
Aku melihat mereka semua
begitu merasa terheran-heran
ketika melihat sosok Minotaur yang
datang secara tiba-tiba.
Dan mungkin ini waktunya aku
harus menghampiri mereka.
Namun bukan berarti aku akan
menghampiri mereka secara
langsung, aku membutuhkan
momen yang pas ketika itu
memang harus di butuhkan.
Yang berarti menghampiri mereka
dengan santai tanpa harus sedikit mengeluarkan tenaga.
Tanpa pikir panjang...
Aku langsung berjalan menuju
ujung tebing dan mengarah ke
mereka yang berada di bawah
tepat di tengah dataran pasir.
Saat aku memperhatikan mereka
yang berada di bawah... situasinya
cukup membingungkan, walau
begitu aku memutuskan untuk
terjun secara alami dan bermaksud
menghampiri mereka.
***
Situasi saat ini...
"Minotaur!?.."(Baron) dengan rasa
terkejut.
Sebuah kapak hadir di tangan
Minotaur tersebut, terlihat petir
merah yang mengelilingi kapak
itu serta terasa aura mencengkam
di sekitarnya.
Hingga ketika Minotaur tersebut
mengarahkan kapaknya ke atas
langit.. suatu reaksi muncul dari
alam sekitar, dari datangnya
hembusan angin yang begitu
terasa kencang walau sesaat,
di sambung dengan hadirnya
sebuah portal dari atas langit
yang terlihat cukup besar mampu
menutupi sebagian langit kecil.
Fisik minotaur yang awalnya
terlihat seperti banteng dengan
pergerakan seperti manusia,
kini telah merubah wujud tersebut
menjadi... sosok manusia normal.
Yang menjadi awal pandangan
mereka semua ketika menyadari
perubahan pada Minotaur tersebut adalah...
Sosok wanita itu berkulit cokelat
dengan rambut hitam panjang serta
pakaian yang fleksibel membuat
wanita itu tidak sulit untuk bergerak,
ditambah dengan celananya yang
terbuat dari kulit binatang buas.
Semua yang memperhatikan
tindakan dari Minotaur tersebut
begitu terheran-heran.
"Maaf... membuat kalian semua
kebingungan. Aku yakin pernah
bertemu dengan beberapa orang
di antara kalian. Aku ingin berbicara
pada orang tersebut setidaknya
salah satu dari organisasi yang
pernah bertemu denganku itu."
Semua terlihat bingung ketika
sosok Minotaur tersebut mulai
angkat bicara.
"Yah... aku yakin kau sudah
mengetahui bahwa kita pernah
bertemu. Buktinya kau sekarang
menghampiriku tepat di depanku,
yang bahkan ikut campur dengan
pertarungan yang sedang
berlangsung ini."(Afreon)
Pada akhirnya Afreon turun
tangan untuk menjawab
pertanyaan Minotaur tersebut
dan mengabaikan pertarungan nya
untuk sementara waktu.
"Sebelum itu.... "(Minotaur)
Portal tersebut yang masih ada di
atas langit mulai mengeluarkan
sesuatu, terlihat dari keluarnya
satu per satu manusia hingga
secara langsung mengeluarkan
begitu banyak jumlah manusia
dalam waktu singkat.
"I-itu... tidak mungkin.. ada
anggota organisasiku yang
keluar dari portal tersebut!?"
(Risty) dengan rasa terkejut.
Risty tidak menyangka bahwa
apa yang Minotaur itu lakukan
telah membawa apa yang ia
cari selama perjalanan ini.
Manusia-manusia tersebut terlihat
kebingungan dengan apa yang
telah menimpa mereka setelah
jatuh dari portal yang berada
di atas langit tersebut.
Di tengah kebingungan itu, mereka
semua lebih memilih menjauhi
situasi sekarang, dengan cara
mundur menjauh dari pertarungan
yang mereka semua pikir itu masih
terus berlangsung.
"He? Robin! Gordon! Silva!.."
Di saat mereka semua melarikan
diri, tiba-tiba Risty berteriak
memanggil nama seseorang dari
kerumunan tersebut.
"Oh! itu Risty teman-teman"
ucap salah satu orang yang
Risty panggil.
Pada akhirnya Risty memutuskan
untuk menghampiri mereka yang ia
pikir itulah anggota organisasinya.
