A The Creators

A The Creators
Special Eps 21+:Kenikmatan



Ini adalah kisah dari beberapa scene yang terpotong saat sebelum memasuki ranah lapisan tengah.


Cerita ini berfokus pada pandangan Verly.


(21+)


***


".... Suamiku.... ayo kita lakukan... ciuman, saya tidak bisa lagi menahan perasaan ini.."


Aku sekarang berada di dalam ruang kamarku dan tentunya di dalam kastil.


Sekarang... aku sedang bermesrah dengan suamiku dalam satu kamar.


Dia terbaring di atas kasur dengan aku yang memandanginya dari atas tubuhnya.


Ahh... aku sambil mengelus-elus wajah tampan nya dengan tatapan mesumku.


"Umm... bisakah.. kau turun dari tubuhku?.. aku merasa agak tidak nyaman dengan... pakaian kimono yang kau kenakan agak compang camping tidak teratur, yah soal ciuman tadi... aku memiliki firasat buruk tentang hal itu, sejujurnya aku merasa terlalu bergantung padamu, aku juga... merasa diriku yang sekarang sangat berbeda dengan pandanganku yang sebelumnya, sejak aku menyadari sedikit informasi tentang diriku yang Sebenarnya, hei Verly... apa kau-"(Retnan)


"Emphhh..."


Aku tidak tahan, aku tidak tahan... tanpa pikir panjang aku langsung mencium suamiku dari mulut ke mulut.


Aku sebagai istrinya sangat terlarut oleh perasaan ini, tapi.. suamiku tidak bisa berkata dengan jujur bahwa ia sangat membutuhkan rasa cinta seorang istri.


Ahh.. aku bisa merasakanya.. kita saling mempertemukan lidah kita dan bermain bersama dalam selimut cinta.


Tubuhku mulai panas merasakan rasa ini... tapi aku pikir ini sudah terlalu lama melakukanya.


Lima menit kemudian...


***


"Hahhh... Hahh... aku sedikit benci dengan caramu melakukanya, kuharap kau tidak melakukanya secara mendadak lagi." (Retnan)


Aku menelan secara perlahan setiap rasa cinta yang telah aku terima ini.


Lalu... melihat suamiku yang hanya menunjukan wajah datarnya setelah kita melakukan ciuman, seola-olah ia tidak menikmati ciuman dari istrinya sendiri.


Itu tidak membuat hatiku sakit, yang lebih penting hari ini aku telah mencicipinya sedikit.


Perlahan... aku mulai turun dari tumpangan badan suamiku, dan sedikit melepaskan pakaianku.


"Oh ya Verly, aku yakin kau mengajaku kemari bukan hanya untuk memperlihatkan dirimu melakukan hasrat seksualmu, lalu apa yang ingin kau bicarakan? Afreon sedang menungguku."


(Retnan)


"Ahh.. apa ya, setelah melakukan ciuman penuh cinta dengan suami saya sendiri membuat saya lupa akan sesuatu yang saya ingin sampaikan, tidak saya hanya bercanda... saya ingin, anda tidak terlalu serius dalam melawan siapa saja di lapisan tengah, ini tidak ada hubunganya dengan saya atau tuan Afreon, tapi ini ada hubunganya... dengan dewa tertinggi lainnya, di ranah ini ada sebuah jalan yang menuju lapisan atas Nov Sanctuary, namun menuju ke lapisan atas tentu tidak bisa mengandalkan sihir secara instant, lapisan tengah adalah lapisan dengan semesta yang terus bertambah dan akan terus menjunjung lapisan atas, singkatnya anda akan berada di dimensi yang jauh lebih tinggi, dan tentu anda akan semakin bertemu dengan orang-orang yang jauh lebih kuat, jika anda serius menggunakan sihir anda... mungkin... anda akan langsung dianggap seperti mereka yang sedang melakukan pertarungan tapi, pada akhirnya... itu tergantung bagaimana anda melakukanya."


Aku sambil menunjukan ekspresi wajah bahagiaku agar suamiku sadar akan hasrat untuk mencintai diriku ini.


Tapi ada sesuatu yang benar-benar aku benci, saat suamiku mulai mengeluarkan rokoknya, itu seakan menodai ciuman kita..


Aku ingin saja menghapus konsep rokok jika itu memang benar ada.


