
Di dalam perpustakaan tepatnya
di lantai atas yang begitu sepi
dengan pengunjung.
Yang ada hanyalah keberadaan dua
orang yang saling mengobrol dalam
keheningan dan bayang-bayang.
Buku yang Verly ambil dari Afreon
langsung menjadi abu ketika
Verly memegangnya.
"Ya... saya ingin mengobrol santai
dengan beberapa sajian, karena
ini akan menjadi obrolan yang
singkat namun bergairah."(Verly)
Sebuah sofa dengan meja yang
menyajikan beberapa botol anggur
merah hadir dengan begitu saja.
Lalu...
Verly dengan santai membaringkan
diri di atas sofa tersebut sambil menuangkan segelas anggur.
"Anda boleh duduk, tuan Afreon."
(Verly) sambil menikmati segelas
anggur tersebut dan bersantai di
atas sofa.
Afreon dengan wajah penuh
kebingungan di hadapan Verly
mulai melakukan apa yang ia
katakan.
Afreon langsung duduk di atas sofa
yang sudah ada di hadapan Verly.
"Ja-Jadi.. apa maksudmu itu?"
(Afreon) sambil memalingkan
pandanganya dari Verly yang
terbaring terlihat belahan tubuhnya.
"Hee... anda merasa tidak nyaman
ya, maaf karena pakaian ini tidak
bisa tergantikan oleh apapun,
saya akan menutupinya."
Sebuah selimut muncul dan
langsung menutupi seluruh tubuh
Verly, dari dada hingga paha.
"Meski kau melakukan itu... aku
masih merasa cang-gung,
maksudku.. dengan suasana ini,
kau tahu bukan? mungkin saja
akan ada seseorang yang tiba-tiba
datang, dan melihat kita berdua."
(Afreon)
"Ya ampun... apa anda sedang
memikirkan saya?, yah anda tidak
perlu mengkhawatirkan soal apapun,
sejak awal... kehadiran saya saat
menemui anda telah membekukan
waktu. Jadi... orang biasa akan
menerima dampak tersebut yang
artinya mereka dalam kondisi
membeku. Dan ya, jika ini masih
membuat anda merasa tidak
nyaman, maka lebih baik kita
mengobrol dalam kastil saya."
(Verly) dengan santai mengatakan
semua itu sambil menikmati segelas
anggur merahnya.
"Ti-Tidak perlu, dan yang aku
maksud bukan itu, yahh.. sudahlah
aku merasa bodoh di hadapanmu,
dan lanjutkan soal apa yang kau
katakan." (Afreon)
*Glek.. Glek.. Glek..*
Terdengar suara Verly yang
meminum segelas anggurnya
hingga beberapa kali tegukan.
Verly begitu terlihat menikmatinya
hingga setiap tegukan kadang tidak
beraturan, setiap tetesanya melewati mulutnya.
Sambil mengusapi mulutnya dengan
jarinya"Ahh.. sebelum itu, mungkin
saya akan bertanya beberapa hal,
yaitu tentang anda yang sedang
mencari sejarah dari ras anda,
yang juga anda mencari informasi
bagaimana cara mereka bisa
sekuat itu, benar?"(Verly)
".... Aku tidak tahu bagaimana
caramu mengetahuinya, aku tidak
berpikir kau telah mengetahui
informasiku atau membaca isi
pikiranku. Tapi yang kau katakan
benar, dan itulah tujuanku yang
sebenarnya."(Afreon) sedikit santai
berada di sofanya.
"Umm... begitu ya, berarti tujuan
anda mengikuti perjalanan ini
adalah untuk mengetahui semua
itu, anda berfikir dengan itu bisa
mendapatkan apa yang anda cari,
yaitu soal kekuatan. Sayangnya...
hal itu tidak bisa anda raih."(Verly)
dengan santainya sambil meminum segelas anggurnya.
"He?.. apa yang kau maksud itu?"
(Afreon) dengan wajah serius
bertanya kepada Verly.
"Semua yang anda ketahui dari
semua sejarah tentang ras anda
adalah kebohongan. Alasan saya
mengetahuinya karena... sayalah
yang membuat sejarah itu."(Verly)
Untuk beberapa saat... Afreon
merasa membeku ketika ia
mendengar perkataan Verly,
yang sulit untuk di percayai
olehnya.
Sejujurnya Afreon begitu kesal
setelah mendengar perkataan dari
Verly, namun perlahan rasa kesal
yang penuh emosi tersebut
memudar, ketika ia berusaha
menahan emosinya di hadapan
Verly.
Seakan Afreon tidak bisa
melampiaskan amarahnya kepada
Verly.
Ini bukan soal perasaan, namun
jasa Verly yang pernah membantu
nenek moyangnya, dan Afreon
yakin dengan satu hal itu yang tidak
mungkin berisi kebohongan.
"Verly.. apa kau tahu kau telah
menghancurkan harapan seseorang
dengan ucapanmu itu."(Afreon)
dengan wajah serius.
