A The Creators

A The Creators
Takdir



Di sisi lain...


Tempat Afreon sekarang berada,


yang berada lebih jauh dari dalam


kerajaan.


Yang tidak lain adalah tahta kerajaan


yang sebenarnya.


Dimana ini berbeda dengan apa


yang Afreon lihat sebelumnya, dari


setiap lapisan dinding yang terbuat


dari bongkahan emas, serta di


setiap sisi jalan terdapat berbagai


senjata yang terlindungi oleh


kaca, seakan itu terkesan berada


di museum.


"Apa ini?.. aku merasa setiap dari


senjata itu memiliki aura sihir yang


kuat."


Afreon terus berjalan dan melihat


berbagai senjata di setiap langkahan


nya.


Dan pada akhirnya.. jalur yang


Afreon tuju berakhir di hadapan


raja Dystoria yang sedang duduk


berada di tahtanya.


Afreon sudah mengetahui bahwa


jalur yang ia jalani hanya memiliki


satu arah, yang pada akhirnya


berhadapan dengan raja Dystoria.


"Bagaimana?.. apa kau terpukau


dengan kekayaan yang sekarang


hadir di depanmu?"(Dystoria)


dengan santainya berada di tahta.


"Ya, aku merasa... selain terlihat


berharga, aku yakin setiapnya


memiliki kekuatan yang kuat."


(Afreon) sambil berjalan perlahan menghampiri Dystoria.


"Tentu, itu semua adalah hasil


dari setiap pertempuranku. Kau


sebagai generasi Ras Spirit tidak


pantas menerima apapun dariku.


Kau harus bisa mendapatkan nya


sendiri."(Dystoria)


"Ya, aku tahu itu. Lalu... apa yang


ingin kau bicarakan? oh ya apa


aku harus bersikap formal di


hadapan raja?"(Afreon) menghadap


kepada Dystoria.


".... Tidak perlu, aku memanggilmu


karena ada sesuatu yang ingin


aku bicarakan. Sebelum itu, kau


harus tahu bahwa aku juga adalah


generasi dari ras [Divine Spirit]."


(Dystoria)


"S-Spirit?"(Afreon) dengan rasa


terkejut setelah mendengar


pernyataan dari raja Dystoria.


Afreon tidak mengira bahwa sesuatu


yang jarang ia temui bisa hadir


secara tiba-tiba di hadapanya.


"Ya, tepat setelah generasi kedua


Argeus dan aku terlahirkan sebagai


orang miskin dengan orang tua


yang biasa saja. Dan tentunya...


aku generasi murni ras [DivineSpirit]


maka dari itu, aku lah yang


memegang generasi ketiga dan


melihat mu memiliki aura yang


sama, ku pikir kau juga ras murni


[Divine Spirit]."(Dystoria)


"Ya, meski aku tidak tahu seperti


apa orang tua ku. Namun mereka


berpesan aku harus mengambil


kembali senjata milik nenek moyang


kita. Lebih tepatnya mereka


berpesan dari mulut ke mulut."


(Afreon)


"Ohh... menyedihkan sekali, kau


mengingatkanku dengan seseorang


dari ras [Divine Spirit] yang sekarang


keberadaan nya telah hilang. Dia


juga murni dari ras itu dan tidak


terlahir sebagai perwujudan.


Aku menganggapnya sebagai


saudaraku sendiri. Dia sama


sepertimu."(Dystoria)


Dan saat itulah.. perkataan raja


Dystoria membuat Afreon bingung.


"Jadi... tentang generasi murni


yang terlahir banyak, itu nyata ya."


(Afreon) dengan rasa terkejut.


"Tentu saja, pada dasarnya


setiap generasi adalah ras spirit,


namun mereka yang tidak terlahir


sebagai generasi murni dari


ras tersebut, cenderung akan


terlahir sebagai perwujudan.


Seperti halnya Dewa Tertinggi.


Mereka lebih kuat dari ras murni.


Lalu kau bertanya banyaknya


seseorang yang terlahir sebagai


ras murni [Divine Spirit] bukan?"


"Be-Benar."(Afreon) dengan rasa


tegang berada di suasana ini.


"Dari catatan Surgawi, generasi


pertama [Divine Spirit] Noah Argeus,


melahirkan ribuan generasi ras


[Divine Spirit] lalu dari semua


generasi... hanya ada beberapa


yang terlahir sebagai wujud murni


ras tersebut. Dari beberapa itu


mereka yang bertahap menjadi


lebih kuat akan di jadikan sebagai


generasi berikutnya yang akan


menentang ras cahaya bulan.


Lalu terlahir lah generasi kedua,


Argeus. Namun sayangnya... beliau


tidak menikah atau melahirkan


generasi ras spirit seperti yang


lainnya. Dan pada akhirnya...


semua itu bergantung kepada


sisa generasi dari ras pertama.


Yang akan terus melanjutkan


takdir tersebut. Meski dari mereka


tidak banyak yang terlahir sebagai


ras murni Divine Spirit."(Dystoria)


Mendengar perkataan raja Dystoria,


membuat Afreon memiliki beberapa


pertanyaan.


