A The Creators

A The Creators
Tangga Pertama



Di dekat gerbang...


Kami sedang duduk mendengar


pembicaraan Xanxus....


"He?... kau pernah menentang


para dewa tertinggi?" (Afreon)


"Ya, sejujurnya aku sangat membenci


mereka, kebanyakan dari mereka


memiliki sifat arogan maka tidak


heran, jika mereka menganggap


semua makhluk hidup di bawah


lapisan atas hanyalah sebatas


butiran pasir yang tak layak


mereka temui" (Xanxus)


"Lalu... apa yang membuatmu


menentang mereka?" (Retnan)


"Tidak, aku memang membenci


mereka tapi aku tidak menentang


mereka semua, dari mereka semua


ada beberapa orang yang hanya


memiliki sifat alami kejahatan.


meski begitu mereka masih


di anggap sebagai dewa tertinggi,


selama mereka melakukan tugasnya


hukum dewa tidak akan mencabut


hak dewa tersebut" (Xanxus)


"Hukum dewa.. maksudmu Lamb-


ahh.. lalu.. siapa mereka?"(Afreon)


"Murni jahat, mereka adalah...


Pure Evil" (Xanxus)


"He?"(Afreon)dengan wajah terkejut.


Dan aku juga sedikit terkejut mendengarnya.


"Maksudmu... Jajara itu?(Afreon)


menegas perkataanya.


"Kau mengetahui salah satunya?"


(Xanxus)


"Ya, dia musuh alami dari ras spirit


akan ada saatnya kami di takdirkan


untuk bertemu kembali, jika itu dia


maka... kali ini aku harus bertindak


membunuhnya" (Afreon) memasang


wajah kesal.


"Oh ya, di lihat dari aura sihirmu


kau ras [Divine Spirit] tapi... aku


sarankan jangan remehkan mereka,


lagi pula mereka tidak hanya


berjumlah satu" (Xanxus)


Wajah terkejut"Tunggu... mereka...


lebih dari satu orang?.. berarti.. "


(Afreon)


"Mereka berjumlah tujuh orang,


dan setiap dari mereka memiliki


sesuatu yang sangat buruk,


setiap diri mereka memiliki konsep


yang melambangkan kegelapan


hati seseorang, seperti sifat alami


jahat, arogan, keputusasaan,


kesedihan, hasrat, n4fsu, amarah.


selama makhluk hidup masih


merasakan sifat itu, sama saja itu


membuat mereka semakin kuat,


istriku adalah sosok dewa perwujud


keindahan, mereka menginginkan


istriku untuk di jadikan orang


ke delapan dari mereka Pure Evil"


(Xanxus)


"Tidak mungkin... mereka...


ingin menjadikanya salah satu


dari sifat jahat mereka? yang


berarti... sekarang inti keberadaan


istrimu sedang terancam?, di lihat


dari pedang itu" (Afreon) dengan


wajah terkejut.


"Aku tidak bisa lagi menyatu


dengan dia, intinya sedang terancam


dan itu mempengaruhi kontrak


hubungan kita, perlahan aura sihir


ini akan menghancurkan Authority


dan itu sudah menjadi... akhir


bagi diriku juga" (Xanxus)


"Yosh... baiklah, jadi... apa yang


harus kita lakukan?"


Aku sambil berdiri sekali lagi


dengan sedikit semangat yang


terlihat dari wajahku.


Tak lama Afreon juga ikut berdiri


di sambung dengan Xanxus.


"Jujur aku sangat lemah, aku bukan


dewa tertinggi dan hanyalah dewa


yang di tugaskan untuk menjaga


gerbang, meski ini melanggar tabu


aku tidak peduli, aku ingin kalian


yang sebagai tamu ikut membantuku


hanya itu saja, kalian cukup kuat...


dan itu juga syarat agar aku


membukakan gerbang, yang harus


kalian lakukan... ikut bersamaku


ke dalam gerbang" (Xanxus)


"............"


Hening~


"Ha..!? itu sama saja kau mau


membuka gerbang ini untuk kami


kampret.." (Afreon) dengan wajah


lesuh setelah mendengar perkataan


Xanxus.


"Begitu kah?, yah mungkin itu juga"


(Xanxus)memperlihatkan wajah


polosnya.


Aku mulai bepikir paman ini


mencoba melawak.


"Hahh... jadi maksudmu, istrimu


berada di salah satu tangga menuju


lapisan atas?"


Aku dengan santai bertanya.


"Begitulah, maka dari itu...


aku berusaha mempercayai kalian,


tapi kelihatanya... aku tidak perlu


merasa ragu lagi. wajah kalian


tidak menunjukan keraguan pada


diriku, jadi... izinkan aku untuk...


bekelana dengan kalian, sampai


kita menyelamatkan istriku"


(Xanxus)


Dan saat itulah...