"Hahh... itu seperi manusia, manusia adalah makhluk tiga dimensi, jika mereka meraih dimensi yang jauh, tentu itu akan langsung membuatnya mati, jadi singkatnya... mulai dari sana, manusia sudah tidak ada dan hanya dewa-dewa saja kah?.. dengan orang-orang kuat yang kau maksud itu?"(Retnan)


"Ya sayang, seperti itulah... mereka yang berada di sana jauh melebihi orang yang anda pernah temui karena mereka berada dekat dengan lapisan atas, yang mana banyak dari inti keberadaan mereka terletak di sana, dan itulah yang membuat mereka dapat menggunakan kekuatan mereka secara totalitas, berbeda dengan Jajara yang datang ke lapisan bawah dengan menggunakan Avatar(wadah) yang mana dia tidak bisa menggunakan kekuatanya secara totalitas, karena jika dia menggunakan nya, lapisan bawah akan langsung hancur."(Verly)


"Apa... inti keberadaan mu juga berada di ruang semesta di sana?"(Retnan)


Aku menunjukan wajah penuh bahagia kepada suamiku yang membuat perasaan ini semakin terlarut.


"Kalau begitu... tidak ada yang perlu di khawatirkan, mungkin... ada satu hal."(Retnan)


".... Apa itu suamiku?"


Melihat suamiku masih duduk berada di atas kasur, jadi aku memutuskan untuk memeluk tubuh suamiku dari belakangnya.


Kupikir dengan ini... aku bisa sedikit membuat perasaan cinta suamiku hanya terbuka untuk diriku.


Dan tentu... aku menelanjangi diriku sendiri.


Tapi sejujurnya... aku ingin sekali lagi melihat kekuatan inti keberadaan suamiku tersayang.


Yah itu bukan masalah selama aku masih bisa terlarut oleh rasa cinta ini.


"Yah ini bukan sesuatu yang harus di khawatir sih, hanya saja... eh.. tunggu... kau terlalu erat memeluk di..riku.."(Retnan)


Kedua tanganku semakin erat memeluk tubuh suami tercintaku.


Aku tidak peduli apa yang dia ucapkan, aku hanya ingin merasakan kenikmatan ini.


Tubuhku mulai terlarut...


aku mulai basah di setiap bagian pentingku.


Aku sebagai seorang wanita sekaligus seorang istri benar-benar merasa bahagia.


"Tidak apa-apa... lagi pula anda tidak akan merasakan apa-apa karena sosok manusia anda sekarang, anda boleh melanjutkan perkataan anda."


Aku sambil terus menerus memeluknya dengan sangat erat.


Aku... benar-benar sudah tidak tahan.


"Verly... ini bukan waktu yang tepat untuk kau memeluku, hahh... yang aku maksud inilah... jika aku dalam peperangan... kuharap kau tidak melakukan tindakan ceroboh, ini bukan soal aku mengkhawatirkan dirimu juga... namun jika sekali saja orang-orang mengetahui keberadaan dirimu yang sebenarnya, maka... sudah jelas itu akan memicu kekacauan lagi, tapi... jika itu terjadi tanpa di sengaja... kurasa itu akan sedikit membuat suasana menjadi menarik."(Retnan)


"Hee... anda tampak senang tanpa menunjukan rasa ragu, di sana ada berbagai dewa tapi sedikit dewa yang memiliki otoritas tinggi, karena... sejujurnya tempat itu adalah hukum dewa, yang mana otoritas yang lebih tinggi memiliki kewajiban untuk menghukum siapa saja atas dosa mereka."


Aku menunjukan wajah mesumku dan perlahan tanganku mulai berjalan sedikit ke bawah dari tubuh suamiku.


Tubuhku menempel bersentuhan dengan suamiku... aku bisa merasakanya... tubuhnya sangat hangat, kita seakan sedang menyatu.


Meski... suamiku tida melepaskan pakaiannya.


"Mungkin itu menjadi alasan semesta di sana terus bertambah, Yahh... kurasa ini sudah waktunya untuk-"(Retnan)


Saat itu aku melihat suami tercinta ingin pergi dari pelukanku dengan begitu saja.


Aku yang sudah terlarut langsung menariknya kembali hingga... membuatnya terbaring sekali lagi.


" Oi.. Verly... jangan bilang kau..."


(Retnan)


"Tidak, saya yakin anda belum siap untuk melakukan itu, setidaknya biarkan saya mencium anda sekali lagi hanya dari bibir ke bibir."


Kasurku sudah terbanjiri rasa cintaku... aku tidak boleh terlalu memaksakan ego ku.


Perlahan... aku meraih bibir suamiku dan mencium nya sekali lagi.