A The Creators

A The Creators
Special Eps:Pembicaraan Yang Singkat



*Cerita ini berfokus pada beberapa


moment sebelum tangga pertama


mulai hancur


__________________________________


Di atas bebukitan...


Dan dalam kondisi cuaca cerah.


"Oi tuhan. aku tidak memaksamu


untuk menjadi Authority, aku


melakukanya atas dasar diriku


yang mulai suka mengoleksi senjata"


Aku berbicara kepada Demonstia


yang hanya memandangi langit di


atas bukit tanpa menoleh kepadaku


yang berada di belakangnya.


Dia terdiam diri... yang menurutku


sendiri sifat inilah yang sebenarnya


Demonstia miliki.


"Begitu ya, jadi... aku hanya sebatas


koleksimu, aku tidak peduli apa yang


kau lakukan terhadapku, mungkin


ini waktu yang tepat untuk


menunjukan sesuatu yang aku benci"


(Demonstia)


Aku cukup terkejut saat Demonstia


mulai membuka pakaian yang ia


kenakan ke arah diriku yang berada


di belakangnya.


Dan...


Saat aku memperhatikan bagian


perut telanjangnya...


Sesuatu seperti tato menempel


terlihat dengan jelas di perutnya


yang bagiku sendiri itu seperti


sebuah kutukan.


"Tato... apa itu?"


Aku mencoba bertanya dengan


wajah bingung kepada Demonstia.


"Inilah kutukan, dimana hanya


berlaku kepadaku, tato bunga ini


adalah simbol bahwa aku adalah


orang yang terlemah dari semua


tangga. dan... siap menjadi pelayan


mereka, setelah aku kehilangan


sesuatu yang berharga, tanpa sadar


aku sudah menjadi budak mereka"


(Demonstia) mulai menutup kembali


tubuhnya.


"Maksudmu... pemimpin tangga


yang lebih jauh dari tangga ini?"


(Retnan)


"Benar, kutukan itu bukan hanya


sekedar simbol namun...


membuat inti keberadaanku


dapat mereka atur, aneh bukan?"


(Demonstia) sedikit tersenyum.


".... Ya, ternyata ada yang seperti itu


kekuatan yang mempengaruhi


inti keberadaan seseorang...


itu sangat merepotkan. apa aku


perlu membantumu?"(Retnan)


"Anda orang yang naif ya, jangan


pernah berpikir mereka itu lemah,


jika di bandingkan saya yang dulu itu


hanya sebatas membuat amarah


mereka memuncak, dan pada saat


mereka bertindak... saya pun lenyap"


(Demonstia)


"Eh... tunggu, mereka bisa


mengatur intimu yang berarti


juga hidupmu, apa maksud mereka


menanamkan itu kepadamu?"


(Retnan)


"Seperti yang sudah saya bilang,


saya telah menjadi budak, dimana


jika saya menentang mereka maka


hukum yang mereka tanam di


inti keberadaan saya akan bereaksi


mempengaruhi hidup saya.


dan sejak saat itu penderitaan saya


dimulai. meski saya adalah iblis


namun saya tetap memiliki hak


untuk menentang mereka"


(Demonstia)


"Aku mulai berpikir mereka yang


menganggapmu sebagai mainan,


hanya melakukan sesuatu tanpa


kejelasan, mereka dewa... mereka


bisa melakukan apapun, namun


memilihmu sebagai budak tentu


itu tidak ada nilainya sama sekali.


apa... semua dewa yang berada


di tangga atas hanya sekumpulan


orang yang tidak memiliki rasa puas?


dengan otoritas mereka sekarang"


(Retnan)


"Meski anda berpihak kepada saya,


namun saya tidak melihat wajah


anda menunjukan hal itu.


dan saya rasa... memang benar.


mereka hanya tidak puas dengan


apa yang sudah mereka miliki,


dan melakukan apapun yang


menurut mereka pantas untuk


di lakukan" (Demonstia)


"Lalu... bagaimana cara mereka memberikan kutukan tersebut kepadamu?" (Demonstia)


"Ya, mereka-mereka yang


mengetahui bahwa saya bertambah lemah tentu... melakukan hal ini


kepada saya dengan sepihak"


(Demonstia)


"Tunggu-tunggu kau membuatku


bingung dengan caramu yang


menjadi tuhan di tangga apa


bisa berinteraksi dengan tuhan


lainnya?.. bukankah itu jelas


menentang konsep mereka?"


