A The Creators

A The Creators
Sedikit Cerita Sejarah



Awal terciptanya salah satu bagian zona semesta yaitu dunia Vertuz...


"SEMUANYA..!! LARI..!!"


Jutaan meteor menghantam setiap permukaan pondasi dunia Hollow membelah setiap cakrawala hingga terbentuk banyaknya dunia baru lalu menyatu menjadi bagian dari zona semesta.


Hingga seorang anak laki-laki dengan kekuatan setengah dewa terlahir dalam masa kekacuan tersebut.


Dia menyebut dirinya sendiri sebagai utusan dari maha kuasa.


Tubuhnya perlahan menampilkan sosok dewasa berjalan di tengah kekacauan tanpa memakai pakaian apapun hanya sebatas daun menempel menutupi alat vitalnya.


Tanpa di sadari setiap langkahnya mengguncang bumi, matanya bersinar terang seperti cahaya bulan, berambut kuning dengan keindahan menawan.


Tidak ada seorangpun yang menyadari setiap langkahan kakinya, tidak ada yang bisa menghentikan langkahan itudalam tengah kekacauan.


Sampai...


Sesuatu dari langit seakan menerjang mengarah padanya yang terus melangkah berjalan.


Itu terlihat seperti lintasan cahaya emas dengan cepat mengarah ke tangan nya.


Tanganya yang sudah menggapai cahaya itu langsung berubah menjadi sesuatu seperti senjata tombak bercahaya emas, dia langsung mengarahkan tombak itu ke arah langit dan berkata...


"Dunia ini dalam lubuk kekacauan, dimana ketakutan menyelimuti umatmu, sihir.. monster... mereka hanya menodai setiap ciptaanmu, tidak ada rasa takut bagi mereka yang memiliki tekad, tapi tidak dengan mereka yang masih menginginkan hidup untuk melindungi orang yang mereka sayangi, inilah hidup, inilah kenyataan, dan pada akhirnya semua itu akan menjadi kekacauan, tapi tidak dengan hari ini, semua ketakutan ini akan saya hapuskan dari setiap sejarah, dengan tangan ini.... akan menciptakan dunia baru..!!"


Dia melompat mengayunkan senjata itu hingga...


Melempar tombak itu ke cakrawala dengan rasa tekad yang luar biasa.


Tekad itu membuat seluruh dunia bergetar, menyatukan beberapa dunia di Zona menjadi semesta tunggal.


Hewan-hewan tunduk, manusia menangis, monster mulai lenyap.


Semua kekacauan seakan mulai terlahap ke dalam tombak itu.


Tanpa adanya sebab-akibat orang mulia itu berhasil meyatukan kembali seluruh semesta ke dalam zona maupun di luar zona tersebut.


Dan sekali lagi... lapisan bawah Hollow menjadi terhubung kembali.


Sosoknya sangat menggempar ke seluruh penjuru semesta tidak termasuk lapisan atas.


Setelah peristiwa itu telah berakhir dunia baru terbentuk tanpa adanya hukum-hukum serta pemimpin.


Hingga... umat manusia memilih sang penyelamat sebagai pemimpin dunia ini, bukan hanya sekedar menghormati namun juga di anggap sosoknya sebagai tuhan oleh seluruh umat manusia karena tekadnya yang benar-benar menyelamatkan seluruh makhluk hidup.


Dan penyelamat itu menamai dunia itu dengan nama... Vertuz tanpa adanya konflik internal yang ada hanyalah kedamaian.


Dia menyatukan berbagai dunia menjadi kesatuan yang utuh.


sampai.. 100 tahun berlalu...


Terbongkar sudah informasi tentang pemimpin mereka yang lagi-lagi membuat seluruh semesta gempar.


Yaitu mengenai asal muasal ras yang dulu menjadi nenek moyang dari para dewa, salah satu garis keturunan mereka yang tidak lain adalah pemimpin dari dunia Vertuz.


Ras itu bernama [Divine Spirit] yang dahulu kala menjadi ras pertama yang memiliki kekuatan selayaknya dewa.


Ras yang seharusnya sudah lenyap di lahap oleh waktu sekali lagi terulang kembali dengan garis keturunan terakhir yang sudah terbongkar indentitasnya.


Tidak ada rasa benci ketikamereka mendengar sang pemimpin dunia Vertuz yang ternyata adalah salah satu garis keturunan dari [Divine Spirit] dan justru mereka malah berbahagia mendengar hal tersebut.


Tidak berbahagia bagaimana [Divine Spirit] adalah nenek moyang dari semua makhluk hidup dan sekaligus sosok yang di yakini seperti tuhan itu sendiri.


