengan tubuhku yang masih telanjang bulat.
"Hahh... jangan bilang bahwa akan ada gen baru dalam diriku dan perubahan sel, bukankah ini sama saja kau ada dalam diriku?"
Dan sekali lagi.. aku melihat Verly tersenyum bahagia dengan apa yang telah aku katakan.
"Memang seperti itu konsepnya namun hasilnya tidak seperti yang anda pikirkan, saya telah menanam sesuatu dari seluruh tubuh anda termasuk sel atau gen yang telah menjadi satu dengan tubuh anda lebih tepatnya kedalam tubuh manusia anda, ini hanya akan berefek di luar bukan di dalam jiwa, anda akan dapat mengontrol sosok abstrak anda bahkan dengan mudah menggapai inti keberadaan anda, yang bahkan saya sendiri tidak bisa menemukan inti keberadaan anda, padahal kita sudah menjadi suami istri dengan kontrak konsep, intinya... saya membuat wadah baru dari kemanusiaan anda, yang terhubung dengan wujud abstrak anda, bukan hanya itu.. anda juga dapat menggunakan saya sebagai sarung pedang anda karena anda sudah memiliki saya dalam tubuh anda."(Verly)
"Penjelasanmu begitu panjang, jadi ini adalah penghubung antara diriku sekarang dengan abstrak ku dengan mengontrolnya aku bisa menggunakan semauku, eh.. yang berarti yang kau maksud terhubung dengan inti keberadaan diriku adalah dari... sosok ini terhubung dengan wujud abstrak lalu itu terhubung dengan inti keberadaanku, yang berarti kau memanfaatkan kontrak kita sebagai jalan penghubung semua itu?"
Aku dengan wajah berpikir mencoba menjawab.
"Benar, di dalam raga anda... ada bagian saya yang menjaga anda, kontrak konsep itu berisikan keterhubungan satu sama lain, saya bisa terhubung dengan inti keberadaan anda namun tidak bisa menggapainya, ini juga ada keuntungan tertentu, seseorang tidak akan semudah itu menyentuh suami saya karena wadah itu juga adalah saya sendiri, dan nama dari wadah itu adalah... AnotherBody."(Verly)
"AnotherBody?.. kau benar... setelah aku memakan itu dan menyatu dengan mutiara itu, aku tidak lagi merasa wujud abstrak ku mencoba menarikku lagi."
Aku merasa senang bisa mengontrol wujud kemanusiaan ku kembali.
"Anda terlihat bahagia, saya juga turut bahagia, karena saya juga menyukai wujud manusia anda dengan rambut hitam lembut itu, dan juga... saya ingin meminta sesuatu kepada anda, Ahh.. tentu ini bukanlah permintaan yang ada kaitanmya dengan istri."
Dan saat itu aku melihat Verly berbicara dengan wajah serius.
Yang bagiku perubahan nya sangat tiba-tiba.
"Ya tentu, apapun untukmu lagi pula rokoku juga sudah mau habis."
Aku menjawab dengan nada yang santai sambil menikmati rokoku.
"Ini sesuatu yang sejak dulu saya ingin memastikanya, saya ingin anda menggunakan senjata dari inti keberadaan saya dengan penghubung AnotherBody."(Verly)
" Ohh.. tentu"
Aku langsung berdiri dan melakukan sesuai keinginan Verly.
Perlahan aku mengangkat tangan kananku ke arah depanku, sama seperti saat aku mengeluarkan RealityNova.
Hingga asap hitam mulai keluar dari bawah menuju ke atas tanganku.
Tak lama...
Sebuah pedang seperti katana mulai keluar dari bawah menuju ke tanganku yang mengarah ke depan.
Katana itu terlihat sangat hitam pekat dengan aura hitam bercampur ungu seakan melapisi katana itu.
Saat aku memegangnya...
Ini terasa seperti pedang itu mencoba menyatu dengan inti keberadaanku.
Aku memang belum tahu dimana inti keberadaanku berasal, namun aku bisa merasakan diriku terhubung dengan sesuatu yang aku pikir itu adalah inti keberadaanku.
Aku langsung megangkat pedang itu ke atas dan melihat aura-aura tersebut terus keluar.
"Sudah saya duga.. anda memiliki sesuatu yang bisa mengguncang semesta ini, bukan hanya inti anda yang jauh dari semesta ini, namun sifat sihir anda, cobalah anda menusuk saya dengan katana itu, santai saja, istri anda ini kuat."(Verly)
"Aku hanya... tinggal menusukmu saja bukan?"
Aku dengan wajah ragu mengatakan nya.
"Menusuk?.. Ahh.. andai saja itu sesuatu dari bagian anda, maksud saya... entah itu menusuk atau menyentuh, setidaknya anda harus mengenai saya dengan ujung pedang itu." (Verly)
Aku melihat Verly sedikit melepaskan pakaian kimono atasnya.
