A The Creators

A The Creators
Pesta Kemenangan



Beberapa jam kemudian....


Kini.. semua peristiwa telah


berakhir...


Tidak ada lagi pertarungan,


karena pada akhirnya semua


sudah di tangani oleh raja Dystoria


yang tiba-tiba datang menangani


entitas tersebut.


Dan sekarang.. kami telah kembali


ke kerajaan bersama raja Dystoria.


Di sana kami di sambut berbagai


sajian pesta seperti banyaknya


makanan di atas meja yang


mewah, bahkan.. banyaknya para


pelacur yang menggoda kami


di saat kami yang sibuk menikmati


makanan.


Sejujurnya aku tidak menyangka


dia akan memperlakukan kami


seperti seorang tamu, aku tidak


berpikir... mungkin kebaikanya


datang karena aku membawa


keberadaan Verly.


Ya apapun itu, gelarnya sebagai


pahlawan tidak di ragukan lagi,


walau caranya sangat buruk.


"Oh Xanxus, aku bertanya satu


hal, bagaimana kau bisa mengenali


raja Dystoria lebih dulu yang


seharusnya sang penjaga tidak


boleh ikut campur?"


Aku membuka percakapan dengan


Xanxus yang duduk berada di


sampingku sembari mereka semua menikmati makan, termasuk diriku.


"Ya itu sangat lama, aku sangat


menghormatinya tanpa memikirkan


kekuranganya. Dia pernah menolong


istriku dengan cara melawan


para [Pure Evil] seorang diri,


namun pada akhirnya itu hanya


menghasilkan gertakan saja bagi


mereka. Meski begitu jika tanpa


ada kehadiranya... mungkin itu


akan jauh lebih buruk."(Xanxus)


Mendengar perkataan Xanxus,


membuatku berpikir sampai


sekarang yang membuatku


bingung, siapa sebenarnya yang


memberikan otoritas Dewa Tertinggi


itu. Itu hal tabu, aku tidak bisa


sembarang bertanya.


Aku juga tidak bisa bertanya


kepada Verly, karena keputusanku


untuk tidak melibatkanya tetaplah


menjadi pioritasku.


Namun... dari perkataan Demonstia


dulu, selagi mereka terlahir sebagai


perwujudan otoritas mereka sebagai


Dewa Tertinggi tetaplah masih ada.


Jika demikian lalu.. bagaimana


raja Dystoria bisa mendapatkan


gelar tersebut yang tidak terlahir


sebagai perwujudan.


Yah meski hal itu membuatku terus


berpikir, bukan berarti aku harus


segera mengetahuinya.


"Baiklah... para binatang, maaf


mengganggu kalian yang sedang


sibuk makan."


Di saat kami yang sedang sibuk


menelan setiap makanan, suatu


kehadiran datang yang tidak lain


adalah raja Dystoria.


Dia berjalan menghampiri kami


yang sedang duduk menikmati


jamuan.


Di samping itu...


Dia juga terlihat bersama dengan


seseorang di sampingnya, jika


di amati.. itu seorang wanita dewasa.


"Sembari kalian sibuk menikmati


jamuan, aku mempunyai permintaan


terutama untuk pemimpinya yaitu


kau Retnan."(Dystoria)


Mendengar namaku di sebut,


aku langsung menoleh kepada raja Dystoria.


Dan dia terlihat cukup serius dengan


perkataannya, membuatku


langsung berhenti mengunyah


makanan dan mendengar apa yang


ingin ia katakan.


"Aku cukup tertarik dengan


organisasi kalian, jadi.. aku


mempunyai permintaan, yang kali


ini aku benar-benar serius meminta


jadi jangan kecewa kan aku.


Langsung saja, aku ingin wanita ini


ikut bersama organisasi kalian."


(Dystoria)


"He?"


Mereka semua langsung merasa


bingung ketika raja Dystoria


menyatakan hal tersebut.


Tentu mereka akan bingung,


ketika melihat penampilan


wanita tersebut yang sangat


sederhana, lebih tepatnya


seperti ibu rumah tangga.


Di tambah tidak ada hal khusus


yang terlihat pada wanita tersebut,


itu begitu terkesan seperti apa


yang mereka pikirkan.


"Kenapa kalian memasang wajah


bodoh, dia adalah wanita yang


kalian temui sebelumnya, ya ras


Vampire."(Dystoria)


".......... Ehh!?"


Mereka langsung memasang wajah


terkejut ketika mereka tahu bahwa


wanita tersebut benar-benar berbeda


dengan yang terakhir kali mereka


temui.


Perubahanya bukan hanya sekedar


penampilan, melainkan juga fisik,


dari kulitnya yang bertambah putih


seputih salju, rambut panjang perak


yang berkilau serta alis dan mata


yang biru bercahaya.


Ini seakan-akan membuat cara


pandang mereka terhadap wanita


itu sebelumnya, menjadi sebaliknya.


"Aku... melupakan wanita itu di


saat pertarungan berlangsung,


yah aku tidak menyangka dia


masih hidup. Kalau tidak salah


namamu umm... Sakuya bukan?"


(Afreon) dengan sibuk mengunyah


makanan.


