A The Creators

A The Creators
Di Luar Dugaan



Aku melihat mereka semua


begitu merasa terheran-heran


ketika melihat sosok Minotaur yang


datang secara tiba-tiba.


Dan mungkin ini waktunya aku


harus menghampiri mereka.


Namun bukan berarti aku akan


menghampiri mereka secara


langsung, aku membutuhkan


momen yang pas ketika itu


memang harus di butuhkan.


Yang berarti menghampiri mereka


dengan santai tanpa harus sedikit mengeluarkan tenaga.


Tanpa pikir panjang...


Aku langsung berjalan menuju


ujung tebing dan mengarah ke


mereka yang berada di bawah


tepat di tengah dataran pasir.


Saat aku memperhatikan mereka


yang berada di bawah... situasinya


cukup membingungkan, walau


begitu aku memutuskan untuk


terjun secara alami dan bermaksud


menghampiri mereka.


***


Situasi saat ini...


"Minotaur!?.."(Baron) dengan rasa


terkejut.


Sebuah kapak hadir di tangan


Minotaur tersebut, terlihat petir


merah yang mengelilingi kapak


itu serta terasa aura mencengkam


di sekitarnya.


Hingga ketika Minotaur tersebut


mengarahkan kapaknya ke atas


langit.. suatu reaksi muncul dari


alam sekitar, dari datangnya


hembusan angin yang begitu


terasa kencang walau sesaat,


di sambung dengan hadirnya


sebuah portal dari atas langit


yang terlihat cukup besar mampu


menutupi sebagian langit kecil.


Fisik minotaur yang awalnya


terlihat seperti banteng dengan


pergerakan seperti manusia,


kini telah merubah wujud tersebut


menjadi... sosok manusia normal.


Yang menjadi awal pandangan


mereka semua ketika menyadari


perubahan pada Minotaur tersebut adalah...


Sosok wanita itu berkulit cokelat


dengan rambut hitam panjang serta


pakaian yang fleksibel membuat


wanita itu tidak sulit untuk bergerak,


ditambah dengan celananya yang


terbuat dari kulit binatang buas.


Semua yang memperhatikan


tindakan dari Minotaur tersebut


begitu terheran-heran.


"Maaf... membuat kalian semua


kebingungan. Aku yakin pernah


bertemu dengan beberapa orang


di antara kalian. Aku ingin berbicara


pada orang tersebut setidaknya


salah satu dari organisasi yang


pernah bertemu denganku itu."


Semua terlihat bingung ketika


sosok Minotaur tersebut mulai


angkat bicara.


"Yah... aku yakin kau sudah


mengetahui bahwa kita pernah


bertemu. Buktinya kau sekarang


menghampiriku tepat di depanku,


yang bahkan ikut campur dengan


pertarungan yang sedang


berlangsung ini."(Afreon)


Pada akhirnya Afreon turun


tangan untuk menjawab


pertanyaan Minotaur tersebut


dan mengabaikan pertarungan nya


untuk sementara waktu.


"Sebelum itu.... "(Minotaur)


Portal tersebut yang masih ada di


atas langit mulai mengeluarkan


sesuatu, terlihat dari keluarnya


satu per satu manusia hingga


secara langsung mengeluarkan


begitu banyak jumlah manusia


dalam waktu singkat.


"I-itu... tidak mungkin.. ada


anggota organisasiku yang


keluar dari portal tersebut!?"


(Risty) dengan rasa terkejut.


Risty tidak menyangka bahwa


apa yang Minotaur itu lakukan


telah membawa apa yang ia


cari selama perjalanan ini.


Manusia-manusia tersebut terlihat


kebingungan dengan apa yang


telah menimpa mereka setelah


jatuh dari portal yang berada


di atas langit tersebut.


Di tengah kebingungan itu, mereka


semua lebih memilih menjauhi


situasi sekarang, dengan cara


mundur menjauh dari pertarungan


yang mereka semua pikir itu masih


terus berlangsung.


"He? Robin! Gordon! Silva!.."


Di saat mereka semua melarikan


diri, tiba-tiba Risty berteriak


memanggil nama seseorang dari


kerumunan tersebut.


"Oh! itu Risty teman-teman"


ucap salah satu orang yang


Risty panggil.


Pada akhirnya Risty memutuskan


untuk menghampiri mereka yang ia


pikir itulah anggota organisasinya.