Hingga aku bisa melihat perutnya.
Tanganku mulai mengarah ke perut Verly dengan ujung pedang menghadapinya.
Sekali lagi aku melihat Verly dengan ekspresi tersenyum bahagia menghadap ke diriku.
"Ini permintaanmu loh.. jadi aku hanya perlu mengenai perutmu ya."(Retnan)
"Ya tuan, ini adalah permintaan saya jadi bila ada apa-apa maka saya siap bertanggung jawab sebagai seorang istri tercinta anda."(Verly)
Sekali lagi aku menghela nafas aku tidak memiliki rasa ragu untuk hal ini sekarang.
Hanya saja...
Sampai sekarang seseorang yang Verly temui sebelumnya masih membuat diriku menjadi penasaran.
Apa lagi waktu itu mereka berdua terlihat berbicara dengan serius.
Lebih tepatnya mereka seakan membahas sesuatu yang membuat Verly melakukan hal itu termasuk pria itu juga.
Aku tidak bertanya alasannya kepada Verly, karena mungkin itu adalah sesuatu yang seharusnya aku tidak boleh ikut campur.
"Hee.. saya merasakan ada perasaan cinta mengalir, apa anda masih memikirkan orang yang sudah saya ubah menjadi mutiara?"(Verly)
Verly mengetahui apa yang sekarang aku pikirkan.
Tidak, aku pikir Verly selalu mengetahui apa yang aku pikirkan namun dia sengaja memasang ekspresi ketidak tahuannya.
"Tidak juga, lagi pula apa yang kau lakukan tidak ada hubunganya dengan perasaan cintamu kan?"
Aku memasang wajah biasa saat mengatakanya kepada Verly yang berdiri berada di hadapanku.
"Ya ampun... saya tidak pernah melihat anda merasa tersipu malu bahkan dengan istrinya sendiri, anda sungguh jahat, namun.. itu membuat saya yang setengah telanjang menjadi-"(Verly)
"Aku akan mulai.."
Tanganku mulai bergerak berjalan lurus ke depan tepat mengarah ke perut Verly yang berada di pandanganku.
Hingga...
Ujung pedang itu mengenai perut Verly.
Aku tidak menusuknya, aku hanya menyentuh perut nya dengan ujung pedang tersebut.
Selama beberapa detik tidak ada hal aneh yang terjadi.
Perlahan aku mulai menurunkan kembali pedang itu dari perut Verly.
Sekejap pedang itu seakan mulai menghilang kembali ke asal muasalnya.
"... Apa itu sudah cukup?"
Dan saat aku mengatakan apa yang aku pikirkan...
Verly malah merespon dengan senyuman lebar.
"Ya.. meski itu masih belum membuat saya puas, tapi setidaknya dugaan saya benar, bahwa anda memiliki sifat sihir yaitu... menciptakan "kemungkinan"..."(Verly)
Lagi-Lagi sesuatu yang membuat diriku bingung dengan perkataan Verly.
"Lalu.. apa itu sifat sihir?"
Aku bertanya dengan apa yang tidak aku mengerti kepada Verly.
"Sifat sihir adalah dasar dari sihir setiap makhluk hidup, jika itu di satukan dengan inti keberadaan maka itu akan benar-benar sangat berguna, memang anda benar-benar tidak menusuk saya, walau begitu sifat sihir anda memungkinkan hal itu terjadi." (Verly)
Dari situlah perkataanya membuatku penasaran.
"Tapi... kau tidak terlihat terkena luka sama sekali."
Aku cukup bingung dengan apa yang dia katakan jadi aku memutuskan untuk bertanya sekali lagi.
"Tidak, anda memang tidak menusuk saya, namun... sebaliknya itu berefek kepada inti saya."(Verly)
"He?.. apa maksudmu?"
Aku sedikit terkejut dengan pernyataanya.
"Pedang yang sebelumnya anda pakai bernama[VERENTEUZ] tercipta dari inti keberadaan saya, namun... pedang itu hanya dapat menjadikan segala sesuatu menjadi ketiadaan mutlak sampai menuju ke inti, tapi tidak bisa menjangkau keberadaan inti yang begitu tidak di ketahui, tetapi dengan sifat sihir anda, hal itu dapat terjadi, saya bisa merasakan anda baru saja mencapai inti keberadaan saya yang bahkan dewa-dewa saja tidak mengetahui keberadaan inti saya, ini sungguh sifat sihir yang sangat luar biasa, membuat ketidak kemungkinan itu menjadi sebaliknya dan jika anda tadi menusuk saya, mungkin inti saya benar-benar dalam kekacauan tapi itu bukanlah masalah yang besar bagi saya, dan dengan begini sudah tidak ada lagi rasa penasaran saya terhadap anda... suamiku."(Verly)
"Berarti... saat kita berada di kota Domina itu.. aku menggunakan sihirmu ya, dan tentu kontrak awal membutuhkan izin untuk saling membagi sihir, jadi... aku bisa menciptakan kemungkinan itu, aku merasa... ini akan semakin menarik dan aku berharap, sebelum aku mengetahui siapa diriku yang sebenarnya, aku ingin kita tetap bersama dalam keadaan apapun."
