
Beberapa jam kemudian saat setelah
kami sampai ke lokasi entitas
tersebut, akhirnya kami berhasil menemukan kembali Afreon yang sebelumnya telah hilang.
Ia bahkan bisa mengatasi lubang
hitam itu seorang diri yang mencoba
memakanya.
Dan beberapa waktu lalu sebelum
kami pergi dan tentu sebelum kami bertemu dengan Afreon, kami sempat
di mintai oleh raja Dystoria.
Aku tidak mengerti sih apa tujuanya,
yang jelas dia meminta kami untuk menolong seseorang dari ras yang
telah lama punah akibat ikut campur dengan lapisan tengah.
Sisanya... dia tidak memberitahu
kami secara detail.
Dan kini kami berada di salah
satu tempat yang terlihat begitu
kacau.
Di lihat dari begitu banyaknya
lubang hitam yang menutupi
langit-langit serta kekacauan yang
di timbulkanya.
Semua begitu hancur ketika
menerima hisapan dari lubang
hitam tersebut, langit menjadi
gelap gulita, di saat yang bersamaan membentuk sebuah badai abnormal
yang sedang mengamuk di setiap
tempat.
Dan tentu ini masih di dalam tangga.
Tapi aku pikir... dunia tak terbatas
yang berada di luar dunia ini juga
mengalami hal yang sama.
Karena... setiap kekacauan akan
menghasilkan lubang hitam lagi
dan lagi, yang mungkin jumlahnya
sekarang juga sudah melebihi
kapasitas di dunia ini.
Dan sekarang... kami berada di
suatu tempat yang tak jauh berbeda
dengan tempat sebelumnya dari
segi pemandangan. Hanya saja
di sini banyak kekacauan yang
sedang berlangsung.
Kami terus berjalan melihat semua
kekacauan ini untuk mencari celah
menemukan keberadaan dari entitas
tersebut.
Hingga langkahan kakiku terhenti di
tengah perjalanan, mereka yang
menyadarinya secara langsung
melakukan hal yang sama.
"Apa kau menyadarinya... Afreon?"
Aku sambil tersenyum melihat
ke suatu arah dan memanggil Afreon
yang juga aku pikir, dia memikirian
hal yang sama sepertiku.
"Ya... itu sesuatu yang menarik"
(Afreon) sambil tersenyum dan
melihat ke arah yang sama denganku.
"Tunggu... apa maksud kalian?..
mungkinkah... yang menjulang
besar itu adalah intinya?"(Risty)
"Kurasa tidak, lebih tepatnya...
dari semua lubang hitam yang ada,
hanya itu saja yang jauh lebih besar
tapi tidak begitu banyak bergerak,
seperti di balik lubang hitam itu
ada jalan lain yang menghubungkan
ke suatu tempat"(Xanxus)
"Begitu rupanya, Ta.. Tapi... kalian
tidak berpikir akan ke sana iya kan?..
aku melihat lubang hitam itu terlihat
akan menghancurkan siapa saja
yang terhubung olehnya" (Risty)
dengan rasa ragu mengatakanya.
"Aku rasa wujud asli entitas tersebut
ada di sana, kita kemari bukan untuk
mencari hal yang sia-sia, kita akan
pergi dengan sihir Afreon, dan juga
aku sangat yakin itu tidak seperti
yang kau katakan"
Aku dengan rasa percaya diri
mengatakanya.
"Ya, serahkan saja padaku"(Afreon)
『 Divine Thrown 』
Setelah Afreon menggunakan
sihirnya...
Secara langsung membawa mereka semua ke hadapan lubang hitam
tersebut yang begitu sangat
besar.
Hingga berakhir masuk ke dalam
lubang hitam tersebut dan terbawa
ke suatu tempat.
***
Di suatu tempat yang benar-benar
di penuhi jejak hasil kekacauan....
Kini kami berada di tempat yang
benar-benar gelap dan redup, tidak
ada hal lain selain kegelapan dan
sisa-sisa hasil dari kekacauan yang
di sebabkan oleh lubang hitam ini.
Kami terus berjalan bersama
menelusuri jalan ini, dan mencoba
untuk tetap selalu bersama.
Aku berada di depan mereka semua
sebagai pemimpin dari organisasi ini.
"Kurasa aku mulai mengerti dengan
situasi kita sekarang, termasuk
dimana entitas itu sekarang berada"
(Afreon)
"Oi... lihat itu" (Xanxus) sambil
menelunjukan jarinya ke suatu arah.
Kami yang mendengar perkataan
Xanxus .. langsung menoleh ke arah
yang ia tunjukan kepada kami.
Dan...
Kami melihat suatu sosok yang
tersegel dalam rantaian besi
melilitinya.
Tujuan kami adalah mencari entitas
dari lubang hitam ini, namun selagi
masih belum di temukan.. maka
setidaknya kami ingin mencari tahu
tentang sosok yang tersegel itu.