"Hemp, aku yang memutuskan


untuk tidak terlibat pertarungan itu,


para pria itu menjijikan."(Sakuya)


dengan tatapan rendah menatap


kami semua yang sedang sibuk


menikmati jamuan.


"Aku cukup bingung dengan


perkataanmu, di mana letak


menjijikanya? di tambah sifatmu


berbeda dengan terakhir kali kita


bertemu."(Afreon)


"Sudahlah... ini sudah jelas aku


tidak bisa bersama mereka.


Aku pergi dari sini, bye."(Sakuya)


langsung melangkah pergi


meninggalkan mereka semua.


Dan saat itulah... aku mulai


memiliki firasat buruk.


"Baiklah, aku juga akan pergi,


oh ya syarat agar kalian bisa


aku kirim ke tangga 10. Kalian


harus membawa kembali wanita


itu dan ikut bersama dengan kalian."


(Dystoria)


Tak lama... ia langsung pergi


meninggalkan kami.


Dan aku sudah memikirkan hal


ini akan terjadi, tapi meski begitu..


mereka terlihat begitu santai


mendengarnya.


Tapi bagiku ini cukup merepotkan


berurusan dengan wanita.


"Aku sudah selesai."


Aku langsung berdiri, dan mungkin


aku akan mencari wanita itu saat


malam tiba.


"Eh? kau sudah selesai dan ingin


segera pergi? kemana?"(Afreon)


"Iya lagi pula... malam hampir tiba,


dan juga jamuan ini tidak akan


semudah itu berakhir."(Xanxus)


"Hahh... berada di ruangan penuh


dengan para pelacur, tentu aku


tidak akan bertahan lama, aku ini


seorang pria."(Retnan)


"Huh?.. ka.. kau ada benarnya,


aku tidak bisa bertahan di lingkup


ini, aku juga akan pergi ikut


bersamamu... Retnan."(Afreon)


langsung berdiri dari tempat duduk.


Di samping itu aku melihat beberapa


pelayan dari kerjaan ini sedang


berjalan menghampiri Afreon.


"Tuan Afreon, anda telah di panggil


oleh raja kami."


"He? A-Aku? untuk apa?"(Afreon)


dengan wajah bingung.


Tanpa berkata apapun lagi,


para pelayan tersebut meminta


para pelacur untuk memaksa


Afreon bergerak.


Apapun itu, aku yakin Afreon akan


baik-baik saja.


"Oh ya Xanxus, apa kau akan


terus menikmati jamuan itu,


sejujurnya itu tidak cocok dengan


penampilan pangeranmu itu."


(Retnan)


"Terserah apa yang orang katakan,


aku akan melakukan apa yang


ingin aku lakukan."(Xanxus)


"Kalau begitu, aku pergi dulu."


(Retnan)


"Oh bye-bye."(Xanxus)


***


Beberapa jam kemudian...


Tepat tengah malam tiba.


Aku masih berjalan menelusuri


setiap jalan di kota ini sejak aku


keluar dari kerajaan hingga kini.


Tapi jika di pikir kembali...


ini cukup damai di malam hari,


aku sedikit suka dengan suasana ini,


walau aku tidak tahu ke arah mana


tujuanku pergi.


Dan jika di pikir... di suasana damai


ini, mungkin pergi ke pemandian


air panas terdengar melegakan.


"Dan juga..."


Langkah berjalanku langsung


berhenti.


Lalu...


Perlahan aku mengeluarkan


sebatang rokok di saku celanaku.


"Verly telah melanggar janji,


setidaknya sedikit merokok itu


tidak masalah."


Tanpa pikir panjang aku langsung


menyalakan rokok tersebut dan


menikmatinya dalam tengah


perjalanan, yang tidak ada artinya.


"Hahhh..."


Aku sambil menikmati rokok


tersebut dan melanjutkan perjalanan


menelusuri kota ini.


Hingga...


"Eh?.. kau... "


Di saat aku melihat adanya tempat


pemandian air panas di depanku,


di waktu yang sama, aku melihat


wanita itu untuk sekali lagi tepat


di depan tempat tersebut.


"Kau yang waktu itu, apa kau


menguntitku selama ini?"(Sakuya)


Entah kenapa perkataannya


menusuk.


Namun ini waktu yang tepat untuk


membawanya kembali.


"Ya mungkin, kau adalah ras


Vampire yang mungkin... mencari


keberadaanya begitu mustahil.


Maka dari itu aku berpikir ingin


mencoba memanfaatkanmu


entah apa yang akan aku perlakukan


padamu. Itu terserah padaku."


Aku dengan santainya berbicara


sambil menikmati setiap hembusan


rokok ini.


"....... Kau, berbohong bukan?


wajahmu tidak memperlihatkan


hal tersebut. Apa ini takdir kita


bisa bertemu? yah aku yakin kau


menghentikanku demi membawaku


kembali."(Sakuya)


" Jika kau tahu ini justru lebih


mudah, bisakah kita pergi ke


pemandian bersama, dan tentunya


pemandian campuran, aku ingin


sedikit mengobrol santai denganmu."


Aku dengan santai mengatakanya.