Aku terkejut mendengar


pernyataanya.


Tapi aku membalas pernyataanya


dengan sedikit tersenyum, sebagai


tanda, mungkin ini akan menjadi perjalanan yang menarik.


"Tapi... bukankah kau di tugaskan


untuk menjaga gerbang?" (Afreon)


dengan wajah ragu.


"Tidak perlu khawatir anak muda,


aku bisa menggunakan sihir


penciptaan untuk menciptakan


clone yang sama setaranya dengan


diriku yang asli" (Xanxus) rasa


percaya diri yang tinggi.


"Sudah di putuskan kah...


kalau begitu, perjalanan ini.. akan


kita mulai"


Aku bersemangat tentang hal ini


di tambah, kami memiliki orang


dalam yang bersedia bergabung


dengan perjalanan kami.


"Tapi... sebelum kalian masuk,


ada satu hal wajib yang harus


di tentukan, yaitu... nama organisasi


kita, itu di butuhkan untuk bisa


lebih membaur dengan yang lain,


di sana bukan hanya kehidupan


yang tinggal di setiap tangga,


namun ada juga orang lain yang


ingin meraih lapisan atas, dan


untuk orang yang memiliki


tujuan meraih lapisan atas mereka


harus memiliki nama organisasi,


minimal mereka harus beranggota


empat orang, tapi... karena kalian


memiliki orang dalam, aku bisa


mengaturnya" (Xanxus)


"Begitu kah.. kalau begitu, izinkan


aku yang memberikan nama,


organisasi kita... bernama...


[Another].."


Aku dengan semangatku.


"Kurasa itu terkesan misterius,


namun juga terkesan menegangkan,


baiklah... aku setuju" (Afreon) juga


ikut bersemangat.


"Yosh Yosh... aku akan membuka


gerbang untuk kita, dan selamat


datang... Another..!!"(Xanxus)


Aku melihat tangan Xanxus mulai


membuka gerbang menuju jalur


lapisan atas.


Dengan semangat kami...


akhirnya perjalanan awal baru kita


dimulai.


***


Beberapa saat setelah kami masuk


ke dalam gerbang...


Kami di kejutkan dengan indahnya


dunia yang menjadi pandangan


kami.


Aku melihat berbagai dunia yang


mengapung di atas langit itu


terlihat jumlah mereka sangat


begitu banyak.


Dan kami berada di salah satu


dunia tersebut, penduduk di dunia


ini sangatlah ramah. ada yang


memberikan kami buah tangan,


tempat tinggal, dan lain-lain.


Dunia di tangga satu sangat


terlihat begitu damai.


Kami sekarang berada di


sebuah desa dengan para


penduduk di sana sangat ramah


terhadap kami.


"Oi kalian... tak kusangka..


para warga memberikanku


banyak makanan, eh?.. apa itu..


Xanxus?" (Afreon) menelunjuk


jarinya ke arah seseorang.


Aku melihat seorang pria


berambut panjang berwarna


kuning, dengan pakaian selayaknya


seorang pangeran ada di samping


kami.


Yang aku pikir... dia adalah Xanxus.


"Ya inilah aku, aku adalah penjaga


gerbang, dan tentu saja aku harus


menyembunyikan keberadaan asliku,


tapi aku benar-benar menyukai


sosok manusia ini, begitu tampan


dan elegan, setampan dirimu...


Retnan" (Xanxus)


Aku merasa jijik ketika dia


memberikanku ciuman jauh.


"Kepribadianmu berbeda dengan


sebelumnya, jadi... kemana jalan


awal menuju lantai berikutnya?"


Aku dengan santai bertanya


sambil membuka sebatang


permen.


"He? tidak biasanya, kau memakan


permen, kenapa kau tidak merokok


saja seperti biasanya" (Afreon)


Saat Afreon mengatakan hal itu


membuatku, terhenti sesaat.


Dan membuatku berpikir sekali lagi


untuk memakan permen ini.


"Ya..Yahh... kau tahu bukan, ada


saatnya seseorang merasa bosan


dengan kebiasaanya, jadi.. eee..


tidak enak rasanya jika aku tidak


merasakan apapun di mulutku,


yang lebih penting aku bertanya


dengan Xanxus"


Aku dengan wajah ragu


mengatakanya.


"Menuju tangga berikutnya


tidaklah mudah, kita harus


menemukan entitas yang memimpin


tangga ini, sejujurnya aku belum


pernah masuk ke dalam gerbang


meski aku sang penjanganya,


untuk menemukanya... kita harus


berbaur dengan warga" (Xanxus)


"Sebentar... bukankah, entitas itu


adalah dewa tertinggi?"