"... Saya justru berpikir sebaliknya,
jika itu menyinggung anda, saya
meminta maaf dengan sepenuh
hati. Tapi... walau saya memberi
kebohongan anda pasti tahu betul
inti sejarah yang saya buat, entah
itu dari sebuah buku kuno atau
berbagai artefak lain. Dan saya
melakukan semua itu... adalah
untuk diri anda, dan juga... untuk
semua generasi ras anda."(Verly)
"Berarti... kau memiliki alasan
semua itu dan bukan dari sekedar
keisengan."(Afreon)
*Glek.. Glek.. Glek.. *
Untuk sekali lagi.. terdengar
Verly yang meminum beberapa
kali tegukan.
Sambil mengusap bibirnya"Ya, ada
beberapa alasan saya melakukanya,
generasi pertama ras [Divine Spirit]
itu ketika awal terciptanya semua
lapisan yang ada. Dan tepat sebuah
awal pertarungan antara sang fajar
dan cahaya bulan di mulai. Saya
hadir sebagai pengamat pertarungan
mereka yang menghancurkan
setengah dunia lapisan atas,
itu berlangsung sangat lama,
hingga generasi pertama sang fajar
yaitu Noah Argeus meminta saya
untuk merekam semua kejadian itu
di pikiran saya, lalu meminta saya
untuk mengubah sejarah secara
perlahan lewat berbagai gambar
seperti artefak kuno dan lainnya.
Dan anda tahu? apa maksud ia
meminta kepada saya untuk
melakukan semua itu?, yang tidak
lain ia ingin memberitahu kekuatan
dari ras Spirit kepada generasi yang
terobsesi akan mencari kekuatan
sejati dari ras itu, saya melakukan
perintahnya.. karena saya ingin
sang fajar selalu menang dari
kejahatan sang bulan, sisanya...
saya hanya tertarik melakukanya."
(Verly) sambil menikmati segelas
anggurnya.
"..... Apa yang di maksud itu adalah
aku?" (Afreon)
"Umm... jika anda merasa demikian
saya rasa.. itu benar. Anda tidak
perlu berpikir semua yang anda
ketahui adalah kebohongan, meski
itu adalah kebohongan, bukan
berarti makna dari kebohongan
saya itu salah. Sejarah yang saya
buat itu bukanlah untuk meraih
kekuatan dewa, melainkan membuat takdir dimana semua ini masih
terjadi dan berlangsung atas
keinginan anda mencari setiap
potongan sejarah dari nenek moyang anda, ya, anda bertemu dengan
suami tercinta saya hingga sampai
sekarang itu di karenakan takdir
yang saya buat untuk anda
lewat setiap sejarah yang anda
"Begitu ya, lalu soal kekuatan itu?"
(Afreon)
".... Ya ampun, anda terlihat tertarik
dengan apapun yang berhubungan
dengan kekuatan. Ya.. dari semua
sejarah yang saya buat, ada
sejarah lainnya yang menunjukan
kebenaran, dan itulah yang selama
ini anda cari. Tapi maaf, soal yang
satu ini anda harus mencarinya
sendiri dan tentu dengan keinginan
anda." (Verly)
"Jadi... agar keinginanku tercapai,
aku harus mengikuti alur cerita ini
bersama dengan mereka semua ya
itukah takdir yang kau buat?"(Afreon)
"Benar, meski perlahan... namun
pasti, dimana anda akan menjadi
seseorang dari ras Spirit yang
mampu melampaui nenek moyang
anda. Itu pasti akan terjadi."(Verly)
"Aku mengerti sekarang, setidaknya
bersama mereka itulah tujuanku."
(Afreon)
"Baiklah... dengan begini anda
menjadi mengerti tentang
tujuan anda yang sebenarnya,
anda bisa meraih keinginan anda
lewat setiap perjalanan bersama
suami saya. Dan tentu... jangan
sungkan untuk meminta bantuan
kepada saya, apapun itu termasuk...
hasrat seksual anda."(Verly) sambil
tersenyum manis kepada Afreon.
"Hahh... kau benar-benar telah
menggodaku. Dan... kita langsung
saja ke topik utama, aku tidak
merasa menyesal tentang semua
yang kau katakan."(Afreon)
"Oh?.. langsung ke topik itu kah,
umm... saya kira bisa sedikit
lebih lama. Saya tidak di izinkan
untuk bertemu dengan suami saya,
maka setidaknya... izinkan saya
sedikit lebih lama berada di sini
bersama anda. Saya akan memulai
pembahasan itu ketika sebotol
anggur merah ini habis."(Verly)
dengan santainya berbicara
sambil terus menikmati setiap
tetesan anggur di mulutnya.
Afreon yang sejak awal merasa
canggung di hadapan Verly hanya
bisa terdiam memperhatikan Verly
yang terbaring menikmati minuman
anggurnya.
"Sial, aku tidak tahu harus membuka
topik apa di saat seperti ini, jujur saja
melihatnya meminum segelas
anggur dan aku yang hanya terdiam.
tentu ini membuatku merasa tidak
enak."(Afreon) berbicara dalam
batin.
