
Di dekat gerbang...
Kami sedang duduk mendengar
pembicaraan Xanxus....
"He?... kau pernah menentang
para dewa tertinggi?" (Afreon)
"Ya, sejujurnya aku sangat membenci
mereka, kebanyakan dari mereka
memiliki sifat arogan maka tidak
heran, jika mereka menganggap
semua makhluk hidup di bawah
lapisan atas hanyalah sebatas
butiran pasir yang tak layak
mereka temui" (Xanxus)
"Lalu... apa yang membuatmu
menentang mereka?" (Retnan)
"Tidak, aku memang membenci
mereka tapi aku tidak menentang
mereka semua, dari mereka semua
ada beberapa orang yang hanya
memiliki sifat alami kejahatan.
meski begitu mereka masih
di anggap sebagai dewa tertinggi,
selama mereka melakukan tugasnya
hukum dewa tidak akan mencabut
hak dewa tersebut" (Xanxus)
"Hukum dewa.. maksudmu Lamb-
ahh.. lalu.. siapa mereka?"(Afreon)
"Murni jahat, mereka adalah...
Pure Evil" (Xanxus)
"He?"(Afreon)dengan wajah terkejut.
Dan aku juga sedikit terkejut mendengarnya.
"Maksudmu... Jajara itu?(Afreon)
menegas perkataanya.
"Kau mengetahui salah satunya?"
(Xanxus)
"Ya, dia musuh alami dari ras spirit
akan ada saatnya kami di takdirkan
untuk bertemu kembali, jika itu dia
maka... kali ini aku harus bertindak
membunuhnya" (Afreon) memasang
wajah kesal.
"Oh ya, di lihat dari aura sihirmu
kau ras [Divine Spirit] tapi... aku
sarankan jangan remehkan mereka,
lagi pula mereka tidak hanya
berjumlah satu" (Xanxus)
Wajah terkejut"Tunggu... mereka...
lebih dari satu orang?.. berarti.. "
(Afreon)
"Mereka berjumlah tujuh orang,
dan setiap dari mereka memiliki
sesuatu yang sangat buruk,
setiap diri mereka memiliki konsep
yang melambangkan kegelapan
hati seseorang, seperti sifat alami
jahat, arogan, keputusasaan,
kesedihan, hasrat, n4fsu, amarah.
selama makhluk hidup masih
merasakan sifat itu, sama saja itu
membuat mereka semakin kuat,
istriku adalah sosok dewa perwujud
keindahan, mereka menginginkan
istriku untuk di jadikan orang
ke delapan dari mereka Pure Evil"
(Xanxus)
"Tidak mungkin... mereka...
ingin menjadikanya salah satu
dari sifat jahat mereka? yang
berarti... sekarang inti keberadaan
istrimu sedang terancam?, di lihat
dari pedang itu" (Afreon) dengan
wajah terkejut.
"Aku tidak bisa lagi menyatu
dengan dia, intinya sedang terancam
dan itu mempengaruhi kontrak
hubungan kita, perlahan aura sihir
ini akan menghancurkan Authority
dan itu sudah menjadi... akhir
bagi diriku juga" (Xanxus)
"Yosh... baiklah, jadi... apa yang
harus kita lakukan?"
Aku sambil berdiri sekali lagi
dengan sedikit semangat yang
terlihat dari wajahku.
Tak lama Afreon juga ikut berdiri
di sambung dengan Xanxus.
"Jujur aku sangat lemah, aku bukan
dewa tertinggi dan hanyalah dewa
yang di tugaskan untuk menjaga
gerbang, meski ini melanggar tabu
aku tidak peduli, aku ingin kalian
yang sebagai tamu ikut membantuku
hanya itu saja, kalian cukup kuat...
dan itu juga syarat agar aku
membukakan gerbang, yang harus
kalian lakukan... ikut bersamaku
ke dalam gerbang" (Xanxus)
"............"
Hening~
"Ha..!? itu sama saja kau mau
membuka gerbang ini untuk kami
kampret.." (Afreon) dengan wajah
lesuh setelah mendengar perkataan
Xanxus.
"Begitu kah?, yah mungkin itu juga"
(Xanxus)memperlihatkan wajah
polosnya.
Aku mulai bepikir paman ini
mencoba melawak.
"Hahh... jadi maksudmu, istrimu
berada di salah satu tangga menuju
lapisan atas?"
Aku dengan santai bertanya.
"Begitulah, maka dari itu...
aku berusaha mempercayai kalian,
tapi kelihatanya... aku tidak perlu
merasa ragu lagi. wajah kalian
tidak menunjukan keraguan pada
diriku, jadi... izinkan aku untuk...
bekelana dengan kalian, sampai
kita menyelamatkan istriku"
(Xanxus)
Dan saat itulah...