"Saya yakin dengan diri hamba yang bisa membimbing mereka ke jalan surga, identitas yang sudah terbongkar adalah titik awal untuk mengubah sejarah sekaligus mengakhiri masa kejayaan ini, mereka tidak akan bisa terus bergantung pada pemimpin, ada saatnya mereka harus menyadari diri mereka sendiri dan melakukan apa yang menurut mereka benar, sebentar lagi akan ada cahaya bulan yang perlahan melahap setiap kegelapan tapi berlawanan dengan sang fajar, ketika cahaya bulan menampakan diri maka... itulah akhir dari sang fajar, saya berdiri menghadap sang matahari merenungkan setiap dosa hamba dengan rintihan tangis, indentitas diri saya yang telah terbongkar adalah akhir dari hidup saya, karena sebentar lagi cahaya bulan akan datang secara berlawanan di siang hari, dan saat itu tiba... saya yang menyandang nama "Argeus" akan merubah semua sejarah di seluruh semesta,tidak peduli... seberapa kuat cahaya bulan mencoba menghancurkan setiap kehidupan, karena... "


"ARGEUSSSSSS...!!"


Suatu sosok muncul di atas langit menutupi matahari hingga kehadirannya menggemparkan seluruh cakrawala membuat Langit-langit terbelah, manusia ketakutan, hewan-hewan bersujud monster-monter berkembang, sosok yang tidak di harapkan pada akhirnya menjadi tanda akhir dari sang fajar.


"Karena... generasi berikutnya yang menyandang nama Argeus akan terus terlahir dan akan selalu menghentikan generasimu CORNEUSSSS...!!"


"SIALANNN..KAU ARGEUS..!!"


"MATILAH CORNEUS..!!"


Argeus langsung mengirim tombak ke tanganya dengan wajah kesal penuh amarah berlari sekuat tenaga hingga seakan membuat waktu terasa terhenti.


Setiap langkahanya mengguncang seluruh dunia.


Sebaliknya orang itu langsung menerjang Argeus dari ketinggian langit menyodongkan pedang nya ke arah Argeus yang sedang berlari menghampiri nya.


Ini sudah terlambat.. tidak ada yang bisa menghentikan ayunan senjata mereka, ini bukan soal takdir yang selalu mempertemukan mereka namun... sudah menjadi ikatan yang akan terus berjalan selamanya dari generasi ke generasi.


Sang fajar yang ingin terciptanya suatu perdamaian di seluruh alam semesta terjalin selamanya, namun terbantah oleh sang cahaya bulan yang menginginkan segalanya di alam semesta.


Kedua hal tersebut seperti halnya Yin & Yang.


Tidak akan bisa menyatu dengan kedua hal yang berlawanan namun bisa bereaksi ketika kedua hal tersebut saling mencoba bertentangan.


"MATILAHHH... CORNEUSSS..!!


BERSAMA GENERASIMU..!!"


Pedang menghancurkan apa yang ada di permukaan, tombak menembus jutaan langit menjadi lubang dunia.


Ketika kedua hal tersebut saling bertemu membuat segala sesuatu yang "Ada" menjadi "Ketiadaan".


Sayatan pedang itu langsung mengiris separuh semesta di dalam zona semesta menghancurkan bebagai kehidupan di dalamnya.


Sebaliknya tombak melesat menembus setiap dimensi hingga mencapai luar zona dan mencoba menyatukan kembali apa yang telah di hancurkan oleh pedang tersebut.


Sampai pertarungan berakhir ketika salah satu dari mereka menjatuhkan senjata mereka.


Yang setelah itu menjadi...


Awal mula tempat suci Altair dengan senjata mereka yang sebagai penghubung jalan menuju ke tuhan.


Dan sejak saat itu, banyak umat manusia yang menghormati hingga menyembah mereka sebagai penyaluran setiap doa mereka.


***


"Tunggu... mungkinkah.. kau..."


Aku sekarang berada di pusat kota yang hampir dekat dengan lokasi tempat suci Altair itu berada.


Dan tentunya aku masih bersama dengan Afreon yang terus berjalan bersamping denganku.


"Ya, aku generasi terakhir dari ras Spirit... dan tentunya nama "Argeus" ada di nama belakangku."(Afreon)


"Jadi... apa yang akan terjadi jika orang lain mendengar hal ini? dan kenapa kau memberitahuku? aku pikir aku juga seorang yang asing."


Aku bertanya kepada Afreon sembari terus berjalan.


"Entahlah... kebanyakan dari mereka mungkin... banyak yang tidak percaya tahayul itu, dan alasan aku memberitahu mu, aku memiliki firasat kau akan sejalur dengan apa yang kuinginkan, jangan remehkan ras setengah dewa, aku bisa merasakan sifat sihirmu dan menyadari kau sudah melakukan kontrak, tidak, lebih dari itu."(Afreon)


Aku yang memperhatikan nya sedikit merasa bahwa dia sejujurnya memiliki ambisi yang kuat, termasuk perkataanya yang ingin berkelana denganku.