Tiba-tiba Verly memberikan segelas
anggur merah kepada Afreon yang
hanya terdiam saja.
" Ayo.. jangan sungkan, ini adalah
anggur merah yang saya buat
sendiri dengan penuh cinta."
(Verly)
Afreon yang merasa tidak enak
jika ia menolak, pada akhirnya
memutuskan untuk menerima
tawaran tersebut.
Tangan Afreon meraih segelas
anggur yang ada di tangan Verly.
"O-Ohh... terima kasih." (Afreon)
Hingga beberapa menit kemudian...
***
*TOK*
Terdengar Verly yang menaruh
kembali gelasnya di atas meja.
"Ahhh~ itu begitu nikmat, saya
yakin anda juga sependapat
tuan Afreon."(Verly)
"Ya... begitulah. Aku merasa...
seakan terlahir kembali."(Afreon)
sambil memandangi tanganya
sendiri.
"Syukurlah jika itu sesuai dengan
selera anda. Dan biar saya lanjutkan
soal jika anda ingin menjadi lebih
kuat."(Verly) sambil mengulurkan
tangan kanannya kepada Afreon.
Dan Afreon yang cukup bingung
dengan tindakan Verly, memutuskan
melakukan apa yang ia katakan.
Pada akhirnya Afreon menerima
uluran tangan tersebut.
"Baiklah, tetaplah berpegangan
tangan saya."(Verly)
Verly yang sejak awal berbaring
di atas sofa kini telah berdiri
menegakan diri, di sambung dengan
Afreon yang juga ikut berdiri.
Mereka berdua berdiri dan saling
memegang tangan satu sama lain.
"Ya, saya akan memulai.."(Verly)
Ketika mereka berdua yang masih
saling berpegangan tangan...
tiba-tiba sebuah aura sihir berwarna
ungu keluar dari tangan yang saling
menyentuh tersebut.
"Apa ini?.."(Afreon) cukup bingung
dengan tindakan Verly.
Tak lama... saat Verly perlahan mulai
melepaskan tanganya dari Afreon...
sebuah pedang dengan aura pekat
hitam bercampur ungu mulai keluar
secara perlahan saat dalam proses
saling melepaskan genggaman
tangan mereka.
*Sring*
Sebuah ayunan pedang terdengar...
"I-Itu... Authority ku!?.. kenapa bisa
dan.. kenapa itu berbeda dengan
apa yang selama ini aku lihat."
(Afreon) sangat terkejut ketika
melihat pedang yang ada pada
genggaman Verly adalah Authority
miliknya.
"Inilah yang saya sebut dengan
entitas, yang ada pada Authority
anda... tuan Afreon. Saya tidak
sempat menjelaskanya pada
waktu itu."(Verly) sambil memegang pedang tersebut.
"Entitas?.. tapi aku tidak merasakan
bahwa itu memang ada."(Afreon)
"Ya untuk itulah saya datang di
hadapan anda, tujuan saya tidak
lain adalah memberitahu kepada
anda soal dari Authority tersebut.
Umm... lebih tepatnya... memang
waktu itu saya sengaja tidak
memberitahukanya, karena saya
masih sedikit meragukan anda.
Tapi sekarang tidak. Dan alasan
anda tidak bisa merasakan adanya
entitas dalam Authority anda itu
hal yang wajar, karena... pada
dasarnya saya menyegel entitas
itu."(Verly)
".... Menyegel?.. yang artinya dia
juga tidak bisa tunduk kepadamu,
apa alasanmu memberitahukan
hal itu kepadaku?"(Afreon)
"Anda sedang mencari informasi
agar menjadi kuat bukan, maka...
saya hanya bisa memberitahu
bahwa ada entitas yang mendiami
di Authority anda. Ketika saya
menyentuhnya seperti apa yang
saya lakukan ini, maka... anda
sekarang bisa merasakan
keberadaan nya."(Verly)
"Lalu... seperti apa entitas itu?"
(Afreon)
Dan saat itulah... Verly malah
merespon perkataan Afreon
dengan senyuman yang lebar.
Verly tersenyum dengan wajah
bahagia memerah di wajahnya.
"Ahhh... tentu sangat kuat, dimana
entitas itu seperti sosok naga saya,
ya, dia adalah sosok naga yang
terkuat di alam semesta, dia telah
menjadi ancaman bagi lapisan
atas. Dia bernama... Draconis.
Aura sihir yang keluar dari pedang
ini adalah miliknya, namun jika
anda benar-benar ingin memakai
kekuatan dari iblis ini maka...
secara tidak langsung anda telah
membuat kontrak denganya."(Verly)
"Ko.. Kontrak?.. apa itu hanya
sekedar kontrak jiwa?"(Afreon)
"Hee.. tentu, memangnya apa
anda ingin membuat kontrak
konsep denganya?, saya rasa
tidak. Dan pada akhirnya... itu
semua kembali kepada jawaban
anda... tuan Afreon."(Verly) sambil
tersenyum manis.
"Jika aku memakainya belum tentu
itu semua bisa aku dapatkan. Jadi...
jawabanku..."(Afreon)