"Baiklah... sampai di sini perjalanan
kita, terima kasih untuk segalanya
dan sampai jumpa!!"(Risty)
Tanpa pikir panjang dan cara
bicara yang blak-blakan Risty
langsung berlari meninggalkan
situasi saat ini termasuk mereka
semua.
Seakan ia benar-benar mengakhiri
cerita perjalanan bersama mereka dengan begitu saja.
"Tu- sialan.. dia pergi meninggalkan
kita begitu saja, dasar wanita beban.
yah.. aku tidak peduli apa yang
wanita itu pikirkan, yang lebih
penting... kita lanjutkan pertarungan
kita... Baron."(Afreon) dengan wajah
serius mengatakanya.
Situasi kembali menjadi serius
ketika Afreon ingin melanjutkan
pertarungan nya bersama Baron
untuk sekali lagi.
"Tch, aku mulai muak denganmu
yang bepikir seperti seorang bocah.
sebelum itu... aku ingin bertanya
beberapa hal kepada wanita
Minotaur ini. Satu hal yang membuat
diriku bingung, yaitu bagaimana kau
mampu mengambil semua manusia
itu yang tertelan oleh kekacauan
yang aku buat?"(Baron)
Wanita itu yang mendengarnya
langsung tertuju pada Baron.
"Soal itu... karena kekacauan yang
kau buat itu bukan bermaksud
untuk membunuh mereka, yang
artinya... kau memiliki maksud
lain atas apa yang kau lakukan
dengan rasa ragu-ragu."(Minotaur)
"He?"(Baron) cukup merasa
tersentak ketika mendengar
pernyataan wanita itu.
"Kau adalah sosok dewa kebinasaan
yang dapat menghapus segala
hal kehidupan. Namun... yang
di maksud kebinasaan adalah...
kepunahan. Ya, kau tidak dapat
membunuh manusia yang berada
di tangga ini karena selama masih
ada kehidupan di tangga ini...
kau akan tetap hidup. Itulah konsep
dari raja Dystoria untukmu agar
kau selalu terikat oleh tangga ini.
Namun di samping itu... raja
Dystoria juga tidak bisa membunuh
dirimu, karena ia memiliki gelar
raja pahlawan jika ia membunuh
kehidupan... termasuk dirimu
segalanya, kau sengaja melupakan
fakta itu."(Minotaur)
"Sialan... aku bertanya bagaimana
kau bisa mendapatkan kembali
manusia-manusia itu."(Baron)
dengan wajah kesal bertanya.
"Kapak Nirvana, yang bisa
menyerap kekacauan. apa itu
sudah cukup? lagi pula tidak
tidak ada gunanya meski kau
mengetahuinya."(Minotaur)
"Oi Minotaur!"(Afreon)
Semua langsung tertuju kepada
Afreon yang tiba-tiba berteriak
kepada Minotaur tersebut yang
berada dekat denganya.
Wanita Minotaur tersebut yang
menyadari teriakan itu, langsung
menoleh tertuju kepada Afreon.
"Jangan seenaknya ikut campur
dalam pertarungan yang masih
berlangsung. Aku tidak tahu apa
tujuanmu kemari tapi jika itu
menyangkut entitas itu, aku
sarankan jangan meremehkanya."
(Afreon)
"Memang aku pernah di kalahkan
dengan semudah itu oleh ketua
organisasimu. Dan aku belum
menjelaskan tujuanku kemari.
Kedatanganku kemari hanya
ingin membantu kalian, waktu itu
aku mencari seseorang yang bisa
mengalahkan entitas ini, dan alasan
itulah aku melawan kalian untuk
nengukur seberapa kuat organisasi
kalian."(Minotaur)
"He?"(Afreon) cukup merasa
terheran-heran dengan perkataan
wanita tersebut.
"Lebih jelasnya... aku berada di
pihak kalian. Soal entitas ini
cukup mudah, dia tidak seperti
dulu yang pernah membantai
para Minotaur seorang diri, dia
sekarang sangat lemah, untuk
itulah aku mengambil senjata
dewa ini untuk melenyapkanya
karena ini adalah kesempatan
yang bagus. Kau cukup melihatnya
saja."(Minotaur) dengan santainya.
"Afreon!"
Di saat yang sama Xanxus tiba-tiba
berteriak memanggil Afreon.
Dia berada sedikit jauh dengan
keberadaan Afreon, tidak ada
yang mengerti apa alasan
Xanxus memanggil Afreon
secara tiba-tiba.
Afreon dengan rasa bingungnya
langsung menoleh kepada Xanxus
yang berada di belakangnya.