Aku terkejut mendengar
pernyataanya.
Tapi aku membalas pernyataanya
dengan sedikit tersenyum, sebagai
tanda, mungkin ini akan menjadi perjalanan yang menarik.
"Tapi... bukankah kau di tugaskan
untuk menjaga gerbang?" (Afreon)
dengan wajah ragu.
"Tidak perlu khawatir anak muda,
aku bisa menggunakan sihir
penciptaan untuk menciptakan
clone yang sama setaranya dengan
diriku yang asli" (Xanxus) rasa
percaya diri yang tinggi.
"Sudah di putuskan kah...
kalau begitu, perjalanan ini.. akan
kita mulai"
Aku bersemangat tentang hal ini
di tambah, kami memiliki orang
dalam yang bersedia bergabung
dengan perjalanan kami.
"Tapi... sebelum kalian masuk,
ada satu hal wajib yang harus
di tentukan, yaitu... nama organisasi
kita, itu di butuhkan untuk bisa
lebih membaur dengan yang lain,
di sana bukan hanya kehidupan
yang tinggal di setiap tangga,
namun ada juga orang lain yang
ingin meraih lapisan atas, dan
untuk orang yang memiliki
tujuan meraih lapisan atas mereka
harus memiliki nama organisasi,
minimal mereka harus beranggota
empat orang, tapi... karena kalian
memiliki orang dalam, aku bisa
mengaturnya" (Xanxus)
"Begitu kah.. kalau begitu, izinkan
aku yang memberikan nama,
organisasi kita... bernama...
[Another].."
Aku dengan semangatku.
"Kurasa itu terkesan misterius,
namun juga terkesan menegangkan,
baiklah... aku setuju" (Afreon) juga
ikut bersemangat.
"Yosh Yosh... aku akan membuka
gerbang untuk kita, dan selamat
datang... Another..!!"(Xanxus)
Aku melihat tangan Xanxus mulai
membuka gerbang menuju jalur
lapisan atas.
Dengan semangat kami...
akhirnya perjalanan awal baru kita
dimulai.
***
Beberapa saat setelah kami masuk
ke dalam gerbang...
Kami di kejutkan dengan indahnya
dunia yang menjadi pandangan
kami.
Aku melihat berbagai dunia yang
mengapung di atas langit itu
terlihat jumlah mereka sangat
begitu banyak.
Dan kami berada di salah satu
dunia tersebut, penduduk di dunia
ini sangatlah ramah. ada yang
memberikan kami buah tangan,
tempat tinggal, dan lain-lain.
Dunia di tangga satu sangat
terlihat begitu damai.
Kami sekarang berada di
sebuah desa dengan para
penduduk di sana sangat ramah
terhadap kami.
"Oi kalian... tak kusangka..
para warga memberikanku
banyak makanan, eh?.. apa itu..
Xanxus?" (Afreon) menelunjuk
jarinya ke arah seseorang.
Aku melihat seorang pria
berambut panjang berwarna
kuning, dengan pakaian selayaknya
seorang pangeran ada di samping
kami.
Yang aku pikir... dia adalah Xanxus.
"Ya inilah aku, aku adalah penjaga
gerbang, dan tentu saja aku harus
menyembunyikan keberadaan asliku,
tapi aku benar-benar menyukai
sosok manusia ini, begitu tampan
dan elegan, setampan dirimu...
Retnan" (Xanxus)
Aku merasa jijik ketika dia
memberikanku ciuman jauh.
"Kepribadianmu berbeda dengan
sebelumnya, jadi... kemana jalan
awal menuju lantai berikutnya?"
Aku dengan santai bertanya
sambil membuka sebatang
permen.
"He? tidak biasanya, kau memakan
permen, kenapa kau tidak merokok
saja seperti biasanya" (Afreon)
Saat Afreon mengatakan hal itu
membuatku, terhenti sesaat.
Dan membuatku berpikir sekali lagi
untuk memakan permen ini.
"Ya..Yahh... kau tahu bukan, ada
saatnya seseorang merasa bosan
dengan kebiasaanya, jadi.. eee..
tidak enak rasanya jika aku tidak
merasakan apapun di mulutku,
yang lebih penting aku bertanya
dengan Xanxus"
Aku dengan wajah ragu
mengatakanya.
"Menuju tangga berikutnya
tidaklah mudah, kita harus
menemukan entitas yang memimpin
tangga ini, sejujurnya aku belum
pernah masuk ke dalam gerbang
meski aku sang penjanganya,
untuk menemukanya... kita harus
berbaur dengan warga" (Xanxus)
"Sebentar... bukankah, entitas itu
adalah dewa tertinggi?"