Aku bertanya sambil menikmati


sebatang permen di mulutku.


"Tidak juga, lebih tepatnya...


setiap tangga ke lima akan ada


seseorang yang kuat mendiami


dunia tangga tersebut" (Xanxus)


Kami sambil memutuskan


berjalan menelusuri setiap


jalan di salah satu dunia tangga


pertama ini.


Dengan pemandangan penduduk


desa yang ramai ini.


"Berarti... kita harus bertanya


kepada para warga untuk


mencari informasi tentang


pemimpin tangga pertama ini"


(Afreon)


"Ini cukup sulit, setiap tangga


menampung dunia yang tak


terhitung jumlahnya, lalu kita


berusaha mencari informasi


tentang pemimpin tangga ini?,


aku benci tentang hal ini"


Aku dengan wajah malas.


"Tidak masalah, kalian tidak


mempunyai rasa lelah, kalau begitu


sudah di putuskan kita akan


mencari informasi pemimpin


tangga awal ini, hmm... kita akan


bertemu kembali di sebuah


cafe depan sana"(Xanxus) sambil


menelunjuk jarinya ke suatu tempat


terlihat seperti cafe.


"Tidak perlu"


Dan aku langsung menyangkal


tindakan mereka.


"Aku bisa menggunakan sihirku


untuk mencari tahu informasi


tanpa susah payah mengeluarkan


tenaga"


*TIK*


Aku menjentikan jariku dan


secara langsung aku sudah


memperbanyak diriku dengan


penampilan berbeda-beda di seluruh


dunia di tangga pertama ini.


Bahkan tidak menyisakan


satu warga pun untuk aku


tanyai dengan banyak nya


diriku.


Mereka yang melihat sihirku


cukup terkejut.


"Oi serius ni?... dia bisa memenuhi


seluruh dunia di tangga satu


dengan dirinya sendiri, itu bukan


clone, aku bisa merasakan aliran


sihir ada di setiap mereka, kalau


sebatas clone, harusnya berisi


sebatas bayangan" (Xanxus)


melihat diriku yang berada di


mana-mana.


"Ya, aku menciptakan banyak


diriku sendiri, yang mana semua


itu adalah keberadaan ku yang


asli, sejak aku bertemu dengan


wanita itu... aku mulai faham


tentang sihir apa yang aku miliki


dan bagaimana cara melakukanya


dengan skala besar, sekarang


dalam pikiranku... mereka terus


membagi informasi dari setiap


mereka bertanya kepada setiap


orang lewat pikiranku"


Aku sambil merasakan diriku


yang begitu banyak membagi


informasi mereka lewat pikiranku.


"Jadi... kita hanya perlu menunggu,


yah terserah, aku juga mau makan


oleh-oleh dari para warga"(Afreon)


Mereka semua memutuskan


menunggu diriku yang sibuk


mengumpulkan informasi lewat


pikiranku.


Tak sampai satu jam...


Aku sudah mengumpulkan


setiap potongan informasi,


dan perlahan aku merakit


semua informasi yang telah aku


ketahui lewat pikiranku hingga


tercipta rangkaian informasi


yang jelas dan akurat.


Yang membuatku mengetahui


siapa yang memimpin dunia


tangga pertama ini.


"Begitukah... aku sudah mengetahui,


siapa entitas itu"


Aku sambil menunjukan wajah


yakin ku.


"He? jadi, dimana dia sekarang?"


(Afreon)


"Dia... ada di sekitar salah satu


dunia yang kita injaki ini, dia


berada di... colosseum tepat di


tengah pedesaan ini" (Retnan)


"Apa yang di lakukan pemimpin


di colosseum?, itu terdengar...


bukanlah seorang pemimpin"


(Afreon)


"Tidak kau salah anak muda,


justru entitas yang memimpin


setiap tangga memilih untuk


menyembunyikan keberadaan


mereka dengan cara membaur


dengan dunia nya sendiri, agar


seseorang yang mencari


pemimpin dari setiap tangga


akan sangat sulit di temukan,


karena mereka tahu... untuk


mencari pemimpin setiap tangga


mereka hanya harus fokus


kepada orang yang memimpin


dunia tersebut seperti halnya


kerajaan, mereka hanya perlu fokus


pada satu hal, tapi tak kusangka


pemimpin tangga pertama ini


tidak benar-benar menyembunyikan


keberadaanya"(Xanxus)


"Kalau begitu... ini akan semakin


mudah"


Aku sambil merapikan jubahku


dan bersiap untuk pergi dengan


yang lain.