(Retnan)


"Memang benar, itu tidak bisa,


setiap tuhan memiliki ruang sendiri


yang bisa mereka atur dan jika


ada seseorang yang berinteraksi,


maka... orang yang menginjaki


tangga tersebut secara langsung


menjadi otoritas asli mereka


dan konsep tuhan tidak berlaku


di tangga yang sama, ini seperti


seseorang telah memasuki


rumah anda, dan orang itu sebagai tamunya, entah apa yang tamu itu lakukan... ataupun apa yang dia


miliki, anda tetaplah orang yang


memiliki hak atas segalanya di


dalam rumah anda"(Demonstia)


" Itu seperti yang kau katakan


sebelumnya, singkatnya... jika


mereka berinteraksi maka orang


luar itu tidak akan lagi menjadi


tuhan di tangga yang sama,


dan kau masih belum menjawab


petanyaanku sebelumnya"(Retnan)


"Mereka melakukan ini terhadapku


dengan menggunakan konsep


tanpa harus berinteraksi, yang


artinya... mereka telah menemukan


inti keberadaanku di ruang


semesta dan mempengaruhinya,


mereka melakukanya dalam jarak


yang jauh"(Demonstia)


"Lalu... apa kau tidak berpikir


untuk kembali ke masa lalu dan..."


(Retnan)


"Tidak, keberadaan dewa tertinggi


hanya ada di masa sekarang,


dan mereka tidak ada di


masa depan maupun masa lalu,


meski aku bukanlah lagi dewa


tertinggi... namun, aku adalah


dewa perwujudan iblis yang secara


tidak langsung aku juga salah satu


dewa tertinggi perwujudan.


dan tentu... inti saya hanya ada di


masa sekarang"(Demonstia)


"Tidak terikat oleh masa kah,


yang artinya intimu sudah mutlak


ada di genggaman mereka yang


mencoba merendahkanmu.


jadi... apa yang terjadi dengan


konsep itu?" (Retnan)


"Ada beberapa hal yang harus


anda ketahui. inti keberadaan


bukanlah suatu konsep atau bagian


dari konsep semesta, suatu inti


tercipta dari keterikatan oleh


orang tersebut yang menandakan


mereka hidup. jika sesuatu telah


mempengaruhi inti keberadaan


maka itu juga berdampak pada


ikatan tersebut, dan inilah... cara


mereka melakukanya"(Demonstia)


"Eh?.. artinya... mereka menciptakan


ikatan atau hubungan dari suatu


konsep sehingga mereka dapat


mempengaruhi inti keberadaanmu?, tunggu... apa mungkin itu juga


telah menjadi bagian dari inti


keberadaanmu?" (Retnan)


"Benar, sesuatu itu telah menyatu


menjadi bagian dari inti keberadaan


saya, lewat keterhubungan"


(Demonstia)


"Ada cara lain seharusnya lewat


wujud aslimu dimana kau akan


memakai inti keberadaanmu,


dan kau akan menerima kekuatanmu


secara totalitas, dan dengan


mudah memusnakan apa yang


perlu di musnakan" (Retnan)


"Yahh.. sebenarnya itu cara yang


paling tepat namun... saya telah


memutuskan untuk membiarkan


semuanya, berkat anda juga saya


telah memiliki pandangan yang


berbeda" (Demonstia)


"Ya ampun kenapa kau malah


melenceng ke topik lain, dan pada


akhirnya... sebenarnya inilah yang


kau inginkan"(Retnan)


"Begitulah. saya tidak memiliki


pandangan lain selain kepada


tuan Afreon dan anda, suatu


kehormatan bila anda menjadikan


saya sebagai Authority tuan"


(Demonstia)


"Yaa... itulah yang aku tunggu


dari mulutmu" (Retnan)


"izinkan saya untuk mencium


anda" (Demonstia)


"Mmhhppp.."


Sesuatu seakan mengenai bibirku.


Itu Demonstia yang tiba-tiba


memainkan bibirku dengan


mulutnya.


Aku juga merasa... dia benar-benar


berterima kasih kepadaku.