"Baiklah... sampai di sini perjalanan


kita, terima kasih untuk segalanya


dan sampai jumpa!!"(Risty)


Tanpa pikir panjang dan cara


bicara yang blak-blakan Risty


langsung berlari meninggalkan


situasi saat ini termasuk mereka


semua.


Seakan ia benar-benar mengakhiri


cerita perjalanan bersama mereka dengan begitu saja.


"Tu- sialan.. dia pergi meninggalkan


kita begitu saja, dasar wanita beban.


yah.. aku tidak peduli apa yang


wanita itu pikirkan, yang lebih


penting... kita lanjutkan pertarungan


kita... Baron."(Afreon) dengan wajah


serius mengatakanya.


Situasi kembali menjadi serius


ketika Afreon ingin melanjutkan


pertarungan nya bersama Baron


untuk sekali lagi.


"Tch, aku mulai muak denganmu


yang bepikir seperti seorang bocah.


sebelum itu... aku ingin bertanya


beberapa hal kepada wanita


Minotaur ini. Satu hal yang membuat


diriku bingung, yaitu bagaimana kau


mampu mengambil semua manusia


itu yang tertelan oleh kekacauan


yang aku buat?"(Baron)


Wanita itu yang mendengarnya


langsung tertuju pada Baron.


"Soal itu... karena kekacauan yang


kau buat itu bukan bermaksud


untuk membunuh mereka, yang


artinya... kau memiliki maksud


lain atas apa yang kau lakukan


dengan rasa ragu-ragu."(Minotaur)


"He?"(Baron) cukup merasa


tersentak ketika mendengar


pernyataan wanita itu.


"Kau adalah sosok dewa kebinasaan


yang dapat menghapus segala


hal kehidupan. Namun... yang


di maksud kebinasaan adalah...


kepunahan. Ya, kau tidak dapat


membunuh manusia yang berada


di tangga ini karena selama masih


ada kehidupan di tangga ini...


kau akan tetap hidup. Itulah konsep


dari raja Dystoria untukmu agar


kau selalu terikat oleh tangga ini.


Namun di samping itu... raja


Dystoria juga tidak bisa membunuh


dirimu, karena ia memiliki gelar


raja pahlawan jika ia membunuh


kehidupan... termasuk dirimu


segalanya, kau sengaja melupakan


fakta itu."(Minotaur)


"Sialan... aku bertanya bagaimana


kau bisa mendapatkan kembali


manusia-manusia itu."(Baron)


dengan wajah kesal bertanya.


"Kapak Nirvana, yang bisa


menyerap kekacauan. apa itu


sudah cukup? lagi pula tidak


tidak ada gunanya meski kau


mengetahuinya."(Minotaur)


"Oi Minotaur!"(Afreon)


Semua langsung tertuju kepada


Afreon yang tiba-tiba berteriak


kepada Minotaur tersebut yang


berada dekat denganya.


Wanita Minotaur tersebut yang


menyadari teriakan itu, langsung


menoleh tertuju kepada Afreon.


"Jangan seenaknya ikut campur


dalam pertarungan yang masih


berlangsung. Aku tidak tahu apa


tujuanmu kemari tapi jika itu


menyangkut entitas itu, aku


sarankan jangan meremehkanya."


(Afreon)


"Memang aku pernah di kalahkan


dengan semudah itu oleh ketua


organisasimu. Dan aku belum


menjelaskan tujuanku kemari.


Kedatanganku kemari hanya


ingin membantu kalian, waktu itu


aku mencari seseorang yang bisa


mengalahkan entitas ini, dan alasan


itulah aku melawan kalian untuk


nengukur seberapa kuat organisasi


kalian."(Minotaur)


"He?"(Afreon) cukup merasa


terheran-heran dengan perkataan


wanita tersebut.


"Lebih jelasnya... aku berada di


pihak kalian. Soal entitas ini


cukup mudah, dia tidak seperti


dulu yang pernah membantai


para Minotaur seorang diri, dia


sekarang sangat lemah, untuk


itulah aku mengambil senjata


dewa ini untuk melenyapkanya


karena ini adalah kesempatan


yang bagus. Kau cukup melihatnya


saja."(Minotaur) dengan santainya.


"Afreon!"


Di saat yang sama Xanxus tiba-tiba


berteriak memanggil Afreon.


Dia berada sedikit jauh dengan


keberadaan Afreon, tidak ada


yang mengerti apa alasan


Xanxus memanggil Afreon


secara tiba-tiba.


Afreon dengan rasa bingungnya


langsung menoleh kepada Xanxus


yang berada di belakangnya.


