A The Creators

A The Creators
Keganjalan Yang Terungkap



Beberapa jam kemudian...


Tepat menjelang pagi..


Setelah mendengar apa yang orang


tersebut bisikan padaku.


Aku mulai menuruti perkataan nya,


dimana sekarang aku berada di


tengah lapangan kota bersama


dengan seseorang tersebut, meski


ia menutupi dirinya dengan topeng.


Hal itu tidak akan merubah fakta


bahwa orang itulah yang menjadi


dalang di balik semua ini, termasuk


orang-orang yang pernah di katakan


oleh Risty.


Apapun itu.. Ini kesempatan yang


bagus untuk mencari tahu tentang


Tuhan di tangga ini.


"Jadi... Kita mulai dari mana? apa


langsung ke inti pembicaraan?"


Aku dengan santai mengatakan nya


seperti aku sedang memasukan


kedua tanganku ke dalam saku


celana.


Aku tidak mengerti apa tujuan nya


memanggilku, tapi di lihat dari


penampilan nya yang tidak terlalu


kekar hingga banyaknya cincin


emas di setiap jarinya, dan juga...


Dia tampak terlalu percaya diri.


Kupikir inilah orang yang di maksud


oleh Risty.


"Perkataanmu terdengar membuatku


segera ingin menghajar. Kau adalah


satu-satunya orang dengan


keberadaan yang unik, tapi tidak


dengan pandanganku namun Dewa."


"Dewa?"


Aku cukup heran dengan pernyataan


dari orang ini, terlebih lagi ketika


aku mendengar otoritas Dewa, itu


seakan mengingatkan ku kepada


Verly.


"Ya, aku adalah utusan yang


langsung di perintahkan oleh para


Surgawi untuk berinteraksi dengan


dirimu. Aku tidak tahu apa yang


membuat mereka tertarik padamu,


namun... Hubungan yang kau jalani


sekarang, adalah sesuatu yang


di incar mereka."


"Aku tidak ingin membahas sesuatu


yang berhubungan dengan ikatan


hubunganku. Lagi pula itu tidak


ada hubunganya dengan masalah


kita."


Aku dengan serius mengatakanya


setelah mendengar sesuatu yang


membuatku kesal.


"Jadi... Apa kau dendam kepadaku


setelah apa yang telah aku lakukan?


kau tidak tahu apa yang sebenarnya


wanita itu coba lakukan. Setelah


aku membunuh anggotanya, dia


berusaha untuk menggunakan


wujud sejati miliknya, itu adalah hal


yang tabu. Dan juga Aku membunuh


dirinya atas dasar memancingmu."


"Yang artinya kau memiliki tujuan


pribadi untuk menemuiku. Tapi


sebelum kau memulai pembicaraan


tentang kehadiranmu di sini, aku


akan bertanya satu hal."(Retnan)


"Wah... seharusnya aku di sini yang


bertanya kepadamu, kau boleh


bertanya apapun tanpa melibatkan


para Surgawi."


"Aku tidak mengetahui apapun


tentang mereka, tapi aku akan


bertanya apa kau mengetahui dimana


Tuhan di tangga ini berada?"


Untuk sesaat, aku merasa suasana


ini menjadi serius.


"..................... Kupikir itu benar.


Tapi aku tidak akan memberitahumu


semudah itu, karena itu adalah kartu


AS untuk pertemuan ini. Ngomong-


ngomong aku juga seorang


organisasi namun aku melakukanya


bersama pasanganku."


Sebuah portal dari arah belakang


orang tersebut mulai keluar.


Dan secara perlahan


memperlihatkan sesosok wanita


yang sedang berjalan keluar dari


portal tersebut.


Namun...


"Huh?.. Orang ini.. "


Ketika aku melihat penampilan nya,


aku sempat berpikir, wanita itu


bukanlah manusia atau bagaikan


Dewa yang normal. Dia terlihat


memakai pakaian yang agung


seperti kain sutra menutupi


lengkukan tubuhnya, cahaya bulu-


bulu surgawi mengelilinginya,


rambut putih yang menggoda


seakan semua itu terkesan suci.


Satu hal yang ku ketahui, dia adalah


Entitas tertinggi.


Tapi aku tidak menyangka akan


bertemu sesuatu yang menarik


di sini.


"Aku tidak tahu bagaimana caramu


bisa berhubungan dengan entitas


tertinggi, tapi apa yang ingin kau


tunjukan kepadaku dengan


kehadiran wanita itu."(Retnan)


"Tidak ada, aku hanya ingin sedikit


memberitahu bahwa dia adalah


kekuatan yang sekarang terhubung


denganmu."


"Kekuatan? ucapan bodoh apa yang-"


*Deg*


Untuk sesaat... Aku merasa diriku


terhubung dengan wanita itu.


Aku tidak tahu, apa yang ku rasakan


ini adalah gejolak dari inti


keberadaanku? seakan wanita itu


terikat oleh diriku.