"Di jadikan?.. bukanya takdir yang


akan menentukan generasi


berikutnya yang akan menentang


ras Cahaya Bulan?"(Afreon)


"Itu memang benar, lebih tepatnya


ikatan. Mereka yang sudah di


takdir kan akan saling terikat


dan pastinya akan ada waktu


kembali. Itu untuk generasi


sekarang yang terikat akan


menjadi orang yang menentang


ras Cahaya Bulan. Tapi tidak


dengan yang dulu."(Dystoria)


"He?.. maksudmu... dulu bukan


di tentukan oleh ikatan yang akan


menentang ras Cahaya Bulan?..


yang berarti... ada campur tangan


yang merubah konsep tersebut?"


(Afreon)


"Benar, setelah terlahirnya generasi


kedua, generasi pertama yaitu


Noah Argeus menambahkan konsep


dimana mulai sekarang hanya ada


satu generasi yang akan menentang


Cahaya Bulan lewat konsep ikatan


yang beliau ciptakan. Misalnya jika


orang yang di takdirkan untuk


menentang Cahaya Bulan tewas,


maka secara otomatis konsep


tersebut akan memilih generasi


berikutnya dan tentunya ras murni.


Konsep ini juga terikat oleh realita,


jika ada seseorang seperti salah


satu Dewa Tertinggi mencoba


menghapuskan konsep tersebut,


realita juga akan ikut terpengaruh,


seperti hancur nya semua realita


yang di ciptakan oleh sang kuasa"


(Dystoria)


"Lalu.. apa yang terjadi dengan


ras lainnya entah mereka yang


terlahir murni atau tidak.


Jangan-jangan... saat insiden


yang terjadi di Altair? mereka


semua tewas? apa di antara


mereka semua... ada yang terlahir


murni ras Divine Spirit?"(Afreon)


"Oh.. kau mengetahui tempat


mereka berasal ya, tepatnya saat


tengah insiden itu di hentikan oleh


generasi kedua, Argeus. semua


generasi sekarang pasti sudah


mengetahui nya. Dan benar...


semua yang berada di sana tewas termasuk generasi murni. Aku cukup


beruntung bisa terlahir dengan


orang tua yang berdarah non murni


ras [Divine Spirit]. Termasuk dirimu


yang sekarang menjadi generasi


ke empat yang akan menentang


Cahaya Bulan. Dan juga... aku


lebih dulu lahir dari pada generasi


kedua."(Dystoria)


"He? apa yang kau maksud?"


(Afreon)


"Ya, aku sudah ada sejak awal


sebelum generasi kedua hadir,


atau sejak konsep itu di ciptakan.


Namun... sayangnya aku tidak


terpilih sebagai generasi kedua,


padahal aku terlahir murni sebagai


ras Divine Spirit dan aku sempat


berpikir untuk membuang nama yang menyandang ras itu."(Dystoria)


"Kenapa.. kau memberitahu ku


hal itu? bukan nya itu terkesan


seperti sebuah rahasia?"(Afreon)


"Entahlah... aku cukup tertarik


denganmu. Dan mari kita memulai


ke pembahasan, yang sebenarnya."


(Dystoria)


Lagi-lagi Afreon di bingung kan


dengan perkataan nya.


"Sebentar, aku masih ragu bahwa


yang kau anggap saudaramu itu


masih ada."(Afreon)


Untuk beberapa saat.. suasana


menjadi hening.


"Apa kau berfikir dapat mencari


keberadaan nya? dia hanya orang


asing yang aku anggap saudara


sendiri oleh keluargaku."(Dystoria)


"Pasti, aku ingin... melindungi


ras ini, terutama yang terlahir murni,


beritahu aku namanya."(Afreon)


"..... Kau naif, tapi terserah, dia


seorang wanita, bernama...


Mirva Noelva. Jika kau dapat


membawanya kembali... entah


selamat atau tidak, aku akan


memberikanmu apa yang kau


inginkan."(Dystoria)


"Begitu ya, ya.. akan aku bawa dia


kembali. Lalu... soal apa yang


ingin kau katakan tadi."(Afreon)


dengan rasa percaya diri.


"Sebenarnya... kau tertarik dengan


kekuatan generasi pertama


Noah Argeus bukan? itulah alasanmu


mencari setiap sejarah."(Dystoria)


"Ya, tetapi setelah mengetahui


pengetahuanku tentang sejarah


selama ini hanyalah kebohongan,


aku tidak berpikir lagi untuk


mengikuti jejak nya."(Afreon)


"Kebohongan?.. ahh.. pasti itu


ulah wanita licik itu. Santai saja..


dia tidak sepenuhnya membohongi


dirimu, justru berkatnya dia telah


mempertemukan kita. Akan aku


beritahu penguasaan kekuatan


dari ras Divine Spirit."(Dystoria)


"He?"(Afreon)


Dan saat yang sama.. Afreon


sadar dengan apa yang Verly


katakan sebelumnya.


Verly tidak bermaksud untuk


mengacaukan harapanya,


ia hanya melakukan dengan


caranya sendiri demi mencapai


keinginan Afreon.


Seperti sekarang terjadi, ini bukti


bahwa Verly benar-benar bermaksud


membantu keinginan Afreon.


Dan semua yang ia katakan itu


benar.


"To-Tolong... beritahu aku, tentang


kekuatan ras Divine Spirit yang


sebenarnya."(Afreon) dengan


keinginan seriusnya.


"Bagus-bagus, semangat yang


bagus, tapi sayangnya... aku hanya


akan menjelaskan secara detail


penggunaan kekuatan sihir yang


tak terbatas itu."