"Yang di katakan wanita itu benar,


lebih baik kita memperhatikan


pertarungannya saja, karena...


melanjutkan pertarunganmu dengan


perubahan yang kau miliki sekarang,


justru itu terlihat mengkhawatirkan."


(Xanxus).


Mendengar perkataan Xanxus


membuat Afreon berpikir ulang


tentang ke-egoisanya, namun


di samping itu.. ia juga tidak


ingin membuat mereka semua


khawatir.


Pada akhirnya.. Afreon memutuskan


untuk tidak mengedepankan egonya.


Dan Secara perlahan... tanganya


yang menyerupai tangan naga mulai terlihat menghilang, di sambung


dengan pedang Authoritynya.


"Maaf.. lagi-lagi.. aku terbawa


suasana pertarungan ini."(Afreon)


sambil menunjukan wajah bersalah


kepada Xanxus.


"Yah itu lebih baik, biar aku yang


menyelesaikan pertarungan ini."


(Minotaur)


Wanita Minotaur tersebut langsung


menyatakan pertarungan terhadap


Baron.


Ia memulainya dengan memanggil


beberapa monster dengan sihirnya,


yang tidak lain adalah sesama


makhluk mitologi.


Terdiri dari tiga jenis, yaitu


Cerberus anjing berkepala tiga,


Anubis iblis dengan wujud anjing,


poseidon dewa laut.


Mereka bertiga bersanding di


samping wanita Minotaur tersebut.


"... Kau pikir dengan memanggil


mereka yang bahkan tidak setara


dengan dewa tertinggi, bisa dengan


mudah mengalahkanku?"(Baron)


"Ya, akan aku tunjukan betapa


mengerikanya kapak ini."(Minotaur)


Secara langsung wanita itu


mengangkat kapak tersebut ke


atas langit.


Awalnya.. tidak ada hal aneh yang


terjadi, namun beberapa saat


kemudian, beberapa monster


tersebut mulai breaksi ketika


kapak itu mengeluarkan suatu


asap hitam yang secara langsung


merasuki monster tersebut.


"Jika kau bertanya sebenarnya


asap apakah ini, aku akan menjawab


yaitu kekacauan. Inilah wujud dari


kekacauan yang akan menjadi


ketiadaan, kapak Nirvana dapat


memegang kontrol atas kekacauan


dari seluruh lapisan, apakah kau


tahu artinya?"(Minotaur)


Baron terlihat sangat terkejut


ketika menyadari sesuatu dari


perkataan wanita itu.


"Kau... bermaksud membunuhku


secara totalitas!? dari kekacauan


yang terkumpul di setiap monster


tersebut?.. jangan meremehkanku."


(Baron)


"Aku tidak meremehkanmu, kau


itu kuat, tapi itu dulu, sekarang


kau bukanlah dewa tertinggi.


Yang aku tahu... dewa tertinggi


yang telah menerima dosa


otoritas mereka bukanlah lagi


dewa tertinggi. Yang berarti...


jika aku menghancurkanmu lewat


sihir negatif yang sama saja


dengan dosa.. kau hanya akan


menjadi dewa biasa yang menjadi


budak para dewa tertinggi lainnya.


Kelemahan terbesar dewa tertinggi


yang telah menerima dosa besar..


tidak, lebih tepatnya telah


melanggar aturan mereka yang berlawanan dengan perwujudanya. Adalah melawanya dengan sihir


negatif yang termasuk dosa,


meski aku tidak bisa membunuhmu sepenuhnya."(Minotaur)


"Sialan... aku tetaplah dewa


tertinggi karena aku mewakili


suatu perwujudan, meski aku yang


sekarang telah melanggar aturan


dan mendapatkan kelemahanku,


walau begitu... keberadaan


dewa tertinggi jauh lebih unggul


dari siapapun, Dan jika aku ingin...


aku bisa saja menggunakan


wujud inti keberadaanku meski


harus-"(Baron)


*Coachhh...*


Terdengar percikan darah yang


keluar...


Yang tidak lain seluruh bagian


tubuh Baron dari sepasang tanganya


hingga kakinya terbelah tanpa ia


sadari, sesaat ketika beberapa


monster dari wanita Minotaur


tersebut melewatinya.


"Si-Sialannnn...!!"(Baron) dengan


rasa amarah.


Mereka semua yang memperhatikan


pertarungan ini benar-benar


di kejutkan oleh tindakan wanita


Minotaur tersebut.