"Kau tahu, apa yang telah aku


jelaskan tadi adalah keinginan nya


yang di luar pertemuan kita, aku


tidak tahu apa hubunganmu dengan


wanita ini. Yang jelas itu adalah


permintaan nya agar aku bisa


menerima hubungan kita. Jadi..


apa yang ingin kau sampaikan lagi


padanya?.. Rhapnell."


kepada wanita itu yang hanya


merespon dengan menggelengkan


-gelengkan wajahnya, seolah-olah


ia menolak.


"Begitu kah, kalau begitu... Hajar dia."


*Fring*


"He?"


Wanita itu melesat dengan cepatnya


mengarah padaku sambil


melancarkan pukulan nya.


Aku yang tidak sempat melihat


reaksi wanita itu yang mengarah


padaku dalam waktu beberapa


detik, benar-benar di kejutkan oleh


kehadiran nya yang secara


mendadak menyerang kepadaku.


Namun...


Bukan berarti aku akan menerima


pukulan dari seorang wanita


sepertinya dengan begitu saja.


"Jangan meremehkanku."


Ketika pukulan itu hampir mengenai


diriku, dengan santainya aku


membalikan badan hingga membuat


arah pukulan tersebut meleset


dari wajahku.


Seakan pergerakanya lebih lambat


dari refleks ku.


Untuk beberapa detik, aku melihat


wanita itu mengekspresikan wajah


terkejut ketika melihat reaksiku.


Namun...


Sekali lagi ketika ia melewati diriku..


entah apa yang terjadi, tiba-tiba


pukulan itu sudah berada sangat


dekat dengan wajahku bahkan


bisa di bilang itu hampir menyentuh.


"Gawat...."


*BAAM!!*


Terdengar hantaman pukulan yang


begitu kuat...


Hingga membuat setengah kota


hancur menjadi kekacauan tanpa


memikirkan kehidupan di 'tangga' ini.


Semua tampak hancur dalam


sekejap mata.


Namun apa yang ada di hadapanya


sekarang adalah, sesuatu yang masih


bertahan.


"Ya ampun... Itu hampir saja, ini


kedua kalinya seorang wanita


mencoba membunuhku."


Aku sempat melirik ke arah belakang


di atas langit, tepat dimana dampak


lancaran pukulan itu berlangsung.


Dan benar...


Hasil pukulan nya bukan hanya


sekedar merombak tangga ini,


namun... Pukulan yang mendatar


tersebut ternyata juga berdampak ke


atsmofer di dalam zona 'tangga' ini,


yang jika di pikir itu hal yang tidak


wajar karena di dalam zona ini telah


menampung sejumlah dunia tak


terbatas yang menyatu menjadi


satu semesta.


Mungkin ada beberapa tata surya


yang hancur karena nya.


"Sekarang... Apa yang ingin kau


lakukan?"


Ketika aku mengatakan hal tersebut,


itu sempat membuat wanita itu


menunjukan ekspresi marah di


wajahnya.


Hingga...


Sebuah cahaya putih keluar dari


tangan wanita tersebut, dan secara


perlahan... Sebuah senjata mulai


keluar dari genggaman nya.


Terlihat sebuah tombak bercahaya


putih secara perlahan menunjukan


dirinya.


Namun...


"Hentikan Raphnell."


Sesaat.. Suasana menjadi hening,


ketika pria itu sekali lagi memanggil


wanita tersebut.


Aku tidak mengerti alur cerita ini,


tapi... Wanita itu mulai menuruti


perintah pria tersebut.


Ia langsung membatalkan serangan


tersebut setelah mendengar


perintah nya.


"Itu sudah cukup, Lagi pula sejak


awal kau menahan diri. Aku tidak


tahu apa hubunganmu dengan dia,


tapi kau harus menuruti setiap


perintahku. Yahh... Meski ini juga


salahku karena memintamu hanya


untuk sekedar menghajarnya.


Sekarang... Ini akan menjadi


perpisahan kita, tapi sebelum itu...


Jika kau ingin mengetahui dimana


Tuhan di tangga ini berada, kau


harus mengikuti permainan ku."


Dia mengatakanya dengan rasa


percaya diri, dan itu sudah cukup


membuatku terheran-heran.


"Aku akan menjelaskan permainanya


di tempat ini lagi, yang aku maksud


adalah besok. Datanglah kemari


tepat di malam hari. Dan jika kau


berhasil memenangkan permainan


tersebut, aku akan mengirim mu


langsung ke Tuhan di tangga ini."


Untuk sekali lagi, aku tidak melihat


adanya rasa keraguan sama sekali


di wajahnya.


"Terserah, itu tergantung bagaimana


moodku."


Aku mengatakanya dengan santai


tanpa keraguan sama sekali.


"Yahh... Tapi selama ini berhubungan


dengan apa yang kau cari. Kurasa


kau pasti akan datang, kalau begitu


aku pamit... Sampai jumpa..."


Secara langsung pria tersebut


dengan wanita itu pergi dengan


begitu saja dari hadapanku, bahkan


tanpa memberi tahu namanya atau setidaknya tujuan dirinya.


Tapi satu hal yang ku ketahui, dia


datang hanya untuk mengetahui


kekuatanku, atau tidak hanya sekedar menggertak.


Di samping itu...


Aku masih bingung, siapa wanita itu


sebenarnya, kenapa aku merasa


dia terikat oleh ku.