Kami terus berjalan bersama
menghampiri sosok tersebut.
berhasil sampai di hadapan sosok
tersebut.
"Dia... seorang wanita?"(Afreon)
"Dan juga... memiliki telinga yang
panjang seperti Elf" (Xanxus)
Aku yang melihat sosoknya entah
kenapa itu mengingatkanku kepada
Verly.
Sosok wanita tersebut memiliki
rambut berwarna hitam ke coklatan
dan tentu itu terlihat panjang,
namun pakaian yang ia kenakan
hanya sebatas gaun putih saja,
sisanya... identik dengan Elf.
Dia terlihat tertidur pulas dalam
lilitan rantai.
"Umm... ku pikir dia tidak mati, dan
hanya sebatas tertidur. Kurasa
orang yang menyegelnya tidak
bermaksud membunuhnya. Atau
malah... wanita ini kuat"(Retnan)
"Ya.. dan aku juga merasakan
sedikit aura sihir masih aktif
pada dirinya. Aku akan mencoba
menggunakan sihirku untuk
membangunkanya tanpa rasa
gangguan apapu-" (Afreon)
"Tidak usah"
Tiba-tiba terdengar suara dari
wanita tersebut yang secara
mendadak berbicara.
Kami semua yang menyadarinya
sedikit terkejut.
"Namaku... Sakuya, Sakuya Momoga
dan jika kalian bisa bantu aku untuk
melepaskan segel yang terbuat dari
sihir ini... maka aku akan membantu
kalian, tidak, lebih tepatnya akan
memberitahu soal dimana entitas
itu berada"(Sakuya)
"Ya, sebenarnya itu cukup mudah
bagiku, namun sebelum aku
melakukanya... aku akan bertanya
satu hal. Apa kau mengenal
Raja Dystoria?"
Aku berfirasat bahwa wanita inilah
yang di maksud oleh Dystoria, yang
sebelumnya meminta kepada kami
untuk menolong seseorang.
Jadi aku mencoba menanyainya
yang bagiku.. firasatku tidak akan
pernah salah.
"... Raja Dystoria?... kurasa yang
kau katakan benar, aku mengenali
dia dengan seksama. Dia juga yang
telah menyelamatkanku" (Sakuya)
"Begitu ya, baiklah... aku akan
membebaskanmu"
Tanganku langsung meraih rantai
tersebut, dan setelah memegangnya
secara langsung menghancurkan
segelnya.
"..... Heee..!? ba.. bagaimana bisa?
hanya dengan menyentuhnya?"
(Sakuya) dengan wajah terkejut.
Aku melihat dia sangat terkejut
saat aku baru saja menghancurkan
segelnya.
"O-Ohh... begitulah. Yang lebih
penting, beritahu kami dimana
entitas itu?"(Retnan)
"Ya ampun... dasar pria yang tidak
senonoh, setidaknya berikan aku
pakaian yang lebih tertutup dari
pada sebatas gaun yang terlihat
compang-camping ini, dan aku
mau yang tidak terbuat dari sihir"
(Sakuya)
"Yahh... beginilah tipe wanita yang
tidak aku sukai Xanxus" (Afreon)
"Begitu kah?.. tapi kalau di pikir
setelah bebas... dadanya terlihat
besar juga"(Xanxus)
"Ah, aku ada. Dan ini tentu saja
aku yang merajutnya sendiri,
tunggu sebentar..." (Risty)
Sebuah box tiba-tiba keluar
dan melayang karena sihir.
Lalu setelah Risty membukanya...
ada beberapa satu set pakaian
yang terlihat tertata rapi dalam
sebuah box tersebut.
Risty perlahan mengambil pakaian
tersebut dan langsung memberikan
satu set pakaian itu kepada Sakuya.
"Oh?.. kau yakin?"(Sakuya) sambil
menerima pemberian dari Risty.
Perlahan... sebuah barrier berbentuk
dinding tercipta melingkari Sakuya,
yang bermaksud untuk meminta
sedikit privasi agar bisa mengganti
pakaianya.
Tak membutuhkan waktu lama...
Sakuya kembali dengan pakaian
yang sangat berbeda jauh dari
sebelumnya, dan ini justru
menambah daya tariknya sebagai
seorang wanita.
Di mulai dari pakaian atasnya
yang terlihat terbuat dari kain wol
seakan itu menampakan kehangatan
tersendiri, hingga celana yang aku
pikir sendiri... itu seperti sebuah
celana kerja yang sampai sekarang
juga masih aku pakai, walau corak
dari celana tersebut berwarna putih,
singkatnya wanita itu bagiku
memakai pakaian yang sederhana.
Mereka yang melihatnya begitu
terpanah untuk sesaat.
Tetapi tidak untuk ku.
"Jadi... bisakah kita mulai?"(Retnan)
"He, tentu"(Sakuya)