Aku bertanya sambil menikmati
sebatang permen di mulutku.
"Tidak juga, lebih tepatnya...
setiap tangga ke lima akan ada
seseorang yang kuat mendiami
dunia tangga tersebut" (Xanxus)
Kami sambil memutuskan
berjalan menelusuri setiap
jalan di salah satu dunia tangga
pertama ini.
Dengan pemandangan penduduk
desa yang ramai ini.
"Berarti... kita harus bertanya
kepada para warga untuk
mencari informasi tentang
pemimpin tangga pertama ini"
(Afreon)
"Ini cukup sulit, setiap tangga
menampung dunia yang tak
terhitung jumlahnya, lalu kita
berusaha mencari informasi
tentang pemimpin tangga ini?,
aku benci tentang hal ini"
Aku dengan wajah malas.
"Tidak masalah, kalian tidak
mempunyai rasa lelah, kalau begitu
sudah di putuskan kita akan
mencari informasi pemimpin
tangga awal ini, hmm... kita akan
bertemu kembali di sebuah
cafe depan sana"(Xanxus) sambil
menelunjuk jarinya ke suatu tempat
terlihat seperti cafe.
"Tidak perlu"
Dan aku langsung menyangkal
tindakan mereka.
"Aku bisa menggunakan sihirku
untuk mencari tahu informasi
tanpa susah payah mengeluarkan
tenaga"
*TIK*
Aku menjentikan jariku dan
secara langsung aku sudah
memperbanyak diriku dengan
penampilan berbeda-beda di seluruh
dunia di tangga pertama ini.
Bahkan tidak menyisakan
satu warga pun untuk aku
tanyai dengan banyak nya
diriku.
Mereka yang melihat sihirku
cukup terkejut.
"Oi serius ni?... dia bisa memenuhi
seluruh dunia di tangga satu
dengan dirinya sendiri, itu bukan
clone, aku bisa merasakan aliran
sihir ada di setiap mereka, kalau
sebatas clone, harusnya berisi
sebatas bayangan" (Xanxus)
melihat diriku yang berada di
mana-mana.
"Ya, aku menciptakan banyak
diriku sendiri, yang mana semua
itu adalah keberadaan ku yang
asli, sejak aku bertemu dengan
wanita itu... aku mulai faham
tentang sihir apa yang aku miliki
dan bagaimana cara melakukanya
dengan skala besar, sekarang
dalam pikiranku... mereka terus
membagi informasi dari setiap
mereka bertanya kepada setiap
orang lewat pikiranku"
Aku sambil merasakan diriku
yang begitu banyak membagi
informasi mereka lewat pikiranku.
"Jadi... kita hanya perlu menunggu,
yah terserah, aku juga mau makan
oleh-oleh dari para warga"(Afreon)
Mereka semua memutuskan
menunggu diriku yang sibuk
mengumpulkan informasi lewat
pikiranku.
Tak sampai satu jam...
Aku sudah mengumpulkan
setiap potongan informasi,
dan perlahan aku merakit
semua informasi yang telah aku
ketahui lewat pikiranku hingga
tercipta rangkaian informasi
yang jelas dan akurat.
Yang membuatku mengetahui
siapa yang memimpin dunia
tangga pertama ini.
"Begitukah... aku sudah mengetahui,
siapa entitas itu"
Aku sambil menunjukan wajah
yakin ku.
"He? jadi, dimana dia sekarang?"
(Afreon)
"Dia... ada di sekitar salah satu
dunia yang kita injaki ini, dia
berada di... colosseum tepat di
tengah pedesaan ini" (Retnan)
"Apa yang di lakukan pemimpin
di colosseum?, itu terdengar...
bukanlah seorang pemimpin"
(Afreon)
"Tidak kau salah anak muda,
justru entitas yang memimpin
setiap tangga memilih untuk
menyembunyikan keberadaan
mereka dengan cara membaur
dengan dunia nya sendiri, agar
seseorang yang mencari
pemimpin dari setiap tangga
akan sangat sulit di temukan,
karena mereka tahu... untuk
mencari pemimpin setiap tangga
mereka hanya harus fokus
kepada orang yang memimpin
dunia tersebut seperti halnya
kerajaan, mereka hanya perlu fokus
pada satu hal, tapi tak kusangka
pemimpin tangga pertama ini
tidak benar-benar menyembunyikan
keberadaanya"(Xanxus)
"Kalau begitu... ini akan semakin
mudah"
Aku sambil merapikan jubahku
dan bersiap untuk pergi dengan
yang lain.