Aku merasa terbawa oleh suasana ini hingga membuat diriku tidak sabar lagi untuk melanjutkan petualangan kita kembali.
"Tentu.. suamiku, saya benar-benar bahagia, hingga... saya sangat menginginkan untuk hamil saja."(Verly)
"Yahh.. kau sekarang terlihat bahagia, kalau begitu.. kurasa ini saatnya untuk melanjutkan perjalanan kita, oh ya Verly... bisakah kau membuatkan aku pakaian yang... terlihat tertutup seperti jubah."
Aku dengan nada suara yang terdengar sedikit bersemangat.
"Tentu... saya memiliki pakaian yang terlihat cocok dengan anda dan tentunya.. saya membuatnya sendiri dengan tangan saya sendiri."(Verly)
Dan saat itu sesuatu seperti sihir keluar dari tangan Verly.
Secara langsung sepaket pakaian ada berada di tanganya.
Pakaian itu terlihat seperti jubah serba berwarna hitam, dan sepasang kaos hitam polos, aku menyukai hal yang sederhana dan juga aku merasa Verly mengetahui akan hal itu.
Aku dengan senang hati menerima pemberian dari Verly apa lagi itu usaha jerih payahnya sendiri.
Dan aku pikir ini terlihat cocok dengan celana kerjaku yang juga berwarna hitam.
Tanpa pikir panjang aku yang masih telanjang bulat langsung memakainya dengan Verly yang masih memperhatikan diriku.
"Itu benar-benar cocok dengan rambut hitam anda, dan saya membuatnya bukan dari sembarang kain, itu terbuat dari ****** ***** saya... yang mana saya sudah melakukan berbagai tahap hingga menjadi benang, memikirkanya saja sudah membuat perasaan ini terlarut."(Verly)
"Yaa.. meski aku sedikit tidak mengerti perkataanmu tapi aku dengan senang hati menerimanya, dan sekarang... kita akan kembali melanjutkan perjalanan kita Verly."
Aku dengan rasa tak sabar mengatakannya.
Verly yang berwujud manusia kini kembali menempel sebagai mulut di telapak tangan kiriku.
"Tuan.. kemana kita akan pergi sekarang?"(Verly)
" Entahlah... sampai sekarang aku masih bingung dengan tujuanku kemari, namun.. kita coba saja memulai kembali di kota Domina, aku ingin bertemu dengan Nerph segera."
Aku berbicara dengan Verly yang sebagai mulut di telapak tangan kiriku.
"Saya rasa... Nerph sedang sibuk dengan negaranya sendiri, jadi mungkin kita lewatkan saja salam perpisahan untuknya."(Verly)
"Kau benar juga... dia seorang pangeran, oh ya Verly... dimana lokasi... lapisan atas Nov Sanctuary berada?"
Aku dengan wajah serius bertanya kepada Verly.
"Soal itu... tidak ada, jika anda mau saya bisa mengantarkan anda, tapi apa anda yakin mengakhiri petualangan di lapisan bawah dengan begitu saja, dunia ini terdiri dari semesta tidak terbatas dan lapisan atas sangatlah berbeda dengan lapisan bawahm"(Verly)
"Tidak, bukan itu yang aku maksud, Nov Sanctuary itu... dunia para dewa bukan, mereka bahkan menganggap dunia Hollow ini hanya sebatas tumpukan sampah, aku masih ingin mengetahui informasi diriku dengan cara kita sendiri, tetapi jika keberadaanmu masih menjadi ancaman di lapisan atas, setidaknya... aku ingin tahu bagaimana jalan menghindari lapisan atas."(Retnan)
"Hee.. anda sudah mendapatkan pandangan baru ya, anda tidak perlu mengkhawatirkan istri anda, saya kemari bukan karena di buang oleh mereka setelah menjadi ancaman namun... dengan keinginan saya sendiri, jika anda benar-benar menginginkan hal itu maka... lebih baik kita pergi ke dunia Vertuz, di sana mungkin anda dapat mengetahui informasi anda karena di sana... ada beberapa ras yang berpotensi menjadi dewa, sejarah para dewa dan sebagaian dunia itu sangatlah di hormati oleh manusia."(Verly)
"Vertuz ya.. dan ini berhubungan dengan para dewa, Baiklah... ayo kita kesana... Verly."