"Jadi... yang sebenarnya kau incar adalah senjata dari nenek moyangmu? yang sekarang menjadi tempat suci ku pikir... tujuanmu itu malah hanya akan membuat konflik di dunia damai ini sekali lagi."(Retnan)


"Ya itu memang benar, tapi aku tidak senaif itu mengambil secara membabi buta, apa kau lupa masih ada otoritas yangmemimpin dunia ini?, ya mereka tidak akan diam saja jika sesuatu yang berharga telah di renggut kembali, mereka sangat kuat bahkan setara dengan dewa tertinggi, dan juga... mereka adalah generasi dari cahaya bulan yang mana akan ada saatnya kejadian seperti nenek moyang rasku terjadi kembali, aku yang menyandang nama Argeus akan terus berhadapan dengan cahaya bulan."(Afreon)


Sekali lagi pernyataanya membuatku penasaran.


Karena sejak awal kisahnya benar-benar membuatku tertarik.


"Apa itu sebuah takdir?, tapi jika di pikir kembali... itu seakan seperti keterikatan, jika memang itu takdir dan jika memang yang kau maksud "mereka" adalah dewa tertinggi, kurasa itu bertentangan dengan konsep dewa yang tidak terikat oleh takdir, yah meskipun aku sendiri masih meragukan pengetahuanku mengenai dewa."(Retnan)


"Cerdas juga dirimu, aku yakin suatu saat kau akan memiliki istri yang luar biasa, yahh... kau benar, itu seperti keterikatan yang memang sudah hadir di bentuk oleh sang pencipta sebelum segalanya ada, dan ini tidak bisa di hapus oleh sihir apapun karena masih berada di tangan tuhan, aku berpikir juga bahwa... ini salah satu tujuan dari setiap terciptanya semesta yang terus menerus bertambah, karena aku juga yakin bukan hanya diriku saja yang masih menyandang nama Argeus."(Afreon)


Dan saat itu aku menyadari sesuatu ketika mendengar perkataan Afreon.


"Begitu kah... dan jadi benar kau memiliki alasan khusus untuk ikut berkelana bersamaku, yang tidak lain adalah..."


Aku dengan wajah percaya diri.


"Ya.. selain membunuh para Pure Evil, aku juga ingin mengetahui sejarah nenek moyangku sampai ke akar muasalnya yang keberadaan informasi mereka masih benar-benar menghilang di luar waktu, di sisi lain juga aku berpengetahuan tinggi soal semesta ini."(Afreon)


".... Dari semua yang kau katakan aku mulai mengerti... kalau dunia Vertuz lebih besar dari semua dunia yang ada di dalam zona semesta." (Retnan)


"He? ya itu memang benar karena ini adalah pusat dari zona semesta lapisan bawah, aku merasa kau malah ingin mengetahui sesuatu di luar topik."


Dia sedikit merasa curiga dengan apa yang telah aku katakan.


"Tidak, lupakan apa yang telah aku katakan."


Dan saat itu keheningan tercipta.


Aku mulai berpikir kembali tentang ras Divine Spirit.


Sebenarnya saat sebelum aku datang kemari.. Verly mengatakan sesuatu lewat mulutnya.


Itu mengenai ras Spirit yang bukan hanya sekedar balik kata saja soal mereka, mereka jauh lebih unggul dari manusia pada umumnya dalam penggunaan sihir dan stamina yang mana itu di tentukan dengan seberapa lama seseorang bisa menggunakan sihir mereka.


Namun... ras Spirit juga cenderung memiliki sifat antusias dalam bertarung.


Dan.. aku mengingat bahwa sebelumnya Verly mengatakan dunia Vertuz ada banyak ras yang berpotensi menjadi dewa, namun fakta nya itu hanyalah ungkapan agar aku bisa bertemu dengan Afreon.


"Oh ya... aku cukup heran, kenapa kau pergi berkelanahanya mengandalkan kakimu? kau bisa menggunakan sihirmu bukan?"(Afreon)


Saat mendengarnya aku langsung tersentak.


"Ya, kau tidak akan menikmati perjalananmu jika hanya mengandalkan sihir."


Aku mengatakanya dengan santai meski sejujurnya aku juga bingung dengan jawabanku sendiri.


"Kau ada benarnya juga sih, ohh.. lihat itu.. kita sudah sampai"


Dan saat melihat sesuatu yang orang-orang katakan sebagai tempat suci...


Aku terkejut tempat itu benar-benar....


Luar biasa.