"Yang di katakan wanita itu benar,
lebih baik kita memperhatikan
pertarungannya saja, karena...
melanjutkan pertarunganmu dengan
perubahan yang kau miliki sekarang,
justru itu terlihat mengkhawatirkan."
(Xanxus).
Mendengar perkataan Xanxus
membuat Afreon berpikir ulang
tentang ke-egoisanya, namun
di samping itu.. ia juga tidak
ingin membuat mereka semua
khawatir.
Pada akhirnya.. Afreon memutuskan
untuk tidak mengedepankan egonya.
Dan Secara perlahan... tanganya
yang menyerupai tangan naga mulai terlihat menghilang, di sambung
dengan pedang Authoritynya.
"Maaf.. lagi-lagi.. aku terbawa
suasana pertarungan ini."(Afreon)
sambil menunjukan wajah bersalah
kepada Xanxus.
"Yah itu lebih baik, biar aku yang
menyelesaikan pertarungan ini."
(Minotaur)
Wanita Minotaur tersebut langsung
menyatakan pertarungan terhadap
Baron.
Ia memulainya dengan memanggil
beberapa monster dengan sihirnya,
yang tidak lain adalah sesama
makhluk mitologi.
Terdiri dari tiga jenis, yaitu
Cerberus anjing berkepala tiga,
Anubis iblis dengan wujud anjing,
poseidon dewa laut.
Mereka bertiga bersanding di
samping wanita Minotaur tersebut.
"... Kau pikir dengan memanggil
mereka yang bahkan tidak setara
dengan dewa tertinggi, bisa dengan
mudah mengalahkanku?"(Baron)
"Ya, akan aku tunjukan betapa
mengerikanya kapak ini."(Minotaur)
Secara langsung wanita itu
mengangkat kapak tersebut ke
atas langit.
Awalnya.. tidak ada hal aneh yang
terjadi, namun beberapa saat
kemudian, beberapa monster
tersebut mulai breaksi ketika
kapak itu mengeluarkan suatu
asap hitam yang secara langsung
merasuki monster tersebut.
"Jika kau bertanya sebenarnya
asap apakah ini, aku akan menjawab
yaitu kekacauan. Inilah wujud dari
kekacauan yang akan menjadi
ketiadaan, kapak Nirvana dapat
memegang kontrol atas kekacauan
dari seluruh lapisan, apakah kau
tahu artinya?"(Minotaur)
Baron terlihat sangat terkejut
ketika menyadari sesuatu dari
perkataan wanita itu.
"Kau... bermaksud membunuhku
secara totalitas!? dari kekacauan
yang terkumpul di setiap monster
tersebut?.. jangan meremehkanku."
(Baron)
"Aku tidak meremehkanmu, kau
itu kuat, tapi itu dulu, sekarang
kau bukanlah dewa tertinggi.
Yang aku tahu... dewa tertinggi
yang telah menerima dosa
otoritas mereka bukanlah lagi
dewa tertinggi. Yang berarti...
jika aku menghancurkanmu lewat
sihir negatif yang sama saja
dengan dosa.. kau hanya akan
menjadi dewa biasa yang menjadi
budak para dewa tertinggi lainnya.
Kelemahan terbesar dewa tertinggi
yang telah menerima dosa besar..
tidak, lebih tepatnya telah
melanggar aturan mereka yang berlawanan dengan perwujudanya. Adalah melawanya dengan sihir
negatif yang termasuk dosa,
meski aku tidak bisa membunuhmu sepenuhnya."(Minotaur)
"Sialan... aku tetaplah dewa
tertinggi karena aku mewakili
suatu perwujudan, meski aku yang
sekarang telah melanggar aturan
dan mendapatkan kelemahanku,
walau begitu... keberadaan
dewa tertinggi jauh lebih unggul
dari siapapun, Dan jika aku ingin...
aku bisa saja menggunakan
wujud inti keberadaanku meski
harus-"(Baron)
*Coachhh...*
Terdengar percikan darah yang
keluar...
Yang tidak lain seluruh bagian
tubuh Baron dari sepasang tanganya
hingga kakinya terbelah tanpa ia
sadari, sesaat ketika beberapa
monster dari wanita Minotaur
tersebut melewatinya.
"Si-Sialannnn...!!"(Baron) dengan
rasa amarah.
Mereka semua yang memperhatikan
pertarungan ini benar-benar
di kejutkan oleh tindakan wanita